Tujuh Desa di Kudus Diminta Selamatkan Fosil

  • Bagikan
Lilik Ngesti Widiasuryani, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kudus
Lilik Ngesti Widiasuryani, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kudus. (ANTARA/ LINGKAR JATENG)

KUDUS – Sebanyak tujuh desa penyangga Situs Patiayam di Kabupaten Kudus, didorong untuk ikut menyelamatkan fosil purba yang ditemukan di kawasan Situs Patiayam. Hal ini dikarenakan hampir setiap tahun ada laporan dari warga yang menemukan fosil purba.

“Kami mencatat di kawasan Situs Patiayam memang terdapat tujuh desa yang menjadi penyangga dan tersebar di Kecamatan Jekulo dan Dawe,” kata Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kudus Lilik Ngesti Widiasuryani, Senin (16/11)
.
Ia mengungkapkan ketujuh desa tersebut, yakni Desa Rejosari dan Kandangmas (Kecamatan Dawe) serta Desa Terban, Honggosoco, Gondoharum, Klaling, dan Tanjung Rejo (Kecamatan Jekulo).

Dengan adanya dukungan tujuh desa penyangga, diharapkan nantinya ada pengembangan wisata di semua desa penyangga.

“Silakan memanfaatkan aset budaya yang ada untuk mempromosikan potensi desanya masing-masing,” ujarnya.

Adapun tujuan digelarnya sosialisasi ini, kata dia, terkait Situs Purbakala Patiayam yang berada di dua kecamatan di Kudus, yakni Kecamatan Dawe dan Jekulo ini sudah menjadi ketetapan sebagai museum terdaftar di tingkat nasional sejak tahun 2019, dan sudah memiliki 10.000 lebih koleksi fosilnya.

BACA JUGA:  Pendapatan Pajak Daerah Kudus Capai 36,04 %

Maka dari itu, dia mengajak masyarakat di desa penyangga untuk turut menyelamatkan fosil purba jika ditemukan di kawasan situs.

Melalui acara tersebut, diharapkan bisa menarik minat masyarakat untuk mengunjungi Museum Situs Purbakala Patiayam sebagai wisata edukasi.

“Jika menjadi desa wisata, juga bisa menjadikan ikon dengan aset sebagai salah satu desa penyangga kawasan situs purbakala patiayam,” ujarnya.

Acara itu juga dihadiri oleh kepala desa, camat, komunitas, dan OPD terkait dengan menghadirkan Kepala dan Pamong Budaya Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran, hingga Kurator Museum Ranggawarsita Semarang.(ara/akh)

  • Bagikan