Kamis, Desember 3, 2020
Beranda Karesidenan Kedu Kab. Magelang Ganjar Apresiasi Tempat Pengungsian Warga Merapi di Magelang

Ganjar Apresiasi Tempat Pengungsian Warga Merapi di Magelang

Magelang, lingkarjateng.com – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengapresiasi Pemkab Magelang yang telah menyiapkan tempat pengungsian warga kawasan Gunung Merapi dengan memperhatikan protokol kesehatan.

Ganjar saat mengunjungi lokasi pengungsian di Magelang, Jumat, merasa senang karena tempat pengungsian yang dibuat di gedung pertemuan Desa Deyangan dan Desa Banyurojo Kecamatan Mertoyudan Kabupaten Magelang itu telah dibuat dengan standar protokol kesehatan ketat.

Di tempat pengungsian itu, ruangan luas disekat-sekat menggunakan triplek setinggi sekitar 1,5 meter dan lebar 2 meter persegi. Masing-masing ruang sekat, digunakan oleh pengungsi yang terdiri dari satu keluarga.

Di dua lokasi itu, ratusan warga lerang Merapi sudah mengungsi. Mereka yang mengungsi di Desa Deyangan adalah warga Desa Krinjing Kecamatan Dukun. Kemudian pengungsi di Desa Banyurojo adalah warga Desa Paten Kecamatan Dukun.

Mulai Jumat ini mereka sudah meninggalkan desanya untuk mengungsi. Mereka akan mengungsi sampai kondisi Merapi dinyatakan aman.

“Ini bagus ya, jadi antar keluarga bisa dibatasi. Dengan cara itu, meskipun Merapi aktif dan mereka mengungsi, tapi di posisi pengungsian mereka aman karena protokol kesehatan terjaga. Tadi ketika mereka masuk, semuanya juga dites cepat,” kata Ganjar.

BACA JUGA:  Jalur Pendakian Merbabu Dibuka Besok

Menurut dia penerapan protokol kesehatan di tempat pengungsian sangat penting. Apalagi, banyak pengungsi yang masuk dalam kelompok rentan, karena sudah lanjut usia dan banyak anak-anak.

“Banyak di antara mereka para pengungsi ini yang masuk golongan rentan, maka cara ini yang paling bagus dan semoga menginspirasi daerah lainnya,” katanya.

Ia menyampaikan daerah lain yang masuk zona rawan bencana, supaya segera menyiapkan tempat pengungsian seperti di Magelang ini.

Menurut Ganjar, jika memang tidak bisa pembatasan pakai triplek, maka pembatasan bisa dilakukan dengan cara digambar atau dikotaki pakai kardus.

“Kalau bisa seperti ini, sangat bagus sekali, tapi kalau tidak ya bisa pakai kardus atau digambar. Makanya, saya tadi ke sini, karena ini the best dan sampai sekarang belum ada yang buat seperti ini. Maka kalau ini dijadikan contoh, ini keren dan bisa mengantisipasi di saat pandemi,” katanya.

Seorang pengungsi, Samini (50) mengatakan merasa nyaman dengan kondisi pengungsian yang disiapkan ini, karena masing-masing keluarga dipisahkan sekat.

Samini yang tahun 2010 juga pernah mengungsi menyatakan, pembatasan dengan sekat membuat dia dan keluarganya lebih nyaman.(ara/rds)

Berita Populer

Hentikan Simulasi Pembelajaran Tatap Muka

TEMANGGUNG - Pemerintah Kabupaten Temanggung menghentikan simulasi pembelajaran tatap muka di sekolah. Setelah wilayah tersebut dikategorikan berada di zona merah dalam peta penularan Covid-19. Kepala...

Desain Sendiri Batik Tulis Motif Menara

KUDUS – Pandemi tak membuat Said Aminudin berhenti berjualan dan memproduksi batik tulis. Pemilik kedai batik Sekar Jagad di Jalan Lambao RT 05 RW...

Tolak Intoleransi, Patriot Garuda Nusantara Gelar Aksi Simpatik

MAGELANG - Puluhan warga Magelang yang tergabung dalam Patriot Garuda Nusantara menggelar aksi damai mendukung TNI dan Polri dalam menegakkan muruah dan wibawa negara...

Pemkab Adakan Penilaian Inovasi Stunting Desa

PEMALANG – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Pemalang melakukan kegiatan Penilaian Inovasi Stunting Desa tahun 2020. Kegiatan tersebut dilakukan selama empat hari, dimulai...

900 Orang Mendapatkan Sertifikat PTSL

PEMALANG - Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Pemalang memberikan 900 sertifikat tanah kepada masyarakat di Kecamatan Comal. Pemberian sertifikat tanah tersebut merupakan program dari pendaftaran...

Kelola Sampah Pasar Jadi Tugas Baru DLH

YOGYAKARTA - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta mendapat tugas baru, yakni mengelola sampah yang dihasilkan pasar tradisional. Tugas ini merupakan tindak lanjut dari...

Berkedok Punya Kemampuan Ghaib, Cabuli 9 Pelajar

SEMARANG - Kasus pencabulan anak di bawah umur kembali terjadi. Tersangka yakni S alias E (39), pria asal Kota Semarang. Tak tanggung-tanggung, jumlah korban...

Sungguh Miris, Anak di Bawah Umur Dicabuli 6 Pemuda

SEMARANG - Nasib malang dialami SAW (15). Niat hati memiliki kekasih, pelajar yang masih di bawah umur itu malah menjadi korban pencabulan serta persetubuhan...

Pembelajaran Tatap Muka Tak Bisa Digelar Serentak

SEMARANG - Munculnya klaster penyebaran Covid-19 di sejumlah sekolah membuat Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus melakukan evaluasi. Menurut Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, rencana...

Tiga Pasar di Kabupaten Kudus Mulai Diperbaiki

KUDUS - Tiga pasar di Kabupaten Kudus, diperbaiki tahun ini. Perbaikan yang dilakukan meliputi atap bocor dan jalan berlubang. Ketiga pasar tersebut yakni Pasar...