Kamis, Desember 3, 2020
Beranda Karesidenan Surakarta Kota Surakarta Turun ke Dunia Kerja, Santri Dibekali K3

Turun ke Dunia Kerja, Santri Dibekali K3

SURAKARTA – Usai menempuh pendidikan di pondok pesantren, tidak sedikit santri yang memilih bekerja di industri maupun berwirausaha. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi pun memberikan bekal Pelatihan tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) kepada para santri di Pondok Pesantren Al Muayyad Mangkuyudan Surakarta, belum lama ini.

Dengan berbekal pengetahuan dan kepedulian di bidang K3, diharapkan santri yang bekerja diharapkan terhindar dari kecelakaan dan penyakit akibat kerja.

Selain itu, santri juga mampu menerapkan dan mengembangkan pengetahuan di bidang K3 di manapun bekerja. Serta terus meningkatkan kewaspadaan dan disiplin dalam mematuhi protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19. Demikian pula para pelaku industri juga harus memperhatikan sisi-sisi keselamatan dan kesehatan seluruh karyawan.

“Saya senang sekali pelatihan seperti ini yang biasanya dilaksanakan hotel, tapi juga di ponpes. Program pelatihan K3 masuk ponpes karena para santri setelah selesai belajar di ponpes, akan berkecimpung di berbagai sektor pekerjaan, termasuk bekerja di bidang industri maupun berwirausaha,” kata Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen saat membuka pelatihan Higiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja (Hiperkes) dan K3.

BACA JUGA:  Alhamdulillah, Pasien Positif Corona Asal Mojosongo Solo Sembuh

Taj Yasin berharap, pemerintah sangat mendukung program kemandirian ponpes menjadi motor penggerak ekonomi di masyarakat. Jaringan ponpes di Jateng yang berjumlah sekitar 5.000-an, kata dia merupakan potensi besar untuk pergerakan ekonomi.

“Saya berharàp seluruh industri dan para karyawan benar-benar memperhatikan keselamatan dan kesehatan saat bekerja, sehingga terhindar dari penularan COVID-19. Karena seluruh bidang pekerjaan memiliki potensi mecelakaan kerja dan di manapun ada potensi penularan Covid-19, termasuk di lingkungan industri,” tandasnya.

Santriwati asal Kabupaten Pati yang sudah 9 tahun belajar di Ponpes Al Muayyad Nurhidayatun (21) mengaku ingin bekerja di sektor industri setelah keluar dari ponpes.

“Saya senang dapat mengikuti pelatihan ini selama tiga hari ke depan. Pelatihan gratis ini selain untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi para calon pekerja supaya mempunyai daya saing,” katanya. (hms/yos)

Berita Populer

Gus Yasin Siap Maju Pencalonan Ketum PPP

SEMARANG - Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen siap menerima pencalonannya sebagai Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dalam Muktamar IX. Putra...

DKK Kudus Fokus Kegiatan Promotif dan Preventif Hadapi Covid

KUDUS - Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus pada tahun 2021 akan semakin gencar melakukan kegiatan promosi dan preventif guna mencegah perkembangan Covid-19. Hal itu...

DPRD Pemalang Bahas Pemindahan Ibukota Kecamatan Bodeh

PEMALANG - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pemalang menggelar rapat paripurna jawaban eksekutif atas pandangan umum fraksi terhadap Raperda tentang pemindahan Ibukota Kecamatan...

Guru dan Tenaga Medis Gratis Masuk Pameran UMKM Lawang Sewu

SEMARANG  - PT Kereta Api Pariwisata (KAI Wisata) menggelar “Pameran Omni UMKM Setu Minggu Lawang Sewu 2020”, selama dua hari Sabtu dan Minggu (27-28/11)....

Seluruh Petugas KPPS Jalani Rapid Test

PEMALANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) ingin memastikan kegiatan pemilihan kepala daerah bebas dari penyebaran Covid-19. Berangkat dari hal tersebut seluruh Kelompok Penyelenggara Pemungutan...

Kultus Maradona Jauh Melebihi Lapangan Sepak Bola

JAKARTA - Legenda sepak bola asal Argentina Diego Maradona meninggal dunia dalam usia 60 tahun. Sosok yang kerap bandingkan dengan Pele sebagai pesepak bola...

Kabupaten Demak Raih 2 Penghargaan Kompetisi Layanan Publik

DEMAK – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) Republik Indonesia mengadakan kompetisi Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik 2020, kemarin. Kabupaten Demak mendapatkan...

Undang KPU-Bawaslu, Gubernur Jateng Bahas Skenario Darurat

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menggelar rapat koordinasi penyelenggaraan pilkada serentak 9 Desember mendatang di Gedung A Lantai 2 Kompleks Pemprov Jateng,...

Lagi, Nama Gus Yasin Dicatut Penipu

SEMARANG - Nama Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen atau yang akrab disapa Gus Yasin, kembali dicatut oleh pihak yang tidak bertanggung jawab...

Terkonfirmasi Covid-19, Istri Bupati Tutup Usia

DEMAK - Kabar duka datang dari Kabupaten Demak. Istri Bupati, M. Natsir yaitu Suntari meninggal dunia di Rumah Sakit Tlogorejo sekitar pukul 00.45, Senin...