Rabu, Januari 27, 2021
Beranda Karesidenan Pati Kudus DKK Kudus Musnahkan 4 Kuintal Limbah Covid-19 Tiap Hari

DKK Kudus Musnahkan 4 Kuintal Limbah Covid-19 Tiap Hari

KUDUS – Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus dalam sehari memusnahkan 400 kilogram limbah medis Covid-19. Limbah yang termasuk pada kategori bahan berbahaya dan beracun (B3) ini berasal dari kegiatan pasien isolasi Covid-19 yakni ruang pemeriksaan, ruang perawatan, ruang laboratorium, ruang pencucian alat.

“Setelah digunakan, alat-alat itu berubah menjadi limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Sebab sifatnya sekali pakai,” ujar, Plt. Kepala DKK Kudus, Abdul Aziz Achyar, Selasa (24/11).

Limbah yang dihasilkan dari penanganan Covid-19 ini terdiri dari masker bekas, sarung tangan bekas, perban bekas, tisu bekas, plastik bekas minuman dan makanan, kertas bekas makanan dan minuman. Selain itu juga terdapat Alat suntik bekas, set infus bekas, bekas alat pelindung diri (APD), hingga sisa makanan pasien.

Aziz menjelaskan, selain menghimpun limbah medis dari fasilitas kesehatan, pihaknya juga memusnahkan limbah medis yang berasal dari rumah. Berbagai limbah tersebut didapat dari orang dalam pemantauan (ODP) yang menjalani karantina mandiri di rumah.

Ia menjelaskan, pemusnahan limbah medis infeksius itu tidak bisa sembarangan, harus dibakar dengan insinerator berizin resmi dengan suhu 800 derajat celcius atau lebih. Melalui proses ini, limbah medis tersebut tidak menghasilkan senyawa berbahaya dioksin.

BACA JUGA:  Pengibaran Bendera Setengah Tiang Masih Sedikit

“Di Jawa Tengah baru ada 6 Rumah Sakit yang memiliki fasilitas pemusnah limbah Covid yang berizin, salah satunya RSUD Loekmonohadi,” imbuhnya.

Ia juga menjamin, proses pembakaran limbah yang dilakukan oleh pihaknya tidak akan membahayakan masyarakat. Hal ini dikarenakan proses pemusnahan dilakukan secara tertutup di rumah sakit.

“Untuk abu sisa pembakaran, kami menggunakan pihak ketiga untuk mengelolanya sesuai prosedur,” lanjutnya.

Jika tidak dikelola dengan prosedur yang ketat, limbah medis dari penanganan pasien dengan penyakit menular dikhawatirkan menjadi sumber penularan penyakit bagi orang-orang sekitar. Pemusnahan limbah secara tepat dan benar sangat penting untuk memutus mata rantai penularan virus.(cr/akh)

Berita Populer

KNKT Lanjutkan Pencarian CVR

JAKARTA - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) melanjutkan pencarian kotak hitam “Cockpit Voice Recorder” (CVR). Meskipun, operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) pesawat Sriwijaya Air...

Ganjar Pesan 100 Unit GeNose

SEMARANG – Inovasi Universitas Gadjah Mada (UGM) mendapat sambutan baik oleh pemerintah pusat. Alat pendeteksi buatannya, yakni GeNose C19 resmi dijadikan alat uji resmi...

Ganjar Sebut PPKM Berdampak Positif

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyebutkan, pelaksanaan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) jilid I berdampak positif. Hal tersebut mengacu pada tingkat keterpakaian...

Resmikan Musala, Bupati: Semoga Berkah

KUDUS - Kehadiran Musala yang representatif di Blok D2 Pasar Kliwon diharapkan mendatangkan berkah bagi pedagang. Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kudus,...

Dampingi Gubernur, Hartopo Pastikan Vaksinasi Lancar

KUDUS - Guna mengakselerasi pemutusan rantai infeksi Covid-19, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus terus melakukan vaksinasi. Pada hari kedua, vaksinasi untuk tenaga kesehatan berjalan lancar....

Ganjar Lepas Relawan Penanganan Gempa di Sulbar

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengirimkan sejumlah relawan ke Sulawesi Barat untuk membantu penanganan bencana gempa bumi di wilayah tersebut. Sebanyak 15...

Pembebasan Lahan Ganjal Pembangunan Tol Semarang-Demak

SEMARANG – Pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak masih terus berlanjut. Meski begitu, pembebsan lahan masih menjadi problem utama. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo megatakan, kendala pembebasan...

Realisasi APBD 2020 Mampu Capai 97,93%

SEMARANG - Dihadapkan pada berbagai tantangan di masa pandemi, Pemerintah Kota Semarang tetap terus berkomitmen mengoptimalkan pelayanan. Tidak hanya pelayanan berbagai program pembangunan untuk...

Pemprov Jateng Genjot Ekspor Produk Herbal

SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berusaha menggenjot ekspor produk herbal tahun ini. Produk ini dinilai banyak dibutuhkan sebagai salah satu penguat imun tubuh...

DPRD Kawal Kartu Tani dan Distribusi Pupuk

PATI - Proses pembuatan kartu tani yang berbelit-berbelit ditengarai menjadi penyebab masih banyak petani kesulitan mendapatkan pupuk subsidi. Hal tersebut menjadi perhatian Dewan Perwakilan...