Sabtu, Desember 5, 2020
Beranda Karesidenan Semarang Kota Semarang Pengadilan Tinggi Lepas Terpidana Penggelapan Tanah

Pengadilan Tinggi Lepas Terpidana Penggelapan Tanah

SEMARANG – Pengadilan Tinggi Jawa Tengah melepaskan Agnes Siane, terpidana kasus penggelapan sertifikat tanah seluas 2.285 meter persegi yang merupakan rangkaian dari sengketa warisan. Penasihat hukum Agnes Siane, Michael Deo membenarkan putusan lepas Pengadilan Tinggi Jawa Tengah terhadap kliennya tersebut.

“Diputus 8 Oktober 2020. Intinya menyatakan terdakwa terbukti melakukan perbuatan yang didakwakan jaksa, namun perbuatan tersebut bukan merupakan tindak pidana,” katanya di Semarang, akhir pekan lalu.

Putusan itu, lanjut dia, menganulir putusan Pengadilan Negeri Semarang yang menghukum Agnes dengan hukuman 3,5 tahun. Menurutnya, dalam pertimbangannya hakim menilai perbuatan yang dilakukan kliennya tersebut merupakan perkara perdata.

Ia menjelaskan, perkara tersebut bermula ketika kliennya dilaporkan ke polisi atas dugaan penggelapan sertifikat tanah yang berlokasi di Jalan Tumpang Raya, Kecamatan Gajah Mungkur, Kota Semarang, atas nama Joe Kok Men yang merupakan suami Agnes. Agnes diadili setelah sebelumnya dilaporkan atas dugaan penggelapan akta tanah oleh Kwee Poeh Lan, istri dari kakak Joe Kok Men, Kiantoro.

BACA JUGA:  Jateng Masuk Tiga Besar Penanganan Covid Terbaik Nasional

Ia mengatakan, tanah tersebut sempat dijadikan jaminan di Bank Mayapada oleh Joe Kok Men karena sedang terlilit masalah keuangan hingga akhirnya dilelang. Seiring berjalannya waktu, Agnes digugat pailit oleh pembeli tanah peninggalan Joe Kok Men tersebut karena tidak bisa dibalik nama kepemilikannya, dengan putusan dikabulkan oleh Pengadilan Niaga Semarang.

“Klien kami justru dilaporkan ke polisi atas dugaan penggelapan. Padahal pengadilan sudah mengabulkan gugatan pailit hingga akhirnya dilakukan proses lelang,” katanya.

Putusan pailit yang sempat disebut sebagai rekayasa oleh kuasa hukum pelapor ini, kata dia, yang dijadikan dasar Pengadilan Tinggi Jawa Tengah menjatuhkan putusan lepas. “Perkara ini merupakan perkara perdata, dibuktikan dengan hasil putusan pailit pengadilan niaga,” katanya.

Saat ini, kata dia, kliennya sudah melaporkan balik Kwee Poeh Lan atas dugaan memberi keterangan palsu di bawah sumpah. Ia menyebut banyak hal yang tidak sesuai fakta serta ditutup-tutupi oleh Kwee Poeh Lan saat menjadi saksi di pengadilan. (ara/gih/joglo jateng)

Berita Populer

Urban Farming Makin Menjadi Tren di Musim Pandemi COVID-19

SEMARANG - Masyarakat pada masa pandemi COVID-19 punya banyak waktu di rumah untuk melakukan berbagai kegiatan, termasuk urban farming (pertanian perkotaan). Namun, kata Agung Setia...

Temukan 2.011 Surat Suara Rusak

DEMAK - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Demak telah menyelesaikan penyortiran dan pelipatan surat suara yang dilakukan di Gedung Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI),...

Bantu Transportasi Pelajar, BUS Sekolah Siap Dioperasikan

DEMAK – Kabar gembira bagi para pelajar di Kabupaten Demak. Pasalnya, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Demak telah meluncurkan bus sekolah, belum lama ini. Kepala Bidang...

Seluruh Petugas KPPS Jalani Rapid Test

PEMALANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) ingin memastikan kegiatan pemilihan kepala daerah bebas dari penyebaran Covid-19. Berangkat dari hal tersebut seluruh Kelompok Penyelenggara Pemungutan...

Tingkatkan Kembali Populasi Ternak Kerbau

DEMAK - Sejak ratusan tahun yang lalu, kerbau merupakan hewan ternak yang banyak dibudidayakan oleh Masyarakat Kabupaten Demak. Namun, akhir-akhir ini populasinya cendereng menurun. Faktor-faktor...

Tolak Intoleransi, Patriot Garuda Nusantara Gelar Aksi Simpatik

MAGELANG - Puluhan warga Magelang yang tergabung dalam Patriot Garuda Nusantara menggelar aksi damai mendukung TNI dan Polri dalam menegakkan muruah dan wibawa negara...

Tim Pemantau Sepi Pendaftaran

SEMARANG – Gelaran Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Kota Semarang terancam tanpa pemantauan dari masyarakat umum. Hal itu menyusul tidak adanya satu pun tim pemantau...

Komplotan Pengedar Uang Palsu Dibekuk Polisi

SEMARANG - Empat orang komplotan pencetak dan pengedar uang palsu di Kota Semarang dibekuk Tim Resmob Satreskrim Polrestabes Semarang. Modus komplotan ini yakni dengan...

Jateng akan Bikin Tempat Isolasi Terpusat

SEMARANG -  Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) akan membikin tempat isolasi terpusat di sejumlah lokasi di daerahnya. Hal ini, menyusul tingginya klaster keluarga...

Kelola Sampah Pasar Jadi Tugas Baru DLH

YOGYAKARTA - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta mendapat tugas baru, yakni mengelola sampah yang dihasilkan pasar tradisional. Tugas ini merupakan tindak lanjut dari...