Sabtu, Desember 5, 2020
Beranda Karesidenan Pati Kudus Wasiat Orang Tua, Lestarikan Batik

Wasiat Orang Tua, Lestarikan Batik

KUDUS – Sejak mendapatkan wasiat dari orang tua untuk melestarikan batik, Said Anwarudin, pria asli Kebumen ini beralih bidang usaha. Dari kuliner menjadi wirausaha batik Sekar Jagad.

Batik bukan hal baru bagi Said, dia pernah membantu orang tuanya membatik. Namun, kala itu dia sudah mempunyai usaha kulinernya sendiri.

Said mengatakan, mendapatkan wasiat dari orang tuanya seminggu sebelum meninggal. Yakni, untuk meneruskan mengurusi batik milik orang tuanya tersebut.

“Semenjak dapat wasiat itu, saya mulai pelan-pelan membangun usaha dan didukung oleh istri. Jangan sampai batik hilang,” ucapnya, saat ditemui belum lama ini.

Menurutnya, sejak tahun 1960an orang tuanya sudah mendirikan usaha batik. Pada 2008 dia sudah punyai usaha sendiri. Dan mendapatkan wasiat untuk meneruskan batik 2013 lalu.

“Usaha saya dulu bukan batik, melainkan kuliner. Akhirnya pelan-pelan saya mengambil langkah dari Kebumen membuka batik di Kudus di tahun 2016,” katanya.

Deretan batik tampak bermacam-macam terdapat di kediaman sekaligus galeri yang berada di Desa Singocandi RT 5 RW 4, Kecamatan Kota, Kudus. Yakni, ada batik tulis, batik cap, dan batik printing.

Selain di Kebumen dan Kudus, pria kelahiran tahun 1980 ini juga pernah menjualkan batik buatannya di kota-kota lainnya. Seperti Semarang, Jepara, Jogja dan Pati.

BACA JUGA:  Ngantor di Desa, Plt. Bupati Kudus Pastikan Layanan Berkualitas

Said mengaku, saat ini mencoba batik Kudus. Menara, cengkeh, dan dandangan akan menjadi motif dalam inovasi nya tersebut. Dipilihnya itu, karena menjadi icon Kota Kretek.

“Saya ingin berikan pembelajaran kepada generasi muda nantinya. Selain itu juga untuk mengormati masyarakat Kudus. Pangsa pasar juga berpengaruh dalam ide ini,” terangnya.

Ia menjelaskan, harga batik Kudus sendiri nantinya akan dijual sekitar Rp 250 ribu ke atas untuk batik tulis. Sedangkan printing dan cap harganya di bawah Rp 250 ribu. Saat ini sedang dalam proses pembuatan yang dilakukan di Kebumen.

“Untuk pembuatan di sana, untuk desain di sini. Akhir bulan ini diharapkan bisa jadi dan akan dikirim ke sini,” tuturnya.

Said berharap agar generasi muda dapat meneruskan usaha batik. Apalagi untuk batik tulis, yang bisa dikatakan klasik dan menawan dikenakan. Meskipun harga yang di banderol cukup mahal, untuk kalangan menengah ke atas. Dikarenakan mempunyai ciri khas atau seni tersendiri.

“Batik adalah warisan dari leluhur yang harus kita lestarikan. Jika bukan kita atau penerus generasi muda nantinya siapa lagi,” tutupnya. (sam/gih)

Berita Populer

Guru dan Tenaga Medis Gratis Masuk Pameran UMKM Lawang Sewu

SEMARANG  - PT Kereta Api Pariwisata (KAI Wisata) menggelar “Pameran Omni UMKM Setu Minggu Lawang Sewu 2020”, selama dua hari Sabtu dan Minggu (27-28/11)....

Bawaslu Temukan 40 Kasus Pelanggaran

SEMARANG – Sejak tahapan Pilkada Serentak 2020 dimulai pada awal 2020 sampai Rabu (2/12), Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Kota Semarang telah menangani 40 kasus...

Pastikan Personil Pengaman Pilkada Sehat

SEMARANG - Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah (Jateng) melakukan rapid test dan swab test terhadap personel pengamanan pilkada. Hal itu guna memastikan anggota yang...

Sepi Pengunjung, Plaza Pragolo Beralih Daring

PATI - Penyebaran pandemi Covid-19 menyebabkan Plaza Pragolo Kabupaten Pati sepi pengunjung. Hal itu membuat Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Pati beralih memaksimalkan penjualan...

Klaster Keluarga Mendominasi

SEMARANG – Kecamatan Tembalang menjadi penyumbang kasus Covid-19 tertinggi di Kota Semarang beberapa hari terakhir. Hal itu dikonfirmasi oleh Pjs. Wali Kota Semarang, Tavip...

Tim Pemantau Sepi Pendaftaran

SEMARANG – Gelaran Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Kota Semarang terancam tanpa pemantauan dari masyarakat umum. Hal itu menyusul tidak adanya satu pun tim pemantau...

Dorong Keterampilan dan Produktivitas Pelaku UKM

TEMANGGUNG - Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Dinkop UKM) Provinsi Jawa Tengah, mengadakan Pelatihan Keterampilan Usaha Produktif Bidang Hantaran di Hotel Aliyana, Temanggung....

Manfaatkan Bantuan Mesin Perahu

DEMAK - Nelayan merupakan satu profesi yang turut terdampak Covid-19. Dampak yang paling dirasakan adalah harga ikan yang turun drastis, meskipun hasil tangkapan stabil....

1.708,04 Hektare Lahan Pertanian Diasuransikan

KULON PROGO - 1.708,04 hektare lahan pertanian di Kabupaten Kulon Progo diikutsertakan dalam Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Langkah ini dilakukan guna mengantisipasi kerugian...

Pembelajaran Tatap Muka Tak Bisa Digelar Serentak

SEMARANG - Munculnya klaster penyebaran Covid-19 di sejumlah sekolah membuat Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus melakukan evaluasi. Menurut Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, rencana...