Kamis, Desember 3, 2020
Beranda Edukasi Meta Organisasi dalam Prespektif Kekinian

Meta Organisasi dalam Prespektif Kekinian

Oleh: Heri Purwanto
Mahasiswa Program Doktor Ilmu Manajemen Unissula Semarang dan
Dosen Universitas Sains Al-Qur’an (UNSIQ) Jawa Tengah di Wonosobo

Perkembangan organisasi ditinjau dari sejarah manusia mengalami perkembangan yang signifikan.  Awal mula didefinisikan oleh William G. Scott (1961) dengan membagi teori organisasi menjadi 3 yaitu teori klasik, teori neo klasik dan teori modern. Teori organisasi modern terus mengalami perkembangan sampai pada era Mintzberg (1980) dengan line and staff sampai pada era konsep ambidexterity oleh Margie Parikh (2015) dan self managing organizations yang dirancang oleh Frank Masela (2019).

Bentuk organisasi dapat sangat beragam, namun demikian terdapat satu bentuk organisasi yang umum dan didukung oleh banyak theories seperti Taylor (1911/1967) Coase (1937), Fayol (1949), Drucker (1954), Chandler (1962) dan Friedman (1962/1982), yaitu bentuk organisasi hirarki, birokrasi, managerial, korporasi atau firma yang berdiri secara formal, legal kuno yang disebut organisasi orthodox. Bentuk organisasi ini banyak dikenal luas sehingga bentuk organisasi lain yang lebih informal kadang menjadi tidak tampak.

Organisasi orthodox menempatkan orang secara berjenjang (hirarki), sehingga sebagian orang menjadi superior dan lainnya inferior. Hal ini akibatnya menimbulkan dominasi dan subordinasi. Ia menjadi alat untuk mendapatkan privileges dan keuntungan bagi sebagian orang tertentu. Organisasi orthodox ini sangat tidak demokratis atau bahkan anti demokratis (Miller 1990, Dahl 1998) karena hubungan antar individu ataupun grup tidaklah setara (Laumann 1971, Mousnier 1973, Abercrombie 1980 dst). Bawahan tidak memiliki kebebasan berbicara dan menyampaikan pendapat (Carnoy & Shearer 1980), “democracy stops at the factory gate”.

Kemudian, muncullah sebuah ide akan sebuah organisasi berbeda secara mendasar dengan orthodox, hirarkikal, dan organisasi yang profit oriented (Parker 2014), yaitu organisasi demokratis. Ia menempatkan kesetaraan hak, kebutuhan dan perhatian sebagai yang utama sehingga bentuk manajemennya diharapkan akan menjadi demokratis, non-hirarkikal, dan partisipatif dalam struktur dan proses berorganisasinya.

Organisasi demokratis dapat didefinisikan sebagai bukan organisasi lini yang cenderung hirarki, organisasi demokratis memiliki tujuan yang multi dimensional (sosial, politik, legal, ekonomi dan lingkungan) dengan memperhatikan keseimbangan, kelangsungan yang dimiliki dan di-manage dan di-control oleh individu ataupun kolektif dengan demokratis,  seluruh anggotanya yang setara, emansipasi dan berpartisipasi aktif dalam pemerintahan dan manajemen organisasi, urusan dan aktivitas organisasi.

BACA JUGA:  Selaraskan Pendidikan dan Karier

Selanjutnya, organisasi pun mengalami perkembangan yang berfokus pada konsumen. Model ini dibindani oleh Christian Homburg, John P. Workman, Jr., Ova Jansen (2000), bahwa organisasi tidak saja berdasarkan jenjang seperti yang berfokus pada lini, tetapi muncul dengan istilah meta organisasi yang diusulkan oleh Ranjay Gulati, Phanish Puranam dan Michael Tushman (2012).

Meta organization

Konsep meta-organisasi, yang didefinisikan sebagai organisasi yang memiliki agen otonom secara hukum dan tidak terkait melalui hubungan kerja. Agen dalam definisi ini sendiri bisa menjadi sebuah organisasi (di dalamnya mungkin terdapat hubungan kerja), tetapi dapat diperlakukan sebagai aktor kesatuan untuk tujuan analisis. Jadi, organisasi meta memperebutkan jaringan perusahaan atau individu yang tidak terikat oleh otoritas berdasarkan hubungan kerja, tetapi dicirikan oleh tujuan tingkat sistem. Seperti dalam organisasi tradisional, keberadaan tujuan tingkat sistem tidak mengisyaratkan bahwa agen konstituen membaginya. Maksimalisasi laba mungkin menjadi tujuan perusahaan bisnis tetapi tidak harus menjadi tujuan semua karyawannya.

Dalam meta-organisasi, setiap agen memiliki motivasi, insentif, dan kognisi sendiri, tetapi tidak seperti di perusahaan bisnis tradisional. Mereka tidak terhubung melalui kerangka otoritas formal yang terkait dengan kontrak kerja.

Perkembangan organisasi pada saat ini lebih cenderung mengikuti perkembangan zaman, seperti era melinial yang menggunakan jaringan virtual. Dengan penguasaan teknologi informasi  yang lebih canggih, organisasi terus bisa survive. Banyak dari kita yang telah menggunakan perkembangan bentuk organisasi ini, antara lain GOJEK, GRAB, Tokopedia, Bukalapak dan semua organisasi yang berbasis aplikasi. Semua dilakukan dengan pihak lain, menggaet mitra.

Meskipun teknik organisasi ini bukan merupakan hal yang baru, penggaetan mitra telah lebih dulu dilakukan oleh organisasi-organisasi  franchise yang bergerak pada pembentukan jaringan diluar virtual. Namun perubahan mendasar pada pemanfaatan teknologi yang terjalin pada garis komando, manajemen bahkan sampai metode perekrutan dan reward, membuat terobosan dalam teori organisasi yang layak dikaji dalam penelitian-penelitian selanjutnya. (*)

BACA JUGA:  Dosen Sekolah Vokasi Undip Bantu Kembangkan UMKM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Populer

Jelang Akhir Tahun, Stok Sembako Aman

KUDUS – Jelang akhir tahun, stok bahan pokok sembako di Kabupaten Kudus dikatakan aman. Kepala Seksi (Kasi) Fasilitasi Perdagangan Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, Teddy...

Tim Pemantau Sepi Pendaftaran

SEMARANG – Gelaran Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Kota Semarang terancam tanpa pemantauan dari masyarakat umum. Hal itu menyusul tidak adanya satu pun tim pemantau...

Kapolda Jateng: Anggota Yang Terlibat Operasi Mantap Praja Akan Jalani Swab Test

SURAKARTA - Pilkada serentak bakal berlangsung 9 Desember atau kurang dari 14 hari. Berbagai persiapan pun dimatangkan, termasuk dari jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Jawa...

Jelang Pilkada, Proses Perekaman Sudah Mencapai 96,6%

PEMALANG - Dalam rangka mensukseskan pemilihan kepala daerah (Pilkada) 9 Desember mendatang, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Pemalang berupaya melakukan perekaman. Sampai...

Ubah Tembok Miliki Nilai Estetik

SEMARANG - Sebagian sekolah sudah memulai kembali kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah. Namun masih ada sekolah yang belum kembali menggelar pembelajaran tatap muka. Meski...

Pemda Salurkan Bantuan Kepada Kelompok Tani

PEMALANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang melalui Dinas Pertanian (Dispertan) menyalurkan bantuan pompa air kepada 25 kelompok tani (Poktan) di Pemalang. Bertempat di kantor...

Tolak Intoleransi, Patriot Garuda Nusantara Gelar Aksi Simpatik

MAGELANG - Puluhan warga Magelang yang tergabung dalam Patriot Garuda Nusantara menggelar aksi damai mendukung TNI dan Polri dalam menegakkan muruah dan wibawa negara...

Seluruh Petugas KPPS Jalani Rapid Test

PEMALANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) ingin memastikan kegiatan pemilihan kepala daerah bebas dari penyebaran Covid-19. Berangkat dari hal tersebut seluruh Kelompok Penyelenggara Pemungutan...

Tunda Perilisan “The 355” hingga 2022

LINGKAR JATENG - Universal Pictures mengumumkan bahwa mereka menunda peluncuran film terbarunya yang cukup dinantikan, yaitu "The 355". Film yang semula dijadwalkan pada 15...

Gubernur DKI Jakarta Positif Covid

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengonfirmasi bahwa dirinya positif terpapar Covid-19. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati atas penularan virus tersebut. "Kondisi saya...