Kamis, Desember 3, 2020
Beranda Karesidenan Surakarta Klaten Model Dam, Solusi Cepat dan Efisien Tanam Padi

Model Dam, Solusi Cepat dan Efisien Tanam Padi

Klaten, lingkarjateng.com – Jarum jam masih menunjukkan pukul 06.00 WIB, matahari pun merangkak belum tinggi berlindung dibalik semburat awan di belakang Gunung Lawu, tetapi dinginnya pagi itu tak menyurutkan Ponimin dan dua rekannya bekerja di sawah menjadi tenaga penanam padi di pinggir desa.

Pagi itu Ponimin (40) warga pemuda Desa Polodadi, Karanganom, Klaten sudah melumpur di sawah, menjual jasa sebagai tenaga tanam padi di saat para petani kesulitan mencari jasa tanam padi.

“Dulu tanam padi dilakukan para perempuan istilahnya tenaga tandur. Jalannya mundur dengan menggunakan blak (bilah bambu bantu tanam). Tapi sekarang laki-laki juga bisa tanam padi. Tapi tidak seperti tandur yang jalannya mundur. Kini dengan model dam, tanam padi dilakukan dengan cara maju,” kata Ponimin (40) kepada Tim Pemberian Dinas Kominfo (Kamis,29/10/20) saat tanam padi di salah satu desa di Belangwetan, Klaten Utara.

Ponimin mengaku tanam padi model dam bisa lebih cepat selesai, selain jalannya maju, titik tanam sudah ditentukan dengan alat bantu jadi pematang sawah dibuat petak-petak kecil seperti permainan dam anak-anak tempo dulu, sistim tersebut sesuai anjuran pemerintah dengan model jajar legowo.

“Hari ini kami bertiga menyelesaikan satu patok sawah. Teman kami Pak Slamet yang membuat garis petak. sedangkan saya dan Agus bertugas menanam pagi,” kata Ponimin sambil menancap bibit-bibit padi ke tanah.

BACA JUGA:  Bupati Temanggung Minta Pabrik Rokok Mengindahkan Surat Menperin

Agus (20) rekan Ponimin yang lain menuturkan profesi sebagai tenaga tanam padi sudah dirintis 5 tahun lalu, selain membantu petani yang kini kesulitan mencari tenaga jasa tanam padi, tanam model dam lebih efesien karena bisa dilakukan dengan tenaga kerja sedikit.

“Satu patok sawah bisa diselesaikan tiga orang. Petani tidak susah repot-repot menyiapkan bibit padi, karena bayaran sudah terhitung dengan bibitnya,” kata Agus.

Untuk jasa tanam padi model dam dengan luas satu patok, Agus mematok tarif 550.000 sampai 600.000 tergantung luasannya.

“Tarif itu sudah termasuk bibitnya. Yang penting sawahnya siap tanam. Petani tinggal menengok sawah,padi sudah ditanam. Padi yang kami tanam dengan pembibitan sistem keset jadi padi tidak mudah mati dan cepat menyesuaikan dengan tanah. Bagi yang membutuhkan jasa tanam padi model dam bisa WA kami di nomor 08564141990,” kata Agus.

Agus, Ponimin, dan Slamet memang harus beradaptasi dengan zaman dan peka membaca peluang karena jasa tanam padi masa kini pun harus berubah dan tanam padi model dam bisa menjadi solusi bagi petani ketika tenaga tandur sudah pergi.

“Tenaga tanam padi kini naik kelas. Bukan lagi tenaga marginal, tapi menjadi profesi yang menjanjikan,” katanya.(hms/rds)

Berita Populer

Minta Profesionalitas Aparatur Lebih Dikedepankan

PEMALANG – Bupati Pemalang, Dr. H. Junaedi, SH., M.M didampingi Sekda M. Arifin dan Kepala BKD Pemalang, Sugianto, melantik dan mengambil sumpah janji 105...

Pastikan Personil Pengaman Pilkada Sehat

SEMARANG - Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah (Jateng) melakukan rapid test dan swab test terhadap personel pengamanan pilkada. Hal itu guna memastikan anggota yang...

Ingatkan Bahaya AIDS, Mahasiswa Bagikan Bunga

PATI - Guna memperingati hari AIDS sedunia, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Keluarga Mahasiswa dan Pelajar Pati (KMPP) UIN Walisongo Semarang, membagikan seribu...

Dua Mahasiswi UPGRIS Sukses Juarai Peksiminas 2020

SEMARANG - Pusat Prestasi Nasional, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia menyeelenggarakan Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas) 2020. Kegiatan kompetisi tersebut dimaksudkan untuk mendorong...

Tunda Perilisan “The 355” hingga 2022

LINGKAR JATENG - Universal Pictures mengumumkan bahwa mereka menunda peluncuran film terbarunya yang cukup dinantikan, yaitu "The 355". Film yang semula dijadwalkan pada 15...

Sektor Pariwisata Digadang-Gadang Kembangkan UMKM

MAGELANG - Kepala Bidang Ekonomi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda Litbangda) Kabupaten Magelang, Amirudin Zuhri mengatakan, pemerintah daerah setempat terus...

Covid Meningkat, Pasar Dijaga Ketat

PATI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati akan meningkatkan penjagaan di 36 pasar untuk mengantisipasi perkembangan Covid-19 di wilayah terseebut. Hal ini dilakukan setelah terjadi...

Anggaran Menurun, Target Porprov 2022 Tetap Tinggi

KUDUS - Meski anggaran Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kudus untuk tahun 2021 minim. Pihaknya tetap memasang target tinggi pada gelaran Pekan Olah...

Covid Meningkat, Jam Malam Kembali Diterapkan

PATI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati kembali menerapkan jam malam melalui surat edaran (SE) No. 443/3257 yang dikeluarkan oleh Bupati Pati. Pemberlakuan aturan tersebut...

Mundur Lagi, Darurat Covid-19 Diperpanjang hingga 31 Desember

YOGYAKARTA - Status tanggap darurat bencana pandemi Covid-19 kembali diperpanjang. Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sultan Hamengkubuwono X menyatakan perpanjangan tersebut berlaku hingga 31 Desember....