Kamis, Desember 3, 2020
Beranda Karesidenan Banyumas Banyumas Puluhan Ibu-ibu Kembangkan Bakat Ecoprint

Puluhan Ibu-ibu Kembangkan Bakat Ecoprint

BANYUMAS – Puluhan ibu-ibu di Banyumas antusias mengikuti pelatihan kerajinan ecoprint di Pendopo Rumah Dinas Wakil Bupati Banyumas, beberapa waktu lalu. Pelatihan ini diselenggarakan oleh Koperasi Bina Rindang Kinasih (BRK) yang bergerak di bidang jasa perdagangan dan pemberdayaan UMKM.

Ecoprint merupakan teknik mencetak motif dan pewarnaan pada media kain, kertas, kulit dan lainya dengan memanfaatkan getah dedaunan atau bunga untuk menghasilkan warna alam.

“Kegiatan ini untuk melatih ibu-ibu agar bisa mengembangkan bakat dan minat khususnya di bidang kerajinan ecoprint. Ada 40 peserta yang ikut, 25 dari anggota koperasi dan 15 dari warga umum,” kata Ketua Koperasi BRK, Ambarsari di sela palatihan.

Ambar mengatakan, dua diantara peserta pelatihan tersebut merupakan warga difabel. Selain para pelaku usaha dan warga umum, koperasi ini juga memberikan pelatihan skill dan mendorong kepada para difabel agar bisa menghasilkan karya yang bermanfaat dari sisi ekonomi.

“Selama ini kami mengadakan pelatihan rutin, seperti membatik, olahan masakan dan juga berbagai kerajinan tangan. Khusus pelatihan ecoprint kami pilih karena saat ini kerajinan tersebut sedang naik daun, selain mencari bahan bakunya mudah, prosesnya tidak lama, harganya juga lumayan tinggi mulai ratusan ribu hingga jutaan rupiah tergantung jenis kain dan motifnya,” ujarnya.

BACA JUGA:  570 Sertifikasi Halal Pelaku UMKM Belum Terlayani

Sementara itu, pengajar ecoprint Sugiarti mengatakan, untuk pelatihan yang diberikan yakni basic ecoprint. Teknik ini berupa pengenalan bahan baku sampai proses pembuatan, namun belum menggunakan teknik pewarnaan.

“Teknik ini masih dasar bagi para pemula, karena banyak teknik pembuatan ecoprint yang butuh belajar dan pengalaman lebih banyak lagi. Kita beri edukasi bagaimana memilih daun yang cocok dan bagus untuk menghasilkan corak dan motif ecoprint yang menarik dan unik, karena tiap daun punya karakter yang berbeda-beda,” katanya.

Setelah diberi teori oleh pengajar, para peserta langsung praktek membuat ecoprint, mulai dari pemilihan daun, pencucian kain, perebusan kain yang sudah ditempeli daun, sampai proses finishing.

“Untuk daun yang dipakai kita pilih yang memiliki karakter warna bagus, seperti daun jati, daun jarak kepyar, daun ketepeng, daun lanang, dauh kesumba, daun lanang dan lainnya. Tanaman di sekitar pekarangan juga bisa dijadikan bahan baku, namu harus dipelajari dulu bagaimana corak warna yang dihasilkan daun tersebut,” ujarnya. (hms/yos)

Berita Populer

Penyandang Disabilitas Butuh Kursi Roda Adaptif

SEMARANG – Pada momentum Hari Disabilitas Internasional, Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kota Semarang menyampaikan sejumlah apresiasi kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang. PPDI juga...

Pemerintah Tetapkan Pilkada Serentak 9 Desember 2020 Sebagai Libur Nasional

JAKARTA - Pemerintah menetapkan hari pemungutan suara Pilkada Serentak 9 Desember 2020 sebagai libur nasional berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 22 Tahun 2020 tentang...

Di Back Up TNI dan Tim Terbaik Polri, Kapolda Sulteng Berkantor di Poso Buru Kelompok MIT

JAKARTA - Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis memerintahkan Kapolda Sulawesi Tengah (Sulteng) Irjen Pol Abdul Rakhman Baso untuk berkantor di Poso. Hal ini dimaksudkan...

Ganjar Tekankan Pentingnya Pendidikan Karakter

SEMARANG - Kamis keempat setiap bulannya, pegawai dan pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengenakan pakaian adat nusantara. Gubernur Ganjar Pranowo mengenakan pakaian...

Dua Mahasiswi UPGRIS Sukses Juarai Peksiminas 2020

SEMARANG - Pusat Prestasi Nasional, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia menyeelenggarakan Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas) 2020. Kegiatan kompetisi tersebut dimaksudkan untuk mendorong...

Hentikan Simulasi Pembelajaran Tatap Muka

TEMANGGUNG - Pemerintah Kabupaten Temanggung menghentikan simulasi pembelajaran tatap muka di sekolah. Setelah wilayah tersebut dikategorikan berada di zona merah dalam peta penularan Covid-19. Kepala...

Kelola Sampah Pasar Jadi Tugas Baru DLH

YOGYAKARTA - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta mendapat tugas baru, yakni mengelola sampah yang dihasilkan pasar tradisional. Tugas ini merupakan tindak lanjut dari...

Seluruh Petugas KPPS Jalani Rapid Test

PEMALANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) ingin memastikan kegiatan pemilihan kepala daerah bebas dari penyebaran Covid-19. Berangkat dari hal tersebut seluruh Kelompok Penyelenggara Pemungutan...

Minta Profesionalitas Aparatur Lebih Dikedepankan

PEMALANG – Bupati Pemalang, Dr. H. Junaedi, SH., M.M didampingi Sekda M. Arifin dan Kepala BKD Pemalang, Sugianto, melantik dan mengambil sumpah janji 105...

Guru dan Tenaga Medis Gratis Masuk Pameran UMKM Lawang Sewu

SEMARANG  - PT Kereta Api Pariwisata (KAI Wisata) menggelar “Pameran Omni UMKM Setu Minggu Lawang Sewu 2020”, selama dua hari Sabtu dan Minggu (27-28/11)....