Ubah Tembok Miliki Nilai Estetik

  • Bagikan
guru SD N Ngemplak Simongan 02 Semarang Barat
BANGGA: Para guru SD N Ngemplak Simongan 02 Semarang Barat berpose di depan gambar yang berada di sekolah, Kamis (26/11).(MUHAMMAD FATHONI/ LINGKAR JATENG)

SEMARANG – Sebagian sekolah sudah memulai kembali kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah. Namun masih ada sekolah yang belum kembali menggelar pembelajaran tatap muka.

Meski belum melakukan pembelajaran tatap muka, tidak menghalangi SD N Ngemplak Simongan 02 Semarang Barat berkreasi. Baru-baru ini pihak sekolah mengadakan lomba, dengan mengajak paguyuban wali siswa untuk mengecat tembok sekolah.

Tidak hanya sekedar mengecat tembok. Para peserta lomba tersebut harus melukis tembok sekolahan dengan tempat-tempat wisata dan ikon yang ada di Semarang.

“Melukis tembok. Daripada hanya polos kan kurang enak. Supaya indah. Kemudian melibatkan orang tua murid agar mereka mempunyai rasa memiliki sekolahan,” kata Kepala Sekolah SD N Ngemplak Simongan 02, Mujiyono, S.Pd.

Dalam lomba melukis ini, pihaknya memilih tema tersebut untuk mengenalkan tempat-tempat wisata di Kota Semarang. Dalam lukisan tersebut ada gambar Lawang Sewu, Kebun Binatang Mangkang, Kota Lama dan ada juga gambar Balaikota.

Mujiyono sengaja mengajak paguyuban wali murid agar mereka ikut merasa memiliki sekolah tersebut. Sehingga para orang tua peduli dengan sekolah.

“Harapan kami, orang tua merasa memiliki sekolahan, kalau mereka tumbuh rasa memiliki sekolahan berarti dia peduli. Mereka akan merasa menjadi bagian dari sekolah biar mereka juga merasa bangga,” terangnya.

BACA JUGA:  Kapolda Jateng Pantau Pengamanan Kota Lama Semarang Jelang Perayaan Malam Tahun Baru 2020

Untuk mengantisipasi terjadinya kerumunan, pihak sekolah menjadwal waktu pengerjaan lomba tersebut. Setiap kelas diberikan waktu satu pekan untuk menyelesaikan lukisan mereka. “Yang penting tetap menjaga jarak protokol kesehatan,” ungkap Mujiyono.

Pihak sekolah juga memberikan bantukan kepada peserta lomba. Di antaranya dengan cat lima pilihan warna dan juga cat untuk peserta kreasikan.

Sementara itu, Suratno, salah satu tokoh masyarakat setempat merasa senang dengan lukisan yang diinisiasi oleh sekolah. Menurutnya banyak warga yang melalui RT 07 selalu melihat lukisan karya paguyuban wali murid tersebut.

“Dengan adanya gambar ini mempersatukan kebudayaan. Jadi kalau lingkungan di sini alhamdulillah senang. Kalau ada orang luar lewat mesti nengok. Bahkan ada yang dua kali lewat,” ujarnya.

Menurutnya dengan adanya gambar wisata dan ikon di Kota Semarang itu membuat anak-anak menjadi lebih mengetahui tempat-tempat tersebut. Karena ada beberapa anak yang mungkin belum pernah berkunjung ketampat-tempat tersebut. (fat/gih)

  • Bagikan