Kamis, Desember 3, 2020
Beranda Karesidenan Semarang Kota Semarang UKM Virtual Expo, Solusi Perkembangan Ekosistem Bisnis UMKM di Musim Pandemi

UKM Virtual Expo, Solusi Perkembangan Ekosistem Bisnis UMKM di Musim Pandemi

SEMARANG – Gelaran UKM Virtual Expo II telah berakhir Jumat (19/11/2020) dan mencatatkan transaksi total Rp3,7 miliar. Namun jualan virtual akan tetap menjadi wadah bagi pengusaha kecil dan menengah di Jateng.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan kegiatan “UKM Virtual Expo” yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Dinkop UKM) Provinsi Jawa Tengah membantu perkembangan ekosistem bisnis di tengah lesunya ekonomi akibat pandemi COVID-19.

Pameran virtual adalah ikhtiar guna memfasilitasi usaha kecil dan menengah di Jawa Tengah. Menurutnya, event seperti ini akan terus dilakukan, dengan format yang lebih disempurnakan.
“Anda boleh tunggu tahun depan kita akan buat lagi. Namun ingat, anda tetap bisa belanja di www.ukmvirtualexpo.com,”. Banyak (UMKM) yang sambat (mengeluh) ke saya, jangan sambat, kita cari solusi. Ketika tidak bisa jual konvensional, diadakanlah (penjualan) secara virtual, dibantu Bank Indonesia dan Dinkop UKM, kita promo,” katanya saat menutup kegiatan “UKM Virtual Expo” di Semarang, Jumat (20/11).

Ia mengatakan dengan penjualan secara virtual juga mendorong pelaku UMKM untuk terus belajar bagaimana menjual produk mereka agar tidak kalah bersaing dengan yang lain.

“Kalau jualan di warung depan kan nunggu pembeli, ya ini (secara virtual) jangan menunggu. Penjual harus proaktif, ditawarkan produknya. Oleh karena itu, (UKM Virtual Expo) kita lanjutkan terus, kalau perlu kita permanenkan,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah Soekowardojo mengatakan sejumlah pelaku usaha sudah mulai merasakan dampak positif dari penyelenggaraan penjualan secara virtual yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan Bank Indonesia.

“Berdasarkan catatan kami setelah ada pameran virtual ‘UMKM Gayeng’ sudah ada sepuluh UKM yang akan melakukan ekspor, ada yang ke Australia, Korea Selatan, Swiss, dan Uni Emirat Arab,” katanya.

BACA JUGA:  Kota Surakarta Kembali Buka Pendaftaran Bansos Produktif

Sementara itu, dikatakannya, untuk bisa tumbuh diperlukan kebersamaan antarpelaku UMKM sehingga bisa memperkuat daya saing dan nilai tawar.

“Jangan satu persatu, karena membuat daya saing lemah, daya tawar lemah, cari pembiayaan susah. Termasuk digitalisasi, pelaku UMKM harus bisa digital, kenal ‘market place’. Kalau sudah begitu lebih gampang pembiayaannya,” katanya.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah Ema Rachmawati mengatakan, peserta UKM Virtual Expo II adalah 152 UKM yang fokus kepada produk fesyen. Terdapat 2.768 produk usaha mikrokecil yang ada di dalam Mal Virtual. Adapun, total pengunjung secara virtual sebanyak 9.500 pengunjung. Dari jumlah tersebut ada sekitar 3.464 email penawaran kepada pengusaha. Adapun, total omzet yang diperoleh mencapai Rp3.715.382.000.

“Kami dari UKM Virtual I tidak pernah menutup mal. Sehingga raihan total omzet UKM Mal Virtual sebesar Rp3.484.791.000 untuk UKM Virtual Expo (UVO) I. Sedangkan dari UVO II produk fesyen sampai dengan hari Jumat 20 Nopember 2020 pukul 13.00 WIB telah menghasilkan Rp230.591.000. Omzet ini setiap hari mengalami peningkatan,” ujarnya

Sementara itu, Direktur Utama Bank Jateng Supriyatno mengatakan pendampingan termasuk pembiayaan terus dilakukan oleh Bank Jateng di masa pandemi COVID-19.

“Di masa pandemi ini dinilai orang merupakan masa suram, tetapi justru sekarang pembiayaan supermikro pun ada. Bahkan sebentar lagi pak Gubernur akan mengeluarkan hibah Rp2 juta dengan bunga nol persen. Bukan pelaku usaha saja tetapi juga korban PHK juga memperoleh fasilitas yang sama, ini kesempatan kita dalam melakukan pembiayaan dan pendampingan,” katanya.(hms/rds)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Populer

Dongkrak Kopi Lokal lewat Kompetisi Barista

TEMANGGUNG - Komite Ekonomi Kreatif  (KEK) Provinsi Jawa Tengah bersama dengan Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jawa Tengah. Mengajak para pemuda di...

Tingkatkan Kembali Populasi Ternak Kerbau

DEMAK - Sejak ratusan tahun yang lalu, kerbau merupakan hewan ternak yang banyak dibudidayakan oleh Masyarakat Kabupaten Demak. Namun, akhir-akhir ini populasinya cendereng menurun. Faktor-faktor...

Kapolda Jateng: Anggota Yang Terlibat Operasi Mantap Praja Akan Jalani Swab Test

SURAKARTA - Pilkada serentak bakal berlangsung 9 Desember atau kurang dari 14 hari. Berbagai persiapan pun dimatangkan, termasuk dari jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Jawa...

Korpri Jateng Bangun 237 Rumah untuk ASN

SEMARANG - Ada yang berbeda di hari jadi Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) ke-49 kali ini. Pasalnya, Korpri Jateng siap memberikan fasilitas rumah pada...

Minta Profesionalitas Aparatur Lebih Dikedepankan

PEMALANG – Bupati Pemalang, Dr. H. Junaedi, SH., M.M didampingi Sekda M. Arifin dan Kepala BKD Pemalang, Sugianto, melantik dan mengambil sumpah janji 105...

Soal Dobel Data Covid, Ganjar: Ini Kesempatan Kita Memperbaiki

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menegaskan telah berkomunikasi dengan pemerintah pusat terkait perbedaan data Covid-19. Menurutnya, perbedaan data yang besar antara pusat...

1.708,04 Hektare Lahan Pertanian Diasuransikan

KULON PROGO - 1.708,04 hektare lahan pertanian di Kabupaten Kulon Progo diikutsertakan dalam Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Langkah ini dilakukan guna mengantisipasi kerugian...

900 Orang Mendapatkan Sertifikat PTSL

PEMALANG - Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Pemalang memberikan 900 sertifikat tanah kepada masyarakat di Kecamatan Comal. Pemberian sertifikat tanah tersebut merupakan program dari pendaftaran...

Penanaman 67.000 Pohon di Kudus Libatkan Petani Lereng Gunung Muria

KUDUS - Penanaman 67.000 bibit pohon untuk melestarikan keseimbangan lingkungan di kawasan Pegunungan Muria Kudus, Jawa Tengah yang bertepatan dengan Hari Menanam Pohon Indonesia...

Soal Wisata Pesisir, Butuh Aksi Nyata Pemerintah

SEMARANG - Dalam dunia produksi, Indonesia kalah dari negara-negara lain. Banyak sumber daya alam Indonesia yang dikuasai asing. Mulai dari pertanian, baja, batu bara,...