Jateng Kirimkan Bantuan ke Lokasi Banjir Kebumen

  • Bagikan
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (HUMAS/ LINGKAR JATENG)

SEMARANG –  Bencana alam banjir dan longsor melanda Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Tercatat ada puluhan desa terendam banjir sehingga ratusan warga sempat mengungsi.

Pemprov Jateng telah turun tangan ikut serta dalam penanganan akibat musibah tersebut. Bantuan dan penanganan telah dilakukan ke titik bencana.

“Sudah, kemarin tim dari DPU PSDA sudah turun kirim alat, kemudian BPBD turun,” kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Gedung Gradhika Bhakti Praja kantor Gubenur Jateng, Kota Semarang, kemarin.

Menurutnya, dari pemprov juga sudah ikut menangani para pengungsi di Kebumen. Termasuk juga pihaknya menyiapkan logistik, kantung pasir (sand bag) dan alat berat. “Sudah jalan kemarin. Sore sudah datang, hari ini sudah bekerja. Bantuan TNI-Polri sudah jalan,” sambungnya.

Dari informasi yang didapatnya, tanggul jebol menjadi pemicu terjadinya banjir. Menurutnya, tanggul yang jebol termasuk parah. Ganjar telah meminta semua yang terkait harus turun menangani, hari ini.

Pelaksana Tugas Kalahar BPBD Jateng, Syafrudin mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Kebumen kaitannya kebutuhan darurat yang dibutuhkan supaya bermanfaat.

BACA JUGA:  Lokalisasi Sunan Kuning Semarang segera Ditutup

Di antara yang disiapkan BPBD Jateng ke Kebumen adalah satu unit kapal, beberapa pelampung, logistik seperti beras, gula pasir, ikan kemasan kaleng, peralatan keluarga (family kit), masker kain, hingga masker medis. Dari Dinas Sosial Jateng juga telah turun mengirimkan bantuan ke daerah tersebut.

“Beberapa karung sand bag juga sudah diberikan, karena tanggulnya kan dadar (jebol),” kata Syafrudin via telepon.

Memasuki masa curah hujan tinggi, BPBD Jateng mulai melakukan antisipasi bencana alam. Seperti halnya menyiapkan posko, menyampaikan ke BPBD kabupaten untuk menyampaikan informasi peta rawan bencana sampai ke desa-desa. Dia juga meminta posko kembali diaktifkan, koordinasi dengan lintas sektoral TNI-Polri, memantau cuaca melalui BMKG, sampai menyebarkan kontak BPBD sampai ke desa-desa.

“Tidak kalah penting dalam penanggulan pertolongan tetap mengedepankan protokol kesehatan,” tuturnya. (git/yos)

  • Bagikan