Disdikpora Kudus Inginkan Sport Center ke Fungsi Utama

  • Bagikan
Kawasan Sport Center Kudus
RAMAI: Kawasan Sport Center Kabupaten Kudus yang ramai orang berolahraga maupun berdagang pada Minggu pagi (1/11/2020). (SYAMSUL HADI/ LINGKAR JATENG)

KUDUS – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus, menginginkan lokasi Sport Center kembali ke fungsi utamanya, yakni sebagai kawasan berolahraga. Pasalnya saat ini lokasi tersebut digunakan untuk berjualan.

Hal itu dilakukan, karena keberadaan pedagang di kawasan tersebut dirasa dapat menggangu orang yang berolah raga tiap hari Minggu pagi.

Kepala Seksi (Kasi) Peningkatan Prestasi Sarana Prasarana Olahraga (PPSP-Or) Disdikpora Kudus, Subarkah mengatakan, orang-orang yang berolahraga di kawasan tersebut terganggu dengan adanya pedagang kaki lima (PKL) di ruas jalan tersebut.

“Itu namanya kan Sport Center bukan Sport PKL. Jadi kita usahakan disitu ya ramai untuk berolahraga, tidak berjualan. Sering ada yang curhat kalau mereka terganggu, katanya beberapa hari lalu.

Ia menerangkan, kawasan di lokasi tersebut kini menjadi ramai dan macet pada Minggu pagi, dengan adanya PKL. “Kalau malam ya tidak masalah berdagang, karena tidak ada yang jogging-jogging atau berolahraga disitu. Jadi tidak mengganggu,” terangnya.

Maka dari itu, Subarkah mengharapkan, kawasan Sport Center kembali dijadikan ke fungsi utamanya.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Pemberdayaan PKL Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, R. Paulus Agung menjelaskan, Sport Center memang kawasan milik Disdikpora. Namun, awal mula PKL bisa berjualan disitu, izinnya ke Disdikpora.

BACA JUGA:  Faktor Genetik Lahirkan Penyanyi Berbakat

“Di situ memang Sport Center, bukan Sport PKL. Para pedagang dulu izin pertama juga ke Disdikpora, bukan ke kami. Setelah para PKL sudah begitu banyak, kami baru diberi kewenangan untuk mengurus,” jelasnya.

Paulus menerangkan, awal mula PKL izin ke Disdikpora. Begitu sudah banyak PKL yang berjualan di kawasan tersebut, pihaknya diberikan kewenangan untuk mengurus para pedagang yang ada di Sport Center.

Dengan adanya hal itu, Paulus berharap, supaya para PKL yang berada di kawasan tersebut diberikan wadah atau tempat untuk mereka berjualan. Agar tidak merasa terganggu dengan adanya pedagang.

“Karena memang PKL di Sport Center itu terlalu banyak, jadi harapannya diberikan tempat lain bagi mereka untuk berjualan,” imbuhnya.

Sementara itu, Wawan Syarofi salah satu pengunjung yang memanfaatkan fasilitas untuk berolahraga mengatakan, memang dengan adanya PKL di pagi hari saat berolahraga terganggu. Dalam segi akses jalan yang dimakan, dan dipandang serasa bagaimana.

“Namun juga ada sisi positifnya, kita bisa menikmati dagangan yang diperdagangkan para PKL sehabis olahraga dalam kawasan tersebut. Jadi kita tidak perlu repot-repot jauh atau beralih lokasi untuk beli minum dan jajanan,” tuturnya.(sam/akh)

  • Bagikan