Kamis, Desember 3, 2020
Beranda Edukasi KPAI Nilai Sekolah Perlu Dukungan Pemda untuk Selenggarakan PTM

KPAI Nilai Sekolah Perlu Dukungan Pemda untuk Selenggarakan PTM

Solo, lingkarjateng.com – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyatakan sekolah memerlukan dukungan dari pemerintah daerah (Pemda). Hal ini untuk mempersiapkan sekaligus menyelenggarakan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah.

“Untuk di Solo kami mengapresiasi perhatian dari Pak Wali, DPRD, dan Satgas COVID-19. Dimulainya pembelajaran tatap muka merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah,” kata Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Pendidikan Retno Listyarti saat meninjau kegiatan pembelajaran tatap muka di SMPN 4 Surakarta, Selasa (10/11).

Ia mengatakan, ada lima siap dalam membuka sekolah selama masa pandemi COVID-19 ini, yaitu daerahnya siap, sekolah, guru, orang tua, dan siswa juga siap. Jika ada satu saja di antara lima ini tidak siap, pembukaan sekolah harus ditunda.

“Apalagi, ketika tidak siapnya berada pada ranah anak. Terkait hal ini salah satu caranya adalah mulai mengajarkan cara menggunakan masker pada PJJ (pembelajaran jarak jauh), mulai 15 menit, kemudian ditambah lagi 5 menit. Kalau sudah tatap muka, paling tidak dia harus tiga jam bertahan dengan masker tanpa dibuka,” katanya.

Ia berharap, ke depan sekolah yang sudah membuka pembelajaran tatap muka bisa menularkan ke sekolah-sekolah lain yang hingga saat ini belum melaksanakannya. Selanjutnya, sekolah lain yang belum juga bisa merujuk ke sekolah yang saat ini sudah mulai melakukan PTM.

BACA JUGA:  Pilkada Solo 2020, PDIP resmi usung Gibran-Teguh

“Persiapan ini penting karena pandeminya panjang dan pada jangka panjang nanti mau tidak mau di setiap zona apapun, orang akan ribut buka sekolah terutama karena desakan dari orang tua. Anak-anak juga banyak yang mengalami gangguan kesehatan mental karena terlalu lama di rumah,” katanya.

Terkait kunjungan tersebut, masih ada beberapa poin yang harus dibenahi oleh pihak sekolah, salah satunya jaga jarak antarguru tidak sampai satu meter. Selain itu, ia juga belum melihat kesiapan perpustakaan dan mushala sekolah untuk siswa.

“Nanti, setelah kunjungan ini kami akan bersurat ke pihak sekolah, mana yang perlu ditambahkan. Saya melihat di sini nanti akan lebih mudah diperbaiki. Ada upaya mengubahnya karena didukung oleh daerah,” katanya.

Ia juga meminta agar sekolah tidak terlalu khawatir jika anak tidak memenuhi kompetensi mengingat kondisi serupa tidak hanya terjadi di Indonesia. Menurut dia, yang harus diperhatikan adalah hak hidup anak, hak sehat, barulah hak pendidikan.

“Yang penting dia tetap hidup dan sehat, ketertinggalan bisa dikejar. Kalau memaksakan dan tertular, korban terlalu banyak. Indonesia sudah cukup tinggi angka kematian pada anak, yaitu 2,3 persen dari total anak yang terjangkit atau tertinggi se-Asia Pasifik. Di Eropa saja hanya 0,03 persen kematian anak,” katanya. (ara/gih)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Populer

Tim Pemantau Sepi Pendaftaran

SEMARANG – Gelaran Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Kota Semarang terancam tanpa pemantauan dari masyarakat umum. Hal itu menyusul tidak adanya satu pun tim pemantau...

23 Ribu Jamu Ilegal Dimusnahkan

SEMARANG -  Sebanyak 23 ribu jamu tradisional palsu dimusnahkan Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Jawa Tengah. Jumlah tersebut merupakan perkara kasus pabrik pembuatan obat...

Jelang Pilkada, Proses Perekaman Sudah Mencapai 96,6%

PEMALANG - Dalam rangka mensukseskan pemilihan kepala daerah (Pilkada) 9 Desember mendatang, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Pemalang berupaya melakukan perekaman. Sampai...

Penyandang Disabilitas Butuh Kursi Roda Adaptif

SEMARANG – Pada momentum Hari Disabilitas Internasional, Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kota Semarang menyampaikan sejumlah apresiasi kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang. PPDI juga...

DPRD Kudus Setujui RANPERDA APBD 2021

KUDUS - Dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) Kabupaten Kudus mengadakan rapat paripurna. Rapat tersebut memiliki agenda yang membahas terkait keputusan DPRD tentang persetujuan Rancanagan...

Covid Meningkat, Jam Malam Kembali Diterapkan

PATI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati kembali menerapkan jam malam melalui surat edaran (SE) No. 443/3257 yang dikeluarkan oleh Bupati Pati. Pemberlakuan aturan tersebut...

Di Back Up TNI dan Tim Terbaik Polri, Kapolda Sulteng Berkantor di Poso Buru Kelompok MIT

JAKARTA - Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis memerintahkan Kapolda Sulawesi Tengah (Sulteng) Irjen Pol Abdul Rakhman Baso untuk berkantor di Poso. Hal ini dimaksudkan...

Sungguh Miris, Anak di Bawah Umur Dicabuli 6 Pemuda

SEMARANG - Nasib malang dialami SAW (15). Niat hati memiliki kekasih, pelajar yang masih di bawah umur itu malah menjadi korban pencabulan serta persetubuhan...

Sosialisasikan Manfaat Aplikasi SP4N-LAPOR

DEMAK - Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Demak membuka stand pengaduan Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional- Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (SP4N-LAPOR),...

Soal Dobel Data Covid, Ganjar: Ini Kesempatan Kita Memperbaiki

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menegaskan telah berkomunikasi dengan pemerintah pusat terkait perbedaan data Covid-19. Menurutnya, perbedaan data yang besar antara pusat...