Pemkot Yogyakarta Ajukan Penambahan 200 Tenaga Kesehatan

  • Bagikan
Tenaga medis lakukan tes swab
NAKES: Tenaga medis lakukan tes swab. (ANTARA/ LINGKAR JATENG)

YOGYAKARTA – Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta meminta Kementerian Kesehatan menambahkan 200 tenaga kesehatan untuk bertugas di beberapa rumah sakit DIY. Hal ini dikarenakan keterbatasan sumber daya manusia. Penanganan Covid-19 jadi kurang maksimal.

“Kami berupaya memenuhi kebutuhan tersebut dengan cara berkoordinasi bersama Kementerian Kesehatan,” tegas Pembajun Setiyaningastutie, Kepala Dinas Kesehatan DIY, kemarin.

Jumlah 200 itu terdiri atas berbagai macam tenaga kesehatan seperti dokter, perawat, radiografer, ahli teknologi laboratorium medis, dan tenaga medis lain sesuai kebutuhan. Meski begitu, permintaan ini belum direspon oleh Kementerian Kesehatan. Dia berharap pengajuan tersebut bisa lekas diproses agar Pemda DIY bisa lebih maksimal untuk menangani pandemi Covid-19.

Selain bantuan tenaga kesehatan, imbuh Pembajun, Pemda DIY juga akan meminta tambahan ranjang pasien. Jumlahnya sendiri belum bisa dipastikan. Yang jelas jumlahnya tidak linear dengan nakes.

“Jumlahnya tidak linear karena satu ranjang (untuk satu pasien) bisa dirawat banyak tenaga kesehatan. Nanti akan disesuaikan berdasarkan keterbutuhan di sejumlah rumah sakit DIY yang membutuhkan,” jelas Yuli Kusumastuti, Kepala Bidang Dinas Kesehatan DIY.

BACA JUGA:  TNI Ikut Berperang Lawan Kebodohan lewat Perpustakaan Keliling

Menurut Direktur RSUP Dr. Sardjito Utama Rukmono Siswihanto sejauh ini, tiga rumah sakit yang diprioritaskan adalah RSUP Dr. Sardjito, RSA Universitas Gadjah Mada, dan RSPAU dr. S. Hardjolukito. Permintaan penambahan kapasitas nakes sekaligus kapasitas ranjang ini disebabkan oleh kasus Covid-19 yang masih naik.

“Kenaikan kasus harus direspon cepat dengan penambahan kapasitas dan SDM. Covid-19 butuh penanganan khusus,” pungkasnya. (ara/abu)

  • Bagikan