Jumat, Januari 22, 2021
Beranda UMKM Ditengah Pandemi, Usaha Kain Tenun Goyor Tetap Bertahan

Ditengah Pandemi, Usaha Kain Tenun Goyor Tetap Bertahan

PEMALANG Di masa pandemi ini banyak bidang usaha yang merasakan dampaknya, baik kuliner, jasa maupun pemasaran produk. Tidak terkecuali pengrajin tekstil tenun Goyor. Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang terletak di Desa Kabunan, Taman, Kabupaten Pemalang ini juga merasakan dampaknya.

Pemilik home industri tekstil tenun Goyor, Supari atau yang akrab dipanggil Darto ini mengatakan, pada awal masa pandemi belum terasa, tapi untuk akhir-akhir ini kami merasakannya. Menurutnya hal ini disebabkan karena adanya pandemi, sehingga beberapa target pasar yang dituju beberapa terhenti distribusinya.

“Akhir-akhir ini kami mulai merasakan perubahan penjualan karena konsumen meminta kualitas ditingkatkan sedangkan harga sedikit turun, yang tadinya kami mengirim keberbagai kota, sekarang hanya di daerah Pemalang dan sekitarnya,” Supari atau yang akrab dipanggil Darto.

Darto menjelaskan, sarung atau kain tenun Goyor ini memiliki keistimewaan dari sarung atau kain yang lain. Menurutnya, hal ini dikarenakan proses pembuatannya yang masih manual sehingga sangat teliti sampai ke detail.

BACA JUGA:  Bank Perlu Dorong 82 Persen UMKM Terdampak

“Kain ini dibikin secara manual, sehingga lebih detail dan tidak bisa ditiru oleh mesin,” lanjutnya.

Lebih detail Darto menjelaskan, pada awalnya ia sempat mengantar salah satu teman, yang kebetulan adalah seorang pekerja tenun Goyor. Berangkat dari obrolan tersebut, akhirnya Darto mulai tertarik dan langsung nencoba.

“Basic saya sebenernya orang lapangan mas, sama sekali tidak pernah bekerja di bidang tenun. Saya hanya punya niat mencoba, bismillah dan ternyata hasilnya Alhamdulillah,” lanjutnya.

Sementara itu, Darto juga menjelaskan bahwa awalnya ia hanya mempunyai satu alat tenun. Namun, sekarang pihaknya sudah mempunyai 14 alat tenun dan memperkerjakan 14 karyawannya.

Lebih lanjut, usaha tenun ini sudah dirintis mulai tujuh tahun yang lalu dan masih menggunakan rumah pribadi. Sekarang pria berusia 45 tahun tersebut sudah mempunyai pondok produksi.

“Dalam satu Minggu kami mengahasilkan empat kodi kain atau sarung tenun Goyor, itu dihasilkan dari 14 karyawan yang membantunya,” pungkasnya. (cr1/fat)

Berita Populer

Dukungan Terhadap Calon Tunggal Kapolri Terus Mengalir

SEMARANG - Dukungan terhadap calon tunggal Kapolri Komjen Drs Listyo Sigit Prabowo, M.Si terus mengalir. Mulai dari kalangan tokoh agama, aktivis, hingga seniman. Ketua Forum...

Sopir Mengantuk, Armada Sosor Truk Gandeng

PATI - Nasib apes dialami Subiyono (29). Karena mengantuk, sopir truk tangki pengangkut gamping bernomor polisi F 9487 FE itu kehilangan kontrol kendaraannya hingga...

1.775 Hektare Sawah Terendam Banjir

PEMALANG - Curah hujan yang tinggi yang belakangan ini terjadi menyebabkan 1.775 hektare sawah di Kabupaten Pemalang mengalami kebanjiran dan dipastikan sebagian wilayah mengalami...

Ganjar Pastikan Tempat Isolasi Aman

SEMARANG - Kasus Covid-19 di Jawa Tengah belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Bahkan, per Selasa (19/1), total kasus kematian sudah menembus angka 7 ribu jiwa. Menurut...

Mahasiswa Sukses Kembangkan Bisnis Cupang

SEMARANG - Melemahnya sektor ekonomi Nasional akibat pandemi Covid-19 memaksa masyarakat untuk lebih kreatif dalam merintis maupun mengembangkan usaha guna kembali memulihkan kondisi ekonomi....

Terapi Plasma Konvalesen Beri Angin Segar

SEMARANG - Program terapi plasma konvalesen memberi angin segar penanganan Covid-19. Di Jawa Tengah sendiri, terdapat dua tempat yang dijadikan pengembangan terapi plasma, yakni...

Pemprov Wajibkan CPNS Tandatangan Setia NKRI dan Antikorupsi

SEMARANG - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) meminta Calon Pegawai Sipil Negara (CPNS) menjaga integritas selama menjalankan tugas. Untuk memastikan hal itu, mereka...

Plt Bupati Pacu Kinerja Perangkat Daerah

KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus terus mengupayakan yang terbaik untuk segala hal yang ada di wilayahnya. Hal ini dibuktikan dengan penyerahan penghargaan kepada...

Pemprov Jateng Genjot Ekspor Produk Herbal

SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berusaha menggenjot ekspor produk herbal tahun ini. Produk ini dinilai banyak dibutuhkan sebagai salah satu penguat imun tubuh...

Pemohon Santunan Kematian Covid-19 Capai 185 orang

KUDUS - Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DSP3AP2KB) Kabupaten Kudus mencatat jumlah pemohon santunan kematian akibat penyakit Covid-19...