Sabtu, Desember 5, 2020
Beranda Karesidenan Pati Kudus KIHT Diresmikan, Potensi Serap Tenaga Kerja

KIHT Diresmikan, Potensi Serap Tenaga Kerja

KUDUS – Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kudus akan mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Pasalnya, Plt. Bupati Kudus Hartopo telah meresmikan Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT) yang berada di desa Megawon, Kecamatan Jati. Ia meyakini KIHT mampu menyerap tenaga kerja serta mengurangi pengangguran.

“Adanya KIHT ini dipastikan akan menampung tenaga kerja di bidang hasil tembakau. Tentu, Pemerintah Daerah akan mendukung sehingga pengangguran di Kudus dapat berkurang,” ujarnya.

KIHT terbentuk berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 21/PMK.04/2020 yang dikeluarkan pada 16 Maret 2020. Sebelumnya, KIHT bernama Lingkungan Industri Kecil (LIK) Industri Hasil Tembakau (IHT) yang telah dibangun pada tahun 2009.

T Kudus merupakan KIHT kedua di Indonesia setelah KIHT Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan. Maka dari itu, ia meminta pengusaha skala kecil dan menengah agar bisa bergabung. Mengingat, masih tersedia bangunan yang belum dimanfaatkan.

“(KIHT) Di Indonesia baru ada dua, satunya di Soppeng. Maka kita wajib bersyukur sarana dan prasarana disini masih bagus dan masih ada yang kosong. Saya mengajak para pengusaha untuk bisa bergabung disini,” imbuhnya.

BACA JUGA:  Belum Ada Pasien Positif Covid-19 di Kudus

Hartopo juga mengajak kantor Bea Cukai Kudus untuk selalu berkolaborasi dan bersinergi. Terutama, untuk membina industri kecil menengah dan penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH CHT).

Harapannya suatu saat nanti tidak ada lagi rokok ilegal sehingga menyebabkan pembangunan Kota Kretek semakin berkualitas.

Sementara itu, Anggota DPR RI Komisi XI Dr. Musthofa mengaku akan memfasilitasi DBH CHT agar bisa bermanfaat secara tepat. Tak hanya itu, pihaknya mengharapkan DBH CHT bisa berkontribusi untuk pembangunan di Kabupaten Kudus.

“Kita akan sampaikan kepada Dirjen Bea Cukai dan Menteri Keuangan. Insya Allah ini akan bermanfaat bagi masyarakat Kudus,” jelasnya.

Seuasai acara tersebut, seluruh peserta melihat proses produksi rokok menggunakan mesin.(hms/akh)

Berita Populer

Tingkatkan Kembali Populasi Ternak Kerbau

DEMAK - Sejak ratusan tahun yang lalu, kerbau merupakan hewan ternak yang banyak dibudidayakan oleh Masyarakat Kabupaten Demak. Namun, akhir-akhir ini populasinya cendereng menurun. Faktor-faktor...

Lezatnya Lentog Tanjung, Salah Satu Ikon Kuliner Kota Kretek

Kudus tak henti-hentinya menyajikan beragam pesona, baik kepada penduduk asli maupun para pendatang. Selain terkenal dengan jenang dan Muria-nya, bermacam kuliner di Kota Kretek...

Pasarkan Olahan Labu Kuning ke Luar Jateng

KUDUS - Warga Desa Bulungcangkring, Nur Hayati berhasil mengolah labu kuning menjadi berbagai kuliner seperti stik labu, bronis labu kukus, bronis labu kering, dawet,...

Tim Pemantau Sepi Pendaftaran

SEMARANG – Gelaran Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Kota Semarang terancam tanpa pemantauan dari masyarakat umum. Hal itu menyusul tidak adanya satu pun tim pemantau...

Saksi Harus Memenuhi Ketentuan yang Berlaku

PEMALANG - Menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) 9 Desember nanti, masing-masing pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati diperbolehkan mengirim saksi di setiap tempat pemungutan...

Ingatkan Bahaya AIDS, Mahasiswa Bagikan Bunga

PATI - Guna memperingati hari AIDS sedunia, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Keluarga Mahasiswa dan Pelajar Pati (KMPP) UIN Walisongo Semarang, membagikan seribu...

Pastikan Personil Pengaman Pilkada Sehat

SEMARANG - Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah (Jateng) melakukan rapid test dan swab test terhadap personel pengamanan pilkada. Hal itu guna memastikan anggota yang...

Komplotan Pengedar Uang Palsu Dibekuk Polisi

SEMARANG - Empat orang komplotan pencetak dan pengedar uang palsu di Kota Semarang dibekuk Tim Resmob Satreskrim Polrestabes Semarang. Modus komplotan ini yakni dengan...

Covid Meningkat, Jam Malam Kembali Diterapkan

PATI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati kembali menerapkan jam malam melalui surat edaran (SE) No. 443/3257 yang dikeluarkan oleh Bupati Pati. Pemberlakuan aturan tersebut...

23 Ribu Jamu Ilegal Dimusnahkan

SEMARANG -  Sebanyak 23 ribu jamu tradisional palsu dimusnahkan Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Jawa Tengah. Jumlah tersebut merupakan perkara kasus pabrik pembuatan obat...