DKK Kudus Fokus Kegiatan Promotif dan Preventif Hadapi Covid

  • Bagikan
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus, Abdul Aziz Achyar
PENCEGAHAN: Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus, Abdul Aziz Achyar memberikan sosialisasi kepada masyarakat menganai pencegahan penyebaran Covid-19. (KUKUH/ LINGKAR JATENG)

KUDUS – Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus pada tahun 2021 akan semakin gencar melakukan kegiatan promosi dan preventif guna mencegah perkembangan Covid-19. Hal itu dilakukan sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran virus di daerah tersebut.

Plt. Kepala DKK Kudus Abdul Aziz Achyar menyebutkan, upaya tersebut dilakukan dengan meningkatkan sosialisasi, publikasi dan edukasi kepada masyarakat. Menurutnya, langkah pencegahan yang paling baik adalah dengan memberikan pengetahuan yang kemudian menimbulkan kesadaran.

“Tentunya kami masih fokuskan penanganan Covid-19. Itu kami sesuaikan dengan himbauan Menteri Kesehatan, untuk lebih mengedepankan upaya promotif dan preventif. Itu bisa berjalan, kuncinya masyarakat harus bisa diajak kerja sama,” katanya, Selasa (24/11).

Hal itu diprioritaskan untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan, demi berhentinya penyebaran virus Covid-19. Selain itu program tambahan yang akan dilakukan pada tahun depan adalah vaksinasi Covid-19.

“Kami akan lebih berkerja keras lagi pada tahun 2021. Mengingat sektor kesehatan menjadi salah satu yang diprioritaskan dalam APBD tahun depan. Harapannya apa yang dicanangkan bisa berjalan sesuai ekspektasi,” imbuhnya.

BACA JUGA:  Sebagian Tamu sudah Datang, Resepsi Pernikahan Dibubarkan

Lalu, sektor kesehatan juga menjadi salah satu fokus Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus pada APBD 2021. Total anggaran APBD tahun depan mencapai 1,8 triiun, secara rincinya untuk apa saja masih menunggu hasil pembahasan RAPBD.

Dalam anggaran nasional, kesehatan juga menunjukkan sebagai prioritas dengan ditandai adanya kenaikan secara prosentase sebesar 6,2 persen atau lebih tinggi dari yang diamanatkan UU Kesehatan sebesar 5 persen. Meskipun secara nominal menunjukkan angka penurunan dari anggaran Rp 212,5 triliun pada tahun ini menjadi Rp 169,7 triliun untuk tahun depan.(cr/akh)

  • Bagikan