Turun ke Dunia Kerja, Santri Dibekali K3

  • Bagikan
Pondok Pesantren Al Muayyad Mangkuyudan Surakarta
ANTUSIAS: Para santri ikuti pelatihan K3 di Pondok Pesantren Al Muayyad Mangkuyudan Surakarta, belum lama ini. (HUMAS/ LINGKAR JATENG)

SURAKARTA – Usai menempuh pendidikan di pondok pesantren, tidak sedikit santri yang memilih bekerja di industri maupun berwirausaha. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi pun memberikan bekal Pelatihan tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) kepada para santri di Pondok Pesantren Al Muayyad Mangkuyudan Surakarta, belum lama ini.

Dengan berbekal pengetahuan dan kepedulian di bidang K3, diharapkan santri yang bekerja diharapkan terhindar dari kecelakaan dan penyakit akibat kerja.

Selain itu, santri juga mampu menerapkan dan mengembangkan pengetahuan di bidang K3 di manapun bekerja. Serta terus meningkatkan kewaspadaan dan disiplin dalam mematuhi protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19. Demikian pula para pelaku industri juga harus memperhatikan sisi-sisi keselamatan dan kesehatan seluruh karyawan.

“Saya senang sekali pelatihan seperti ini yang biasanya dilaksanakan hotel, tapi juga di ponpes. Program pelatihan K3 masuk ponpes karena para santri setelah selesai belajar di ponpes, akan berkecimpung di berbagai sektor pekerjaan, termasuk bekerja di bidang industri maupun berwirausaha,” kata Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen saat membuka pelatihan Higiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja (Hiperkes) dan K3.

BACA JUGA:  Penerapan Pembatasan Berskala Besar Tak Efektif Diterapkan di Solo, Ini Alasannya

Taj Yasin berharap, pemerintah sangat mendukung program kemandirian ponpes menjadi motor penggerak ekonomi di masyarakat. Jaringan ponpes di Jateng yang berjumlah sekitar 5.000-an, kata dia merupakan potensi besar untuk pergerakan ekonomi.

“Saya berharàp seluruh industri dan para karyawan benar-benar memperhatikan keselamatan dan kesehatan saat bekerja, sehingga terhindar dari penularan COVID-19. Karena seluruh bidang pekerjaan memiliki potensi mecelakaan kerja dan di manapun ada potensi penularan Covid-19, termasuk di lingkungan industri,” tandasnya.

Santriwati asal Kabupaten Pati yang sudah 9 tahun belajar di Ponpes Al Muayyad Nurhidayatun (21) mengaku ingin bekerja di sektor industri setelah keluar dari ponpes.

“Saya senang dapat mengikuti pelatihan ini selama tiga hari ke depan. Pelatihan gratis ini selain untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi para calon pekerja supaya mempunyai daya saing,” katanya. (hms/yos)

  • Bagikan