Perjalanan Kepala Sekolah Inspiratif

  • Bagikan
Tri Doyo Basuki, Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Pemalang
Tri Doyo Basuki, Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Pemalang. (AFIFUDIN/ LINGKAR JATENG)

PEMALANG – Tri Doyo Basuki, Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Pemalang mempunyai segudang prestasi. Sebelum diposisinya saat ini, ia sempat memimpin beberapa sekolah di Pemalang menuju perubahan yang lebih baik. Pada 2018 lalu, ia menerima penghargaan tingkat provinsi sebagai kepala sekolah terinspirasi Jawa tengah oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Lahir pada tanggal 12 Januari 1966, Basuki adalah putra daerah asli Pemalang. Ia menyelesaikan pendidikan diplomanya pada tahun 1988 dengan jurusan olahraga di IKIP PGRI Semarang. Setelah itu kembali ke daerah asal untuk mengabdi menjadi guru di salah satu sekolah terpencil pada waktu itu, SMP Negeri 2 Bodeh.

Ia diangkat menjadi PNS pada tahun 1992 dan tetap menjadi guru di SMP Negeri 2 Bodeh. Pada tahun 2004, ia dimutasi pindah ke SMP Negeri 4 Bodeh yang notabene pada waktu itu merupakan sekolah baru, dan pada tahun 2005 untuk pertama kalinya ia diangkat menjadi kepala sekolah.

Setelah beberapa tahun menjadi kepala sekolah, Basuki kemudian dimutasi lagi di SMP Negeri 3 Watukumpul pada tahun 2008 hingga 2011. Setelah menjadi kepala sekolah di sekolah tersebut, Basuki memutuskan untuk tinggal di Watukumpul.

Selama tiga tahun ia mempimpin, SMP Negeri 3 Watukumpul berhasil menambah siswa dan kelas baru, yang tadinya hanya lima kelas menjadi sebelas kelas.

Tak berhenti di situ, pada tahun 2011, takdir membawa Basuki kembali dimutasi ke SMP Negeri 1 Bodeh. Sekolah yang berstatus sebagai Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) ini menjadikan Basuki tambah semangat agar masyarakat pinggiran bisa masuk ke SMP tersebut.

BACA JUGA:  Daerah Operasi Kereta Kelinci akan Dialihkan

Berbagai terobosan dilakukannya, hingga pembukaan kelas baru berbasis IT, Bahasa Inggris, agama, seni dan olahraga. Atas segala terobosan yang dilakukannya, SMP Negeri 1 Bodeh berhasil menjuarai Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) selama 5 tahun berturut-turut.

Setelah selama Lima tahun menjadi kepala sekolah di SMP Negeri 1 Bodeh, kemudian Basuki kembali dimutasi ke SMP Negeri 1 Comal. Namun belum genap satu tahun, Basuki kembali di mutasi ke SMP Negeri 2 Pemalang.

Menjadi Kepala Sekolah di SMP Negeri 2 Pemalang tidak membuat Basuki merasa nyaman. Dirinya terus melakukan inovasi-inovasi. Terbukti dengan tercapainya juara umum Popda pada tahun 2017 hingga 2019.

Tidak berhenti sampai disitu, Basuki juga mengajak siswa dan guru untuk menulis. Sampai saat ini sudah ada tiga buku ontologi puisi hasil dari kolaborasi siswa dan guru.

Dari perjalanan tersebut, Basuki mendapat penghargaan tingkat provinsi sebagai kepala sekolah terinspirasi Jawa tengah oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada 2018 lalu. Basuki mengungkapkan bahwa pihaknya masih dalam proses penyelesaian projek pembuatan cerpen, menurutnya akan selesai pada tahun 2021 mendatang.

Ia pun mengajak kepada guru-guru lainnya agar tidak berdiam diri di zona nyaman. “Beranilah bapak-ibu guru keluar dari zona nyaman, mencari yang terbaik,” ujarnya saat diminta memberi pesan di Hari Guru 2020, Selasa (24/11).

“Saya yakin bapak-ibu guru banyak yang memiliki kelebihan-kelebihan yang belum sempat digali. Ketika mau saling belajar bersama insya Allah kelebihan yang dimiliki bapak-ibu guru akan menjadi prestasi,” imbuhnya singkat. (cr1/gih)

  • Bagikan