Sabtu, Desember 5, 2020
Beranda Karesidenan Pekalongan Pemalang Tumbuhkan Budaya Literasi dari Desa

Tumbuhkan Budaya Literasi dari Desa

PEMALANG – Demi meningkatkan kesadaran serta minat baca kepada masyarakat, Pemuda Desa Kejene membentuk Pondok literasi. Bertempat di Dukuh Cerme komunitas ini ingin menumbuhkan budaya literasi dari Desa.

Wedha Luthfi Novitasari salah satu penggagas Pondok Literasi menceritakan alasan kenapa muncul ide itu. Alasannya karena keresahan ia bersama beberapa temannya melihat anak-anak yang lebih sering memegang handphone dari pada buku.

“Kami itu resah atas apa yang terjadi di desa khususnya pemuda dan anak-anak yang lebih sering main game di handphone sampai lupa waktu,” tuturnya.

Wedha melanjutkan, menurutnya tidak ada masalah dengan bermain game. Tapi kalau dengan bermain game kemudian menjadi candu apalagi di usia anak-anak hingga remaja, itu baru masalah.

“Masa anak-anak hingga remaja adalah masa untuk bermain, belajar, mengeksplor dan menggali potensi diri, kasihan kalau setiap harinya sibuk dengan handphone,” imbuhnya.

Dirinya menambahkan, untuk kegiatan Pondok Literasi bersifat pendampingan pembelajaran mulai tingkat dasar sampai atas. Bahkan diskusi bersama-sama dengan teman-teman yang putus sekolah.

Penanaman budaya literasi dilakukan dengan cara membuka perpustakaan jalanan. Serta melestarikan seni dan budaya yang semakin menghilang.

BACA JUGA:  Sembuh 24, Pasien Covid-19 Dirawat Tinggal 21 Orang

“Kegiatan kami dilakukan setiap hari Rabu untuk pendampingan pembelajaran, Sabtu untuk meningkatkan minat baca dengan perpustakaan jalanan, dan Minggu untuk bermain permainan tradisional atau latihan seni budaya,” lanjutnya.

Sementara itu, untuk pengasuh Pondok Literasi itu terdiri dari beberapa pemuda desa. Wedha menegaskan bahwa siapapun boleh ikut bergabung untuk berpartisipasi dalam upaya menanamkan budaya literasi dari tingkat desa.

Wedha berharap dengan adanya pondok literasi ini bisa menjadi wadah untuk anak-anak dan pemuda desa dalam mengembangkan diri mereka di bidang disukai. Dan tentunya dengan rasa percaya diri.

“Semoga nantinya program kami juga akan terus berkembang, mulai dari menanamkan budaya litery, melatih Softskill, hingga mampu memaksimalkan potensi desa,” tuturnya.

Terkait sumber dana kegiatan Wedha menjelaskan, itu murni dari teman-teman pondok literasi, tidak ada penarikan uang sepeserpun kepada anak-anak. Menurutnya ini adalah bagian dalam perjuangannya bersama teman-teman.

“Kami tidak menerima bayaran, namun kami menerima donasi berupa materi, buku, doa dan semangat,” pungkasnya. (cr1/fat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Populer

Lezatnya Lentog Tanjung, Salah Satu Ikon Kuliner Kota Kretek

Kudus tak henti-hentinya menyajikan beragam pesona, baik kepada penduduk asli maupun para pendatang. Selain terkenal dengan jenang dan Muria-nya, bermacam kuliner di Kota Kretek...

Harga Sayur Tinggi, Omset Pedagang Menurun

KUDUS - Pedagang sayur di Kabupaten Kudus mengeluh akibat terjadinya penurunan pendapatan beberapa waktu belakangan ini. Hal ini terjadi akibat melonjaknya sayur mayur yang...

Penyandang Disabilitas Butuh Kursi Roda Adaptif

SEMARANG – Pada momentum Hari Disabilitas Internasional, Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kota Semarang menyampaikan sejumlah apresiasi kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang. PPDI juga...

Juara Berkat Komitmen Bersama

DEMAK - Belum lama ini, Perpustakaan Delima telah membanggakan Kabupaten Demak.  Perpustakaan Desa Mutih Wetan, Kecamatan Wedung itu berhasil menyabet juara dua lomba perpustkaan...

Sampai Akhir Tahun, Minyak Curah Stabil Tinggi

KUDUS - Saat ini minyak curah mengalami kenaikan harga, maka dari itu masyarakat disarankan untuk menggunakan minyak kemasan. Menurut Kepala Seksi (Kasi) Fasilitasi Perdagangan...

Minta Profesionalitas Aparatur Lebih Dikedepankan

PEMALANG – Bupati Pemalang, Dr. H. Junaedi, SH., M.M didampingi Sekda M. Arifin dan Kepala BKD Pemalang, Sugianto, melantik dan mengambil sumpah janji 105...

Dongkrak Kopi Lokal lewat Kompetisi Barista

TEMANGGUNG - Komite Ekonomi Kreatif  (KEK) Provinsi Jawa Tengah bersama dengan Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jawa Tengah. Mengajak para pemuda di...

Gus Yasin Siap Maju Pencalonan Ketum PPP

SEMARANG - Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen siap menerima pencalonannya sebagai Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dalam Muktamar IX. Putra...

Klaster Keluarga Mendominasi

SEMARANG – Kecamatan Tembalang menjadi penyumbang kasus Covid-19 tertinggi di Kota Semarang beberapa hari terakhir. Hal itu dikonfirmasi oleh Pjs. Wali Kota Semarang, Tavip...

Penanaman 67.000 Pohon di Kudus Libatkan Petani Lereng Gunung Muria

KUDUS - Penanaman 67.000 bibit pohon untuk melestarikan keseimbangan lingkungan di kawasan Pegunungan Muria Kudus, Jawa Tengah yang bertepatan dengan Hari Menanam Pohon Indonesia...