Jumat, November 27, 2020
Beranda Karesidenan Semarang Kota Semarang Sehat dan Produktif di Tengah Pandemi

Sehat dan Produktif di Tengah Pandemi

Semarang, lingkarjateng.com – Suara terbangan menggema. Anak-anak santri Pondok Pesantren Al-Uswah, Gunung Pati, Kota Semarang, sedang belajar melantunkan shalawat Nabi yang diiringi rebana, Jum’at sore (06/11/2020). Demikian suasana pesantren yang beberapa waktu lalu memenangkan lomba Jogo Santri dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah itu.

Ketika memasuki lingkungan pesantren, ada dua santri yang bertugas menerima tamu. Mereka memeriksa suhu para tamu dan mencatat nama serta alamat tamu. Setelah suhu dinyatakan normal, mereka mempersilahkan untuk sowan ke ndalem pengasuh, KH Muhammad Thoyyib Farchany.

Pandemi Covid-19 tak membuat aktivitas para santri berhenti. Sejak peraturan santri diperbolehkan berangkat ke pesantren dengan protokol kesehatan, pengurus Ponpes pun mau tidak mau menyiapkan aturan dan fasilitas untuk santri yang sudah datang. Mulai dari menyiapkan sarana protokol kesehatan, jadwal tidur, pengurangan jam pelajaran, dan sebagainya.

“Kami juga menekankan para santri agar selalu menerapkan gaya hidup sehat,” tutur Kiai Thoyyib.

Gaya hidup sehat, menurut Kiai Thoyyib tidak hanya soal makanan belaka. Tetapi setiap aktivitas santri juga perlu diperhatikan. Salah satunya santri tidak diperkenankan menggunakan baju temannya, karena hal itu bisa menularkan bakteri yang ada di pakaian yang dipinjam itu.

Santri Ponpes Al-Uswah juga memiliki rutinan belajar silat Pagarnusa. Menurut Kiai Thoyyib hal itu termasuk bagian olah raga yang bisa menguatkan imun. “Tentu makanan sehat juga penting,” katanya.

Meskipun para santri jarang keluar Ponpes, Kiai Thoyyib tetap berusaha jangan sampai para santri tertular virus Corona. Selain penekanan gaya hidup sehat, dan penerapan protokol kesehatan seperti sarana cuci tangan, hand sanitizer, menggunakan masker dan jaga jarak, Kiai Thoyyib kini sedang membangun ruang isolasi bagi santri yang sakit. Pembangunan ini menggunakan dana pemberian dari Pemerintah Provinsi Jateng untuk Ponpes Al-Uswah karena menjadi juara lomba Jogo Santri.

BACA JUGA:  Banyak Wahana di Grand Maerakaca, Menyesal Jika Anda Tidak ke Sana

“Selain jaga-jaga terhadap Corona, ruang isolasi nanti bisa untuk santri yang terkena penyakit lain. Biar tidak menular, atau mengganggu santri yang lain,” jelasnya.

Penekanan gaya hidup sehat yang ditekankan Kiai Thoyyib, menurut Sekretaris Ponpes, Muhammad Zulfa, mempunyai dampak yang baik bagi santri. Beberapa bulan lalu di masa awal pandemi santri yang taat karena peraturan kini menjadi kebiasaan.

“Dulunya santri putri tidak pinjam kerudung karena peraturan, kini sudah menjadi kebiasaan mereka,” katanya.

Tak hanya itu, kata Zulfa, santri kini juga memanfaatkan lahan kosong untuk ditanami sayur dan buah. Ada tomat, cabai, terong, bayam, pepaya dan lain-lain. “Kemarin ada beberapa yang sudah bisa diunduh, mereka makan dari hasil yang ditanam,” ujarnya.

Hal itu bisa mereka lakukan karena waktu luang lebih banyak dibanding pada masa sebelum pandemi. “Kami memangkas kegiatan santri, namun bukan berarti santri tidak ngapa-ngapain,” kata Zulfa.

Salah satu santri, Amat Bayu Galih Saputra, justru merasa senang karena mempunyai hobi baru merawat tanaman. Dia setiap pagi dan sore menyirami tanaman tomat. “Alhamdulillah sudah saya nikmati hasilnya,” ujar Bayu.

Menurut Bayu merawat tanaman juga bagian dari belajar. Belajar bagaimana merawat ciptaan Allah yang lain. “Kami di sini masih ngaji, di waktu luang, kami mananam tanaman dan merawatnya,” terangnya. (gih)

Berita Populer

Profesionalisme Guru di Masa Pandemi

DEMAK - Peringatan Hari Guru Nasional 25 November 2020 berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini guru dituntut untuk melaksanakan pembelajaran secara daring karena pandemi...

Tekankan Kebersihan di Dunia Pariwisata

SEMARANG – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang mengadakan Bimbingan Teknis dan Program Penerapan Cleanlines, Healthy, Safety and Environmental Sustainabolity (CHSE) untuk pegiat wisata...

Perlunya Kreativitas di Masa Pandemi

Oleh: Sukardi, SE, MM Mahasiswa S-3 PDIM Unissula, Dosen FEB Untag Semarang Masa Pandemi Covid-19 yang tanda-tandanya belum akan berakhir, membuat semua aktivitas kehidupan ekonomi tidak bisa bergerak...

Kabupaten Demak Masuk 20 Besar Nasional Perekaman e-KTP

DEMAK – Dalam rangka mempersiapkan pilkada serentak 2020, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia membuat nominasi perekaman e-KTP terbaik, Rabu (25/11). Kabupaten Demak masuk...

Gus Yasin: Kebutuhan Logistik Pengungsi Terjamin

SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menjamin ketersediaan berbagai kebutuhan logistik para pengungsi bencana peningkatan status aktivitas Gunung Merapi di Kabupaten Magelang, Boyolali, dan...

Upayakan Status PPPK untuk Guru Honorer

SEMARANG – Kondisi pandemi yang memukul berbagai sendi ekonomi bangsa masih menjadi persoalan yang belum tuntas di Indonesia, bahkan dunia. Hampir seluruh rakyat Indonesia...

Biaya Umroh Naik, Jamaah Diminta Tidak Buru-Buru

SEMARANG – Pelaksanaan Ibadah Umroh bagi kaum Muslim Indonesia memasuki tahap ke-4. Setelah sebelumnya Pemerintah Republik Indonesia memberangkatkan 3 kelompok terbang (kloter) umroh, kini pemerintah...

Cegah KDRT, Pendidikan Pranikah Wajib untuk Remaja

SEMARANG - Pendidikan sebelum melangsungkan pernikahan atau pranikah penting dilakukan tidak hanya pasangan calon pengantin, melainkan juga para remaja. Selain untuk mencegah dan mengurangi berbagai...

Plt Kepala Dindikbud Demak Resmikan Kampung Literasi

DEMAK - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Demak, Eko Pringgolaksito, meresmikan kampung literasi di Desa Karangsari, Kecamatan Karangtengah, belum...

Pembangunan Taman Piere Tendean Capai 50%

SEMARANG - Saat ini proyek pengerjaan taman Piere Tendean yang berada di Jalan Pemuda, Kota Semarang, Jawa Tengah (Depan Paragon Mal) telah mencapai 50%....