Warga Kartikajaya Kendal akan Terima Kalpataru

  • Bagikan
warga Desa Kartikajaya, Kecamatan Patebon
TANAM MANGROVE: Wasito (47) warga Desa Kartikajaya, Kecamatan Patebon akan menerima penghargaan Kalpataru. (HUMAS KAB. KENDAL/ LINGKAR JATENG)

KENDAL – Berkat keuletannya menjadi penggiat lingkungan hidup dengan melakukan konservasi di wilayah pesisir laut Kabupaten Kendal, Wasito (47) warga Desa Kartikajaya RT. 04 RW.02 Kecamatan Patebon Kendal akan menerima penghargaan Kalpataru. Penghargaan tersebut akan diberikan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada 10 November 2020 mendatang.

Wasito telah memberikan sumbangsih bagi upaya pelestarian dan pengelolaan lingkungan hidup. Yaitu dengan menanam pohon mangrove di pesisir laut di wilayah Kabupaten Kendal secara berkelanjutan.

Terkait dengan penghargaan Kalpataru yang akan diberikan, Wasito masuk pada kategori Pengabdi Lingkungan. Salah satu kreterianya telah mengabdikan diri dalam upaya pelestarian fungsi lingkungan hidup dan memberikan dampak positif terhadap lingkungan hidup, sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitarnya.

Wasito menjelaskan, ia memulai konservasi sejak tahun 2006 lalu setelah melihat abrasi di pesisir laut Kartikajaya. “Konservasi ini awalnya saya lakukan sendiri, kemudian mengajak keluarga, meramba ke pemuda desa, dan berjalannya waktu didukung oleh pegiat lingkungan lainnya, terutama Ikatan Mahasiswa Kendal (Imaken) pada tahun 2013,” ujar Wasito, kemarin.

Untuk wilayah konservasi yang dilakukan Wasito yaitu sepanjang pesisir di wilayah Kabupaten Kendal dari pesisir pantai di Kecamatan Kaliwungu hingga Kecamatan Rowosari. Menurutnya, sampai saat ini digaris-garis pantai di Kabupaten Kendal yang sudah ditanami dan tumbuh pohon mangrove ada sekitar 30 hektar. Adapun tanaman mangrove yang ditanami adalah rhizophora, avicennia, tancang, dan cemara laut.

BACA JUGA:  Miris, Komik Bergambar Porno Beredar di Sekolah Dasar

Ia juga menyampaikan, di samping konservasi, tamanan mangrove bisa menjadi nilai ekonomi, yang mana buah dari jenis tancang dan avicennia dapat dimanfaatkan oleh masyarakat menjadi olahan makanan. Seperti kerupuk, klepon, kue jenang dan olahan makanan lainnya.

Wasito mengungkapkan, konservasi yang dirinya lakukan sempat mendapat cemooh dan dianggap kurang kerjaan. “Konservasi yang saya lakukan ini pernah mendapat tanggapan kurang baik dari beberapa warga, karena menanam mangrove di pinggiran pantai akan sia-sia, sebab akan hilang tersapu oleh ombak. Namun ternyata buah mangrove yang saya tanam bisa tumbuh dengan baik, dan pada akhirnya banyak mengundang pecinta alam ingin ikut menanamnya,”katanya.

Dengan mendapatkan penghargaa ini, ia berharap dapat menjadi motifasi bagi generasi muda pecinta alam, yaitu khususnya masyarakat pantai di pesisir Kendal agar dapat terus melestarikan lingkungan hidup. Sehingga nantinya pantai-pantai di Kabupaten Kendal menjadi pantai yang hijau dan mampu menyejahterakan masyarakatnya. (hms/gih)

  • Bagikan