Biaya Umroh Naik, Jamaah Diminta Tidak Buru-Buru

  • Bagikan
Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Muslim Penyelenggara Ibadah Haji dan Umroh Republik Indonesia (Amphuri) Jawa Tengah, H. Bayu, SH, SE, MM
PAPARAN: Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Muslim Penyelenggara Ibadah Haji dan Umroh Republik Indonesia (Amphuri) Jawa Tengah, H. Bayu, SH, SE, MM, ketika ditemui di kantornya, Minggu (22/11). (NANANG/ LINGKAR JATENG)

SEMARANG – Pelaksanaan Ibadah Umroh bagi kaum Muslim Indonesia memasuki tahap ke-4. Setelah sebelumnya Pemerintah Republik Indonesia memberangkatkan 3 kelompok terbang (kloter) umroh, kini pemerintah memberangkatkan lagi jamaah umroh sebanyak 74 orang pada kloter ke-4.

Hal tersebut dikatakan Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Muslim Penyelenggara Ibadah Haji dan Umroh Republik Indonesia (Amphuri) Jawa Tengah, H. Bayu, SH, SE, MM. Ia menyampaikan bahwa sebanyak 74 orang telah berangkat ke tanah suci pada Minggu (22/11) pukul 10.30 WIB.

Bayu mengatakan, kloter keempat yang diberangkatkan umroh kali ini terdiri dari jamaah campuran dari berbagai daerah di Indonesia. Ia menyampaikan bahwa tidak ada pemilahan khusus terkait jamaah yang akan diberangkatkan umroh.

“Tidak ada kekhususan, semua bebas dari mana aja. Cuma ya itu, karena kita berangkat dalam kondisi pandemi yang mengharuskan protokol kesehatan, maka cost umroh ikut bertambah. Kalau mampu konsekuen dengan tambahan cost ya silahkan berangkat,” ujarnya saat dutemui di kantornya, Minggu (22/11).

Ia juga menekankan bahwa kenaikan biaya umroh erat kaitannya dengan sistem yang mengharuskan penerapan protokol kesehatan secara ketat. Regulasi tersebut secara langsung berimbas terhadap pembengkakan biaya umroh.

BACA JUGA:  Hendi Sembuh dari Covid-19

“Ya gimana ya, regulasinya memang seperti itu. Tidak ada itu namanya monopoli biaya umroh. Kalau pun ada jamaah yang siap dengan biaya setinggi itu saya malah menyarankan untuk memikirkan ulang dan bersabar menunggu terlebih dahulu. Jangan terburu-buru lah. Karena siapa tahu kebijakan tahun depan sudah berubah dan biayanya bisa kembali seperti semula,” jelas Bayu.

Kenaikan biaya umroh itu juga dikonfirmasi oleh Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umroh Kementrian Agama Kota Semarang, Sumari. Ia mengatakan bahwa pelonjakan biaya umroh kali ini hampir menyamai biaya untuk keberangkatan haji.

“Biaya tambahannya lumayan besar memang. Ya kira-kira pada kisaran 10 juta lah tambahannya, pastinya saya kurang tahu. Kalau dikalkulasi, biaya umroh saat pandemi gini sama dengan biaya haji di waktu normal,” ujar Sumari.

Ia juga menghimbau kepada masyarakat untuk bersabar terlebih dahulu terkait keberangkatanm umroh tahun ini.

“Untuk masyarakat yang sudah terlanjur mendaftar, saya himbau sabar dulu lah. Kita sedang berada di masa susah. Lebih mending biaya tambahannya dibuat untuk hal-hal lain yang lebih urgent,” pungkasnya. (cr2/gih)

  • Bagikan