1.700 Personil Polda Jateng Dikerahkan Untuk Antisipasi Lonjakan Kendaraan

  • Bagikan
Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi
MENINJAU: Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi saat memantau Tol Brexit Brebes, Selasa (27/10). (HUMAS/ LINGKAR JATENG)

BREBES – Sebanyak 1.700 personil Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah (Jateng) dikerahkan guna mengantisipasi lonjakan kendaraan selama libur panjang.

Ribuan personil tersebut akan ditempatkan mulai dari Brebes sampai Rembang dengan 4 pos yang digelar yaitu Brexit Brebes, Kalikangkung, Banyumas, Rembang yang terakhir wilayah Brebes yang paling utara.

“Ada sekitar 8.000 kendaraan yang masuk, 4.000 kendaraan menuju arah selatan 4.000 lagi geser ke arah kita, dan prediksinya nanti malam karena sampai siang ini masih landai,’ kata Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi, kemarin.

Kapolda mengatakan, lonjakan kendaraan yang masuk Jateng diperkirakan terjadi pada Selasa (27/10) malam. Namun, lanjutnya, secara umum arus mudik sekarang berbeda dengan arus mudik sebelumnya.

“Arus mudik sekarang berbeda dengan yang dulu karena disini masih ada pemberlakuan operasi yustisi dalam rangka memangkas terkait dengan Covid-19 khususnya di Jajaran Polda Jawa Tengah,” imbuhnya.

Selain itu, pihkanya juga bekerjasama dengan Gugus Tugas Covid 19 untuk melakukan pengecekan suhu dan rapid test di 17 Rest Area. “Kita bekerjasama dengan gugus tugas termasuk pembatasan Rest Area dari fluktuatif kendaraan hal ini untuk pembatasan masyarakat di wilayah Jawa Tengah,” ujarnya.

BACA JUGA:  Kenang Jasa Bupati Terdahulu, H.M. Hartopo Berziarah saat HUT ke- 470 Kudus

Ia menekankan kepada seleruh Kasatwil Jajaran Polda Jateng agar Mengamankan Personil dahulu dari Penyebaran Covid-19 sebelum Mengamankan Masyarakat.

Di samping itu, Kapolda juga telah perintahkan Kapolres jajaran untuk bekerja sama dengan unsur TNI, Pemkab/Pemkot  dan Gugus Tugas untuk membuat unit kecil lengkap.

“Jadi objek wisata akan kita pantau oleh petugas kita yang akan mengawasi tentu saja dengan protokol kesehatan ketat, kalo biasanya itu objek wisata ada 1.000 orang kita batasi jadi 500 orang,” terangnya. (git/yos)

  • Bagikan