Kamis, Desember 3, 2020
Beranda Karesidenan Semarang Kota Semarang Maksimalkan Penggunaan Aplikasi Digital

Maksimalkan Penggunaan Aplikasi Digital

SEMARANG – Gerakan Terintegrasi Koperasi dan Usaha Mikro atau disingkat “Gerai Kopi Mi” memasuki tahun keduanya dalam memberdayakan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di lingkungan kota Semarang. Gerakan yang dinaungi oleh Dinas Koperasi dan Usaha Mikro kota Semarang tersebut, kini fokus pada maksimalisasi aplikasi digital.

Anggota Sarana Prasarana Pemasaran Bidang Pemberdayaan UMKM Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Semarang, Andreas Bayu Widi Hasmoro, mengatakan, Gerai Kopi Mi masih terus dilakukan dengan penyesuaian-penyesuaian protokol kesehatan.

Ia menyampaikan bahwa Gerai Kopi Mi saat ini telah diikuti oleh berbagai UMKM di Semarang dengan segmentasi di 16 Kecamatan dan 177 Kelurahan se-kota Semarang.

“Sampai saat ini ada 16 Kecamatan dan 177 Kelurahan yang tersebar ke 200 tempat di seluruh kota Semarang. Ditambah 7 titik strategis yang melibatkan rumah ibadah seperti Gereja, Wihara, dan juga Masjid,” ujar Andreas ketika ditemui di kantornya, belum lama ini (18/11).

Ia mengaku bersyukur pihaknya telah merilis aplikasi digital jauh-jauh hari. Sehingga ketika pandemi tiba, pihaknya hanya tinggal fokus pada maksimalisasi sistem dan pengelolaanya saja.

BACA JUGA:  Kandidat Ketua PWI Jateng Laporkan Ketua Tim Sukses Rivalnya ke Polisi

“Kami sudah merilis aplikasi Gulo Asem (Gerai Usaha Mikro Lokal Online Asli Semarang) untuk membantu pemasaran UKMK itu tadi, bisa diunduh di playstore. Pasar pastinya juga sudah kami sediakan di Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Sudah ada suratnya juga yang ke OPD itu,” katanya.

Beralihnya pemasaran ke aplikasi online tidak lantas membuat pemasaran dan bazar offline ditinggalkan. Andreas menjelaskan bahwa agenda bazar offline tetap dilakukan pada akhir pekan setiap minggunya.

“Agenda bazar offline-nya tetap ada. Tapi ya itu, kendalanya pada jumlah pengunjung. Tidak banyak pengunjung yang diperbolehkan masuk. Ada pembatasan jumlah pengunjung dalam setiap bazar. Paling banyak ya 100 orang,” pungkasnya. (cr2/gih)

Berita Populer

Ganjar Pranowo Sorot Pembangunan Jalur Pipa Gas Cisem

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyoroti kelanjutan pembangunan pipa gas ruas Cirebon-Semarang (Cisem). Ia menegaskan bahwa infrastruktur gas adalah penting dan harus...

Pembelajaran Tatap Muka Tak Bisa Digelar Serentak

SEMARANG - Munculnya klaster penyebaran Covid-19 di sejumlah sekolah membuat Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus melakukan evaluasi. Menurut Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, rencana...

Pembelajaran Tatap Muka Masih Ditunda

JEPARA - Bupati Jepara Dian Kristiandi belum akan memperbolehkan pembelajaran tatap muka dilaksanakan jika pihak-pihak terkait belum mempersiapkan dengan matang. Ia jua meminta kepala...

Angka Kesembuhan Covid-19 di Jateng Tertinggi Nasional

SEMARANG - Jawa Tengah menempati posisi pertama tingkat kesembuhan harian berdasarkan data Satgas Covid-19 pusat per 30 November. Tercatat bertambah sebanyak 1.289 pasien sembuh. Dengan...

Soal Wisata Pesisir, Butuh Aksi Nyata Pemerintah

SEMARANG - Dalam dunia produksi, Indonesia kalah dari negara-negara lain. Banyak sumber daya alam Indonesia yang dikuasai asing. Mulai dari pertanian, baja, batu bara,...

Manfaatkan Bantuan Mesin Perahu

DEMAK - Nelayan merupakan satu profesi yang turut terdampak Covid-19. Dampak yang paling dirasakan adalah harga ikan yang turun drastis, meskipun hasil tangkapan stabil....

Berkedok Punya Kemampuan Ghaib, Cabuli 9 Pelajar

SEMARANG - Kasus pencabulan anak di bawah umur kembali terjadi. Tersangka yakni S alias E (39), pria asal Kota Semarang. Tak tanggung-tanggung, jumlah korban...

Urban Farming Makin Menjadi Tren di Musim Pandemi COVID-19

SEMARANG - Masyarakat pada masa pandemi COVID-19 punya banyak waktu di rumah untuk melakukan berbagai kegiatan, termasuk urban farming (pertanian perkotaan). Namun, kata Agung Setia...

Lagi, Jateng Nilai Data Satgas Covid-19 Keliru

SEMARANG – Perbedaan data Covid-19 antara pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali terjadi. Tepatnya, pada Minggu (29/11), Satgas Covid-19 Pusat menyebut Jawa...

Percepatan KIT Bersama BUMN

BATANG - Pemkab Batang bersama Konsersium Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang dan BUMN akan membentuk Joint Venture (JV) untuk mengelola KITB. Hal tersebut setelah...