Pengelola Makam Sunan Kalijaga Perketat Prokes

  • Bagikan
Makam Sunan Kalijaga Demak
SUASANA: Lokasi ziarah di Makam Sunan Kalijaga Demak, Selasa (17/11). (AJI YOGA/ LINGKAR JATENG)

DEMAK – Peziarah dari luar kota mulai ramai mengunjungi objek wisata religi Makam Sunan Kalijaga di Kadilanggu Kabupaten Demak. Pengunjung diwajibkan untuk melakukan 3M. Mencuci tangan pakai sabun atau menggunakan hand sanitizer, menggunakan masker dan menjaga jarak.

Idik Sukoraharjo, salah satu pengelola Makam Sunan Kalijaga menuturkan bahwa di pintu masuk area makam sudah disediakan wastafel dan sabun. Kemudian, terdapat petugas yang menggunakan termometer untuk pengecekan suhu tubuh saat memasuki pintu gerbang masuk. “Kami melarang keras pengunjung yang tidak menggunakan masker,” tegasnya saat ditemui, Selasa (17/11).

Skema pintu masuk dan pintu keluar juga sudah dilakukan. Sebelum pandemi Covid-19, pengunjung dapat menggunakan pintu masuk dan keluar sekaligus. Namun sekarang diperketat, pintu masuk tetap berada di gerbang utama dengan dijaga petugas penitipan sandal, dan pintu keluar berada di belakang makam. Hal tersebut dilakukan untuk menghindandari kerumunan.

“Peziarah wajib menitipkan sandal kepada pengelola, karena pintu masuk dan keluar makam sudah kami bedakan. Sandal akan dibawa oleh petugas ke pintu keluar, sehingga pengunjung dapat langsung mengambilnya,” jelas Idik.

BACA JUGA:  Dewan: Penerapan Perda Jangan Loyo

Ia juga mengatakan bahwa di area makam sudah dipasang tanda jaga jaga jarak. Walaupun tahlil dilaksanakan secara berjama’ah, peziarah tetap diwajibkan untuk menyesuaikan dengan tanda tersebut. Hal ini bertujuan agar niat ibadah para peziarah tidak menjadi kluster baru penyebaran Covid-19.

Salah satu peziarah dari Kabupaten Brebes, Khamid menyadari bahwa penyebaran Covid-19 belum bisa dihentikan. Oleh sebab itu, sebelum ziarah pihaknya sudah mempersiapkan protokol kesehatan. “Masker, hand sanitizer dan surat kesehatan atau hasil rapid test sudah saya siapkan,” katanya. (cr3/gih)

  • Bagikan