Ganjar Pranowo Sorot Pembangunan Jalur Pipa Gas Cisem

  • Bagikan
Jalur Pipa Gas Cisem
RESMIKAN: Peletakan batu pertama pembangunan jaringan pipa gas transmisi Cirebon-Semarang sepanjang 255 km di rest area KM 379 Tol Batang-Semarang, beberapa waktu lalu. (SIGIT AF/ LINGKAR JATENG)

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyoroti kelanjutan pembangunan pipa gas ruas Cirebon-Semarang (Cisem). Ia menegaskan bahwa infrastruktur gas adalah penting dan harus menjadi prioritas.

“Gas kita banyak dan melimpah tetapi belum digunakan. Harapan saya bisa secepatnya menggunakan energi gas yang relatif ramah lingkungan,” kata Ganjar, Kamis (26/11).

Menurutnya, sampai hari ini belum menemui titik terang. Saat pertemuan terakhir dengan Ganjar bulan Agustus 2020 lalu, pihak terkait menyepakati bisa memulai proyek pada akhir September 2020.

“Cisem itu kemarin Komisi VII datang, BPH Migas datang, Rekind datang, terus PT Gas janji September akhir dan saya minta maju tidak bisa. Tapi sampai hari ini belum ada tanda-tanda apa pun. Itu perlu di gaspol juga,” katanya.

Saat ditanya soal kontribusi kawasan industri, Ganjar mengatakan dampak nyata yang terlihat adalah tingginya serapan tenaga kerja. Dari data tahun 2016 sampai triwulan I, II, dan III tahun 2020 serapan tenaga kerja sangat besar.

“Realisasi investasi PMA kami juga bagus, paling tinggi Batang dan Jepara masing-masing 35 persen. Jepara ini cukup agresif dan saya sempat was-was karena tukang ukir ingin berubah menjadi buruh. Bupati sudah saya minta segera ambil sikap, khususnya industri furniture harus kita protect. PMDN kita juga lebih besar, tertinggi ada di Kabupaten Tegal, lalu Kota Semarang dan Grobogan,” jelas Ganjar.

BACA JUGA:  Ganjar Apresiasi Habib Luthfi Undur Maulid Akbar

Ganjar menambahkan, kebijakan Pemprov Jateng ingin membuka kawasan industri baru sekaligus rintisan pertanian yang terintegrasi. Kemudian mendorong pengembangan kawasan industri di daerah penyangga. Tidak hanya itu, kolaborasi dengan kawasan industri yang sudah ada, baik di Jateng maupun di daerah lain juga akan dilakukan untuk meningkatkan daya saing global.

“Kenapa pertanian kami masukkan karena kami ingin dorong agar lahan bisa menjadi bagus dan produktivitas pertanian meningkat dan lumbung pangan terjaga. Kami juga ingin industri kecil mendapatkan tempat dan mengembangkan industri masa depan yang ramah lingkungan atau yang bisa melengkapi industri masa depan yang ramah lingkungan,” katanya.

Sementara itu, pembangunan kawasan industri di Brebes juga masih masuk dalam rencana prioritas Jawa Tengah. Saat ini Ganjar masih menunggu jawaban dari pemerintah pusat agar kawasan industri Brebes masuk dalam prioritas nasional. “Kita butuh kecepatan untuk ini,” pungkasnya. (git/gih)

  • Bagikan