Kamis, Desember 3, 2020
Beranda Edukasi Meraba Gaya Kepemimpinan Era Pandemi Covid-19

Meraba Gaya Kepemimpinan Era Pandemi Covid-19

Oleh: M. Trihudiyatmanto
Mahasiswa Program Doktor Ilmu Manajemen Unissula Semarang dan Dosen Universitas Sains Al-Qur’an (UNSIQ) Jawa Tengah di Wonosobo

Sejak gelombang demokratisasi ketiga dan keempat melanda dunia pada 1970-an (Huntington, 1991), pemilihan umum (pemilu) telah menjadi norma global dimana lebih dari 90 persen negara di dunia sekarang ini memilih para pemimpin mereka melalui pemilu multipartai yang kompetitif (Van Ham dan Linberg, 2015; Global Commission, 2012). Tak terkecuali Indonesia yang merupakan negara dengan pemilu multipartai yang pelaksanaannya secara langsung baik pemilihan legislatif maupun eksekutif.

Tahun 2020 Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan menjalankan tugasnya melaksanakan pemilu kepala daerah di beberapa wilayah di Indonesia. Pemilihan kepala daerah (Pilkada) secara langsung merupakan kerangka kelembagaan baru dalam rangka mewujudkan proses demokratisasi di daerah. Proses ini diharapkan bisa mereduksi secara luas adanya pembajakan kekuasaan yang dilakukan oleh partai politik yang memiliki kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Selain itu, Pilkada secara langsung juga diharapkan bisa menghasilkan kepala daerah yang memiliki akuntabilitas lebih tinggi kepada rakyat.

Tahun 2020 pemungutan suara Pilkada akan serentak dilaksanakan pada tanggal 9 Desember.  Daerah yang akan melaksanakan Pilkada serentak sebanyak 270 daerah dengan rincian 9 provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota. Banyaknya daerah yang berganti kepala daerah pada Pemilu tahun ini, merupakan pemimpin-pemimpin yang terlahir pada masa pandemi Covid-19. Seperti kita ketahui, sejak awal tahun 2020 sampai pada penghujung tahun belum ada tanda-tanda pandemi akan menurun. Bahkan beberapa daerah yang akan melaksanakan pilkada masuk dalam kategori zona merah. Artinya, penyebaran covid 19 masih tergolong tinggi. Mau tidak mau pemimpin daerah hasil pilkada 9 Desember 2020 akan menghadapi tugas yang sama dengan pemimpin sebelumnya, yaitu berperang melawan pandemi Covid-19 beserta efek domino yang ditimbulkan baik masalah ekonomi maupun sosial.

Di sini pemimpin dihadapkan pada keputusan yang dilematis yaitu antara melakukan intervensi kesehatan atau intervensi ekonomi di masa pandemi saat mengambil kebijakan atau tindakan di lapangan. Dilema tersebut muncul sejak awal pandemi dan akan berlanjut pada pemimpin baru terpilih. Pada kondisi saat ini dibutuhkan seorang pemimpin yang mampu menyeimbangkan kepentingan kesehatan masyarakat dan menyelamatkan perekonomian ditingkat wilayah yang dipimpinnya.

BACA JUGA:  Sanggar Kegiatan Belajar Demak Resmikan Dua Gedung Baru

Para pemimpin terbaik memiliki gaya kepemimpinan yang unggul dan tidak takut dalam membuat keputusan disaat-saat sulit. Mereka akan mampu memperbaiki ketika kesalahan terjadi dan mampu mengelola ego anggota tim serta menetapkan standar kinerja yang terus menerus meningkat. Menurut Bass (1985, dalam Wutun, 2001, h.345), gaya kepemimpinan adalah kemampuan mempengaruhi suatu hubungan yang cenderung mengikuti pola/strategi tertentu untuk pencapaian tujuan bersama. Bernard M. Bass (1990) membagi kepemimpinan menjadi dua tipe, yaitu kepemimpinan transformasional dan transaksional. Karakteristik dari kedua kepemimpinan tersebut tergantung pada standar perilaku, nilai, dan moral dari individu pemimpin. Pada kepemimpinan transaksional, terdapat transaksi atau pertukaran dalam hubungan antara pemimpin dan bawahannya. Pemimpin memberi janji dan imbalan untuk kinerja yang baik atau ancaman dan hukuman untuk kinerja yang buruk kepada bawahan. Pada kepemimpinan transformasional, hubungan antara pemimpin dan bawahan lebih condong pada timbal balik dan berdasarkan pada kepercayaan. Pemimpin meluaskan dan mengangkat minat bawahan dengan memberikan motivasi dan perhatian yang tinggi dan juga dengan membangkitkan kesadaran bagi bawahan.

Pada masa sekarang, gaya kepemimpinan berkembang pesat seperti kepemimpinan karismatik, visioner, demokratis, servant, otokrasi, ethical leadership dan masih banyak lagi. Kepemimpinan tersebut merupakan gaya kepemimpinan kontemporer yang berkembang sesuai dengan perkembangan jaman. Era pandemi Covid-19 ini diharapkan juga akan muncul pemimpin dengan gaya kepemimpinan yang lengkap dan bisa mengatasi jaman tersebut. Pemimpin yang tidak bisa mempunyai gaya yang dibutuhkan saat itu, lama kelamaan akan tergantikan oleh masa yang akan terus berjalan.

Beberapa hal mengenai gaya kepemimpinan yang dibutuhkan saat pandemi Covid-19 sekarang ini yaitu pertama, pemimpin tersebut harus mampu merangkul semua elemen masyarakat untuk bergerak bersama, bekerja bersama, dan mempunyai tanggung jawab bersama dalam mencapai tujuan bersama. Tipe pemimpin seperti ini cenderung mampu berkolaborasi dari berbagai arah baik secara horisontal maupun vertikal. Saatnya kolaborasi kurangi kompetisi, merupakan motto yang patut di implementasikan dalam kepemimpinan. Kedua, di samping dibutuhkan pemimpin yang mampu berkolaborasi dengan segala arah, pemimpin tersebut haruslah mempunyai sifat dasar sidiq, amanah, tablig, fathonah dan istiqomah. Seorang pemimpin yang istiqomah, terus lurus berjalan pada jalan yang lurus. (*)

BACA JUGA:  DPRD Beri Pengawasan Sektor Pendidikan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Populer

Penyandang Disabilitas Butuh Kursi Roda Adaptif

SEMARANG – Pada momentum Hari Disabilitas Internasional, Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kota Semarang menyampaikan sejumlah apresiasi kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang. PPDI juga...

DPRD Pemalang Bahas Pemindahan Ibukota Kecamatan Bodeh

PEMALANG - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pemalang menggelar rapat paripurna jawaban eksekutif atas pandangan umum fraksi terhadap Raperda tentang pemindahan Ibukota Kecamatan...

Wakapolda Jateng : Pastikan Personel Pengamanan Pilkada Sehat

SEMARANG - Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Jateng Brigjen Pol Abiyoso Seno Aji, mengingatkan kembali kepada personel yang terlibat dalam pengamanan Pemilihan Kepala Daerah...

DKK Kudus Fokus Kegiatan Promotif dan Preventif Hadapi Covid

KUDUS - Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus pada tahun 2021 akan semakin gencar melakukan kegiatan promosi dan preventif guna mencegah perkembangan Covid-19. Hal itu...

Tunda Perilisan “The 355” hingga 2022

LINGKAR JATENG - Universal Pictures mengumumkan bahwa mereka menunda peluncuran film terbarunya yang cukup dinantikan, yaitu "The 355". Film yang semula dijadwalkan pada 15...

Masyarakat Harus Kencang Terapkan Prokes

PEMALANG - Perkembangan pandemi Covid-19 terus meningkat di Kabupaten Pemalang. Gugus tugas penanganan Covid-19 Kabupaten Pemalang mengimbau masyarakat untuk tetap kencang menerapkan protokol kesehatan. Juru...

Kapolda Jateng: Anggota Yang Terlibat Operasi Mantap Praja Akan Jalani Swab Test

SURAKARTA - Pilkada serentak bakal berlangsung 9 Desember atau kurang dari 14 hari. Berbagai persiapan pun dimatangkan, termasuk dari jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Jawa...

Harga Sayur Tinggi, Omset Pedagang Menurun

KUDUS - Pedagang sayur di Kabupaten Kudus mengeluh akibat terjadinya penurunan pendapatan beberapa waktu belakangan ini. Hal ini terjadi akibat melonjaknya sayur mayur yang...

Temukan 2.011 Surat Suara Rusak

DEMAK - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Demak telah menyelesaikan penyortiran dan pelipatan surat suara yang dilakukan di Gedung Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI),...

Fokus Program Kerja Prioritas

SEMARANG – Calon Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menegaskan akan membuat prioritas program jika terpilih kembali dalam Pilwakot 9 Desember mendatang. Menurutnya, dengan kemampuan...