Kamis, Desember 3, 2020
Beranda Karesidenan Semarang Kota Semarang Sehat dan Produktif di Tengah Pandemi

Sehat dan Produktif di Tengah Pandemi

Semarang, lingkarjateng.com – Suara terbangan menggema. Anak-anak santri Pondok Pesantren Al-Uswah, Gunung Pati, Kota Semarang, sedang belajar melantunkan shalawat Nabi yang diiringi rebana, Jum’at sore (06/11/2020). Demikian suasana pesantren yang beberapa waktu lalu memenangkan lomba Jogo Santri dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah itu.

Ketika memasuki lingkungan pesantren, ada dua santri yang bertugas menerima tamu. Mereka memeriksa suhu para tamu dan mencatat nama serta alamat tamu. Setelah suhu dinyatakan normal, mereka mempersilahkan untuk sowan ke ndalem pengasuh, KH Muhammad Thoyyib Farchany.

Pandemi Covid-19 tak membuat aktivitas para santri berhenti. Sejak peraturan santri diperbolehkan berangkat ke pesantren dengan protokol kesehatan, pengurus Ponpes pun mau tidak mau menyiapkan aturan dan fasilitas untuk santri yang sudah datang. Mulai dari menyiapkan sarana protokol kesehatan, jadwal tidur, pengurangan jam pelajaran, dan sebagainya.

“Kami juga menekankan para santri agar selalu menerapkan gaya hidup sehat,” tutur Kiai Thoyyib.

Gaya hidup sehat, menurut Kiai Thoyyib tidak hanya soal makanan belaka. Tetapi setiap aktivitas santri juga perlu diperhatikan. Salah satunya santri tidak diperkenankan menggunakan baju temannya, karena hal itu bisa menularkan bakteri yang ada di pakaian yang dipinjam itu.

Santri Ponpes Al-Uswah juga memiliki rutinan belajar silat Pagarnusa. Menurut Kiai Thoyyib hal itu termasuk bagian olah raga yang bisa menguatkan imun. “Tentu makanan sehat juga penting,” katanya.

Meskipun para santri jarang keluar Ponpes, Kiai Thoyyib tetap berusaha jangan sampai para santri tertular virus Corona. Selain penekanan gaya hidup sehat, dan penerapan protokol kesehatan seperti sarana cuci tangan, hand sanitizer, menggunakan masker dan jaga jarak, Kiai Thoyyib kini sedang membangun ruang isolasi bagi santri yang sakit. Pembangunan ini menggunakan dana pemberian dari Pemerintah Provinsi Jateng untuk Ponpes Al-Uswah karena menjadi juara lomba Jogo Santri.

BACA JUGA:  Semen Gresik Lepas Balik Lebaran Gratis ke Kalteng

“Selain jaga-jaga terhadap Corona, ruang isolasi nanti bisa untuk santri yang terkena penyakit lain. Biar tidak menular, atau mengganggu santri yang lain,” jelasnya.

Penekanan gaya hidup sehat yang ditekankan Kiai Thoyyib, menurut Sekretaris Ponpes, Muhammad Zulfa, mempunyai dampak yang baik bagi santri. Beberapa bulan lalu di masa awal pandemi santri yang taat karena peraturan kini menjadi kebiasaan.

“Dulunya santri putri tidak pinjam kerudung karena peraturan, kini sudah menjadi kebiasaan mereka,” katanya.

Tak hanya itu, kata Zulfa, santri kini juga memanfaatkan lahan kosong untuk ditanami sayur dan buah. Ada tomat, cabai, terong, bayam, pepaya dan lain-lain. “Kemarin ada beberapa yang sudah bisa diunduh, mereka makan dari hasil yang ditanam,” ujarnya.

Hal itu bisa mereka lakukan karena waktu luang lebih banyak dibanding pada masa sebelum pandemi. “Kami memangkas kegiatan santri, namun bukan berarti santri tidak ngapa-ngapain,” kata Zulfa.

Salah satu santri, Amat Bayu Galih Saputra, justru merasa senang karena mempunyai hobi baru merawat tanaman. Dia setiap pagi dan sore menyirami tanaman tomat. “Alhamdulillah sudah saya nikmati hasilnya,” ujar Bayu.

Menurut Bayu merawat tanaman juga bagian dari belajar. Belajar bagaimana merawat ciptaan Allah yang lain. “Kami di sini masih ngaji, di waktu luang, kami mananam tanaman dan merawatnya,” terangnya. (gih)

Berita Populer

Sektor Pariwisata Digadang-Gadang Kembangkan UMKM

MAGELANG - Kepala Bidang Ekonomi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda Litbangda) Kabupaten Magelang, Amirudin Zuhri mengatakan, pemerintah daerah setempat terus...

Bawaslu Ingatkan Potensi Pelanggaran

SEMARANG – Debat publik Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Semarang memasuki putaran kedua pada 2 Desember 2020. Potensi pelanggaran pemilu kembali diingatkan oleh Badan Pengawas...

Pembelajaran Tatap Muka Tak Bisa Digelar Serentak

SEMARANG - Munculnya klaster penyebaran Covid-19 di sejumlah sekolah membuat Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus melakukan evaluasi. Menurut Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, rencana...

Tegaskan PTM Awal 2021

SEMARANG – Dinas Pendidikan Kota Semarang menegaskan akan tetap melakukan pembelajaran tatap muka (PTM) pada awal tahun 2021. Hal itu disebabkan oleh banyaknya permintaan...

Pemkab Adakan Penilaian Inovasi Stunting Desa

PEMALANG – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Pemalang melakukan kegiatan Penilaian Inovasi Stunting Desa tahun 2020. Kegiatan tersebut dilakukan selama empat hari, dimulai...

Covid Meningkat, Pasar Dijaga Ketat

PATI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati akan meningkatkan penjagaan di 36 pasar untuk mengantisipasi perkembangan Covid-19 di wilayah terseebut. Hal ini dilakukan setelah terjadi...

Soal Wisata Pesisir, Butuh Aksi Nyata Pemerintah

SEMARANG - Dalam dunia produksi, Indonesia kalah dari negara-negara lain. Banyak sumber daya alam Indonesia yang dikuasai asing. Mulai dari pertanian, baja, batu bara,...

Dongkrak Kopi Lokal lewat Kompetisi Barista

TEMANGGUNG - Komite Ekonomi Kreatif  (KEK) Provinsi Jawa Tengah bersama dengan Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jawa Tengah. Mengajak para pemuda di...

DPRD Kudus Setujui RANPERDA APBD 2021

KUDUS - Dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) Kabupaten Kudus mengadakan rapat paripurna. Rapat tersebut memiliki agenda yang membahas terkait keputusan DPRD tentang persetujuan Rancanagan...

Terasi Oven Sampai Luar Negeri Berkat Lapak Ganjar

SEMARANG - Langkah kecil Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo membuat Lapak Ganjar di instagramnya ternyata cukup berdampak. Banyak pelaku usaha kecil menengah (UKM) di...