Pasang Lampu Jalan di Jalur Merapi

  • Bagikan
jalur evakuasi Desa Kepuharjo, Cangkringan, Sleman
JALUR EVAKUASI: Truk penambang pasir melintas di jalur evakuasi Desa Kepuharjo, Cangkringan, Sleman. (ANTARA/ LINGKAR JATENG)

SLEMAN – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sleman memasang lampu penerangan jalan di sejumlah tempat sepanjang jalur evakuasi bencana erupsi Gunung Merapi. Tindakan ini dilakukan menyusul kenaikan status menjadi siaga atau level III pada 5 November 2020.

“Sebagai langkah antisipasi, selain akan menempatkan personel untuk mengawasi truk-truk pasir yang lewat jalur evakuasi Merapi, kami juga memasang lampu penerangan jalan umum (LPJU) sepanjang jalur evakuasi,” kata Plt. Kepala Dishub Kabupaten Sleman Arip Pramana,
Senin (23/11).

Dia menjelaskan langkah antisipasi tersebut agar jalur evakuasi steril dari gangguan, seperti dari truk pengangkut pasir dan penerangan jalan juga memadai. Selain itu, pihaknya juga telah menjadwalkan petugas untuk berjaga. Pihaknya menyiapkan 20 unit LPJU pada jalur sepanjang 1,9 km. Fokus pembenahan infrastruktur di Glagaharjo sesuai yang direkomendasikan oleh BPPTKG.

Ia mengatakan jalur evakuasi bencana erupsi Merapi harus bersih dari truk-truk pengangkut pasir. Wilayah yang steril dari kendaraan penambangan tersebut berada di radius bahaya lima kilometer dari puncak Merapi.

BACA JUGA:  Polres Bantul Ungkap 17 Kasus Penyalahgunaan Narkoba

“Saat ini yang harus ‘clear’ jalur evakuasi pada wilayah bahaya yaitu lima kilometer ke arah bawah ke lokasi barak pengungsian Kelurahan Glagaharjo,” imbuhnya.

Selain dilakukan penjagaan, pihaknya memasang lampu penerangan jalan di sepanjang jalur evakuasi dari Dusun Srunen hingga Singlar, Kelurahan Glagaharjo. Lampu ini sebagai pemandu bagi orang yang mau evakuasi dari atas.

“Di luar lokasi barak pengungsian dan titik kumpul yang sudah dipasang sekitar 15 titik baik di Balai Kalurahan Glagaharjo maupun tempat evakuasi hewan di Singlar,” katanya.(ara/akh)

  • Bagikan