Gus Yasin Jawab Orang yang Tak Percaya Covid

  • Bagikan
Wisuda Khotmil Quran dan Pengajian Akbar di Pondok Pesantren Darussalam Boyolali
SAMBUTAN: Gus Yasin, saat memberikan sambutan dalam acara Wisuda Khotmil Quran dan Pengajian Akbar di Pondok Pesantren Darussalam Boyolali, belum lama ini. (HUMAS/ LINGKAR JATENG)

BOYOLALI –  Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengaku, selama dirinya mensosialisasikan bahaya Covid-19, ada pihak-pihak yang tidak percaya dengan adanya Covid-19. Bahkan ada yang mengatakan, takut dengan Covid-19 artinya memiliki iman yang lemah.

Pengalaman tersebut diungkapkan Gus Yasin, sapaan akrabnya, saat memberikan sambutan dalam acara Wisuda Khotmil Quran dan Pengajian Akbar di Pondok Pesantren Darussalam Kecamatan Andong Kabupaten Boyolali, belum lama ini.

Jika manusia sudah bisa membuat apapun, lanjut dia, manusia menjadi rentan menyepelekan Allah SWT. Padahal berbicara iman, di dalamnya ada qada dan qadar Allah. Terjadinya pandemi Covid-19, termasuk qada dan qadar dari Allah SWT.

Pandemi Covid-19, memang baru ada saat ini. Tetapi, wabah penyakit (thoun) sudah ada sejak zaman Rasulullah. Rasulullah mengatakan, wabah penyakit diturunkan Allah sebagai adzab, kepada orang-orang yang dikehendaki.

“Artinya apa kalau kita mau bicara siapa yang diancam thoun? Kita semua. Berarti kami-kami ini kena adzab, siksa buat kita semua. Tapi Rasulullah tidak berhenti menjelaskan sampai disitu. Kaum mukmin yang terjangkit, terjangkitnya menjadi rahmat,” jelasnya.

BACA JUGA:  Sekda Beri Motivasi Kafilah Lomba MAPSI Ke 22 Tingkat Jateng

Penyakit Covid-19 ini, tidak nampak. Maka, Gus Yasin mengingatkan agar setiap orang harus mawas diri dan hati-hati. Sesuatu yang tidak nampak, bukan berarti tidak ada. Faktanya, banyak masyarakat yang menderita virus corona.

Pihaknya meminta masyarakat mau mengikuti anjuran pemerintah. Dengan melaksanakan cuci tangan pakai sabun, menjaga jarak dan memakai masker secara disiplin. Kedisiplinan masyarakat melaksanakan protokol kesehatan juga menjadi bukti toleransi mereka atas kerja keras para dokter dan tenaga medis. (hms/yos)

  • Bagikan