Disdikbud Magelang Dorong Pengembangan PAUD HI

  • Bagikan
PAUD Holistik Integratif
GEMBIRA: Sejumlah anak bermain dengan pembimbingnya saat PAUD di Kecamatan Gondokusuman, Kelurahan Baciro, Yogyakarta. (ANTARA/ LINGKAR JATENG)

MAGELANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Magelang mendorong Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) meningkatkan kompetensi melalui Bimbingan Teknis peningkatan kapasitas penyelenggaraan PAUD Holistik Integratif (HI) secara online Senin (2/11), Hal ini sebagai salah satu gugus tugas pengembangan anak usia dini holistik integratif.

Bunda PAUD Kabupaten Magelang, Christanti Zaenal Arifin mengatakan, strategi pengembangan anak usia dini holistik integratif yang diterapkan di Kabupaten Magelang sendiri meliputi, penguatan dan penyelarasan landasan hukum, peningkatan advokasi, komitmen, koordinasi, dan kerjasama antar perangkat daerah terkait, lembaga penyelenggara layanan, dunia usaha, dan organisasi terkait.

Sementara saat ini Kabupaten Magelang telah memiliki 1.282 PAUD HI yang tersebar di 21 kecamatan, dengan 889 PAUD yang telah tervalidasi.

“Kami mendorong terus agar proses dan aktivitas pembelajaran PAUD HI dilakukan secara simultan dan berkesinambungan yang mencakup enam aspek perkembangan yaitu, nilai agama dan moral, fisik-motorik, kognitif, bahasa, sosial emosional, dan seni,” ungkapnya kemarin.

Menurutnya, peran orang tua bukan hanya menjadikan anak cerdas dan pintar, namun bagaimana menjadikan anak-anak berakhlakul karimah yang secara karakter bukan hanya mampu membantu dirinya sendiri dan keluarga, tetapi juga bisa membantu orang lain di sekelilingnya.

BACA JUGA:  Forikan Mengajar, DKP Jateng Dorong Peningkatan Konsumsi Ikan

“Keluarga juga sangat berperan sangat penting dalam menjaga kesehatan dan memenuhi kebutuhan gizi anak. Budaya hidup sehat dalam keluarga akan mampu mengurangi resiko tertularnya Covid-19 di masa Pandemi sekarang ini,” jelasnya.

Kepala Disdikbud Kabupaten Magelang, Azis Amin Mujahidin menjelaskan kegiatan Bimtek bertujuan untuk  kompetensi dan kapasitas para kepala sekolah PAUD serta diharapkan mampu menciptakan inovasi pembelajaran yang lebih kreatif di tengah masa Pandemi Covid-19.

Mengacu pada regulasi yang ada, di tengah pandemi Covid-19 pembelajaran harus tetap berjalan, baik melalui daring, luring, ataupun semi luring. Sementara untuk tingkat PAUD memang memiliki tantangan tersendiri dimana anak-anak belum mengenal alat. Oleh karena itu, peran serta orang tua sangat diperlukan.

“Peran aktif orang tua memang sangat diperlukan bagi tingkat PAUD apalagi di masa pandemi sekarang ini. Materi bisa saja dari guru diberikan, tetapi yang memberikan pengawasan dan pembelajaran secara langsung tetap dari orang tua,” jelasnya. (hms/yos)

  • Bagikan