Sabtu, Desember 5, 2020
Beranda Nasional Radiasi di Lingkungan Harus Terpantau

Radiasi di Lingkungan Harus Terpantau

JAKARTA – Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang PS Brodjonegoro menginginkan agar Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) mengintensifkan pemantauan radiasi di lingkungan.

“Kami juga sudah meminta kepada Bapeten kalau perlu menambah peralatan untuk melakukan monitoring karena ternyata dengan keberadaan peralatan tersebut itulah kita bisa mendeteksi adanya kandungan radioaktif pada waktu itu di Perumahan Batan Indah,” katanya, kemarin.

Menristek mengatakan memang dengan keterbatasan alat yang dimiliki, mungkin tidak bisa mendeteksi di seluruh wilayah di Indonesia termasuk di wilayah Jabodetabek.

Namun ke depan diharapkan dapat dilakukan peningkatan pemantauan radiasi di berbagai wilayah di Indonesia, jika perlu Bapeten dapat menambah peralatan untuk mendukung kegiatan pemantauan tersebut.

Paparan radiasi yang melewati nilai batas normal akan berbahaya bagi kesehatan dan keselamatan masyarakat sehingga perlu pemantauan untuk menemukan ada tidaknya paparan radiasi yang berbahaya bagi masyarakat. Terlebih lagi radiasi adalah sesuatu yang tidak berbau, tidak terasa dan tidak kasat mata sehingga membutuhkan alat khusus untuk mendeteksinya.

“Jadi artinya ini malah lebih berbahaya daripada ancaman-ancaman lain yang mungkin timbul untuk suatu wilayah perkotaan mungkin kalau saya ibaratkan radiasi ini mirip COVID-19, juga sama kita tidak tahu virusnya ada di mana sebesar apa tahu-tahu kita yang terpapar ya setelah melalui ‘testing’ (pengujian),” katanya.

BACA JUGA:  Pesan Kapolri Buat 8 Kapolda Yang Baru Dilantik: Netralitas Hingga Tegakan Prokes

Menristek mengapresiasi, Bapeten menggunakan peralatan yang dimiliki untuk bisa mendeteksi secara cepat adanya paparan radiasi yang melewati batas normal yang ditemukan di akhir Januari 2020 di Perumahan Batan Indah.

Paparan radiasi tersebut dideteksi dengan menggunakan alat pemantau radioaktivitas lingkungan bergerak atau Radiation Data Monitoring System (RDMS)-MONA saat Bapeten melakukan pemantauan radioaktivitas lingkungan di sejumlah wilayah termasuk di Perumahan Batan Indah. Alat itu dimiliki Bapeten sejak 2013 untuk keperluan kesiapsiagaan nuklir.

Paparan radiasi tersebut berasal dari limbah radioaktif Cesium 137 yang dibuang sembarangan oleh oknum tertentu. Selain peningkatan pemantauan radioaktivitas di lingkungan, Menristek Bambang mengatakan pengawasan untuk keselamatan dan keamanan nuklir juga menjadi penting ditingkatkan.

Pengawasan untuk keamanan dan keselamatan utamanya dilakukan terhadap penggunaan reaktor nuklir yang ada di kawasan Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek) Serpong. Keamanan dan keselamatan itu juga harus selalu dijamin Badan Tenaga Nuklir Nasional.

“Kami sudah meminta kepada Bapeten untuk lebih mengintensifkan monitoring dari kondisi radioaktif yang ada di seputaran kawasan Puspiptek dan juga kompleks perumahan yang berada di tidak jauh dari Komplek Puspitek,” kata Bambang PS Brodjonegoro.(ara/akh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Populer

Korpri Jateng Bangun 237 Rumah untuk ASN

SEMARANG - Ada yang berbeda di hari jadi Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) ke-49 kali ini. Pasalnya, Korpri Jateng siap memberikan fasilitas rumah pada...

Terasi Oven Sampai Luar Negeri Berkat Lapak Ganjar

SEMARANG - Langkah kecil Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo membuat Lapak Ganjar di instagramnya ternyata cukup berdampak. Banyak pelaku usaha kecil menengah (UKM) di...

Covid Meningkat, Pasar Dijaga Ketat

PATI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati akan meningkatkan penjagaan di 36 pasar untuk mengantisipasi perkembangan Covid-19 di wilayah terseebut. Hal ini dilakukan setelah terjadi...

Sosialisasikan Manfaat Aplikasi SP4N-LAPOR

DEMAK - Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Demak membuka stand pengaduan Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional- Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (SP4N-LAPOR),...

Pembelajaran Tatap Muka Tak Bisa Digelar Serentak

SEMARANG - Munculnya klaster penyebaran Covid-19 di sejumlah sekolah membuat Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus melakukan evaluasi. Menurut Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, rencana...

Dongkrak Kopi Lokal lewat Kompetisi Barista

TEMANGGUNG - Komite Ekonomi Kreatif  (KEK) Provinsi Jawa Tengah bersama dengan Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jawa Tengah. Mengajak para pemuda di...

Seleksi Sekda Sisakan Tiga Nama

SEMARANG – Proses seleksi terbuka, Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Madya Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyisakan tiga nama. Mereka yakni Mohamad Arief...

Penanaman 67.000 Pohon di Kudus Libatkan Petani Lereng Gunung Muria

KUDUS - Penanaman 67.000 bibit pohon untuk melestarikan keseimbangan lingkungan di kawasan Pegunungan Muria Kudus, Jawa Tengah yang bertepatan dengan Hari Menanam Pohon Indonesia...

Jelang Pemilihan, KPU Pemalang Gelar Rapat Koordinasi

PEMALANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pemalang mengadakan Rapat koordinasi persiapan tahapan pemungutan dan penghitungan suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Pemalang 2020....

Klaster Keluarga Mendominasi

SEMARANG – Kecamatan Tembalang menjadi penyumbang kasus Covid-19 tertinggi di Kota Semarang beberapa hari terakhir. Hal itu dikonfirmasi oleh Pjs. Wali Kota Semarang, Tavip...