Rabu, Desember 2, 2020
Beranda D.I. Yogyakarta PT Angkasa Pura I Layangkan Surat Edaran Larangan Menerbangkan Layang-Layang

PT Angkasa Pura I Layangkan Surat Edaran Larangan Menerbangkan Layang-Layang

KULON PROGO – PT Angkasa Pura I melayangkan surat edaran kepada Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, tentang larangan menerbangkan layang-layang di sekitar Bandara Internasional Yogyakarta.

PTS GM Bandra Internasional Yogyakarta/Yogyakarta International Airport (YIA) Agus Pandu Purnama di Kulon Progo, Senin, mengatakan AP I telah melayangkan Surat Edaran (SE) tentang larangan menerbangkan layang-layang di kawasan bandara.

Hal tersebut, menurut dia, sebagai bentuk tindak lanjut dari insiden layang-layang yang tersangkut di badan pesawat Citilink saat melakukan pendaratan di Bandara Adisucipto, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (24/10) .

SE ini tidak hanya berlaku di Bandara Adisucipto, melainkan juga di Bandara YIA. Hal ini mengingat, kawasan YIA yang berada di Kapanewon Temon juga berpotensi menjadi lokasi penerbangan layang-layang meskipun dari pemantauan sementara petugas bandara belum ditemukan adanya aktivitas tersebut.

“Saat ini, memang masih belum terlihat obstacle layang-layang di sekitar YIA, tetapi kami tetap memberikan surat edaran (SE), dan minggu lalu kami berikan SE kepada Bupati Kulon Progo dan Purworejo karena rata-rata pendaratan pesawat datangnya dari arah barat atau Purworejo. Dan ketinggian mau pendaratan itu di bawah 200 meter. Sementara ketinggian layang-layang bisa melebihi 200 meter. Yang pasti sekarang tetap kami pantau dan mudah-mudahan tidak ada ya di Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) ini,” kata Agus Pandu, kemarin.

BACA JUGA:  Pemkab Kulon Progo Diminta Percepat Ganti Untung Lahan Gerbang Samudra Raksa

Selain itu, pihaknya sudah mendapat instruksi dari Kementerian Perhubungan untuk menangkap siapapun yang kedapatan menerbangkan layang-layang di Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP). Setelah itu pelaku akan diproses sesuai hukum yang berlaku.

Pandu menjelaskan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan disebutkan, siapapun yang melakukan kegiatan yang berakibat mengganggu keselamatan penerbangan seperti menerbangkan layang-layang, balon udara dan drone di sekitar KKOP atau jarak 15 Km dari bandara bisa dikenai sanksi penjara maksimal 3 tahun atau denda sebesar Rp1 miliar.

Untuk mengantisipasi insiden serupa terjadi, AP I kata Pandu sudah membentuk satuan tugas (satgas) layang-layang. Satgas ini bertugas untuk memantau dan memastikan kawasan bandara steril dari aktivitas menerbangkan. Pembentukan satgas sendiri sudah dilakukan sejak Mei 2020 lalu.

“Kami sudah dapat warning (peringatan) dari Kementerian Perhubungan, bila nanti ada yang ketahuan menerbangkan layang-layang di sekitar bandara yang bisa membuat obstacle dari penerbangan, maka akan kita tangkap dan kita tuntut sesuai aturan yang berlaku. Faktor keselamatan ini menjadi jaminan kita semua,” tandasnya. (ara/yos)

Berita Populer

Pemkab Adakan Penilaian Inovasi Stunting Desa

PEMALANG – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Pemalang melakukan kegiatan Penilaian Inovasi Stunting Desa tahun 2020. Kegiatan tersebut dilakukan selama empat hari, dimulai...

Covid Meningkat, Pasar Dijaga Ketat

PATI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati akan meningkatkan penjagaan di 36 pasar untuk mengantisipasi perkembangan Covid-19 di wilayah terseebut. Hal ini dilakukan setelah terjadi...

Tren Ikan Cupang Peluang Usaha Menjanjikan

PATI - Tren hobi memelihara ikan cupang (Betta sp.) mengalami peningkatan di masa Pandemi ini di Kabupaten Pati dan daerah lainnya. Hal ini menjadi...

PIONKU, Sarana Baru Promosi Potensi Daerah

KUDUS - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Kudus meluncurkan aplikasi PIONKU (Promosi Investasi Online Kudus). Aplikasi ini dibuat untuk...

Dongkrak Kopi Lokal lewat Kompetisi Barista

TEMANGGUNG - Komite Ekonomi Kreatif  (KEK) Provinsi Jawa Tengah bersama dengan Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jawa Tengah. Mengajak para pemuda di...

Permintaan Bimbel Jenjang TK Meningkat

KUDUS – Permintaan masyarakat pada jasa bimbingan belajar (bimbel) jenjang taman kanak-kanak di Kota Kretek meningkat. Pembelajaran jarak jauh yang diterapkan oleh pemerintah menyebabkan...

Mundur Lagi, Darurat Covid-19 Diperpanjang hingga 31 Desember

YOGYAKARTA - Status tanggap darurat bencana pandemi Covid-19 kembali diperpanjang. Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sultan Hamengkubuwono X menyatakan perpanjangan tersebut berlaku hingga 31 Desember....

Lampaui Target WHO, Tes PCR Jateng Tembus 70 Ribu

SEMARANG – Upaya Jawa Tengah memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dengan cara tracing terus dilakukan. Bahkan jumlah testing di provinsi yang dipimpin Ganjar Pranowo...

Ditengah Pandemi, Usaha Kain Tenun Goyor Tetap Bertahan

PEMALANG - Di masa pandemi ini banyak bidang usaha yang merasakan dampaknya, baik kuliner, jasa maupun pemasaran produk. Tidak terkecuali pengrajin tekstil tenun Goyor....

Tegaskan PTM Awal 2021

SEMARANG – Dinas Pendidikan Kota Semarang menegaskan akan tetap melakukan pembelajaran tatap muka (PTM) pada awal tahun 2021. Hal itu disebabkan oleh banyaknya permintaan...