Harga Sayur Tinggi, Omset Pedagang Menurun

  • Bagikan
Harga Sayur Tinggi
JUAL BELI: Seorang pedagang sedang melayani pembeli di Pasar Bitingan, beberapa waktu lalu. (AHMAD RIFA’I/ LINGKAR JATENG)

KUDUS – Pedagang sayur di Kabupaten Kudus mengeluh akibat terjadinya penurunan pendapatan beberapa waktu belakangan ini. Hal ini terjadi akibat melonjaknya sayur mayur yang dijual. Sulastri warga Jati Kulon, yang merupakan penjual sayur di Pasar Bitingan Kudus menjelaskan, saat ini penghasilannya mengalami penurunan.

“Sekarang harga mahal semua. Jumlah pembelian barang berkurang. Sehingga keuntungan kami hanya sedikit,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Saat ini, harga cabai merah keriting mencapai Rp 26.800 per kilogram,sedangkan cabai merah besar Rp 33.000 tiap kilo, cabai rawit merah Rp 29.000 per kilog dan untuk cabai rawit hijau Rp 25.000 per kilo. Sedangkan untuk bawang merah mencapai Rp 35.000 per kilogram, bawang putih Rp 22.000 per kilogram. Serta tomat Rp 8.000 per kilogram, sayur kol Rp 8.000 per kilogram.

Ia menjelaskan, penurunan omset penjualan mencapai 50 persen jika dibandingkan sebelumnya. Ia berharap harga sayur bisa segera turun. Sehingga penghasilannya bisa kembali normal.

Keadaan ini juga dikeluhkan oleh pembeli yang berpofesi sebagai penjual makanan. Yuni yang kesehariannya adalah sebagai pedagang makanan di kampungnya, mengaku sangat sedih, mengingat penghasilannya juga menurun disebabkan mahalnya bahan baku.

BACA JUGA:  Jeli saat Membeli Jamu Instan

Sementara itu, Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus menjelaskan tingginya harga sayuran karena banyaknya permintaan. Pasalnya akhir-akhir ini masyarakat mulai menggelar acara besar yang membutuhkan hidangan dalam jumlah besar, seperti hajatan.

“Tentunya dalam pembelian skala besar masyarakat memilih pedagang ke pedagang besar yang menyedikan grosiran. Lalu yang dirugikan ya pedagang kecil dan pelaku UMKM,” jelas Kasi Fasilitasi Perdagangan, Teddy Hermawan.(cr/akh)

  • Bagikan