Klaster Keluarga Mendominasi

  • Bagikan
Pjs. Wali Kota Semarang, Tavip Supriyanto
Pjs. Wali Kota Semarang, Tavip Supriyanto. (NANANG/ JOGLO JATENG)

SEMARANG – Kecamatan Tembalang menjadi penyumbang kasus Covid-19 tertinggi di Kota Semarang beberapa hari terakhir. Hal itu dikonfirmasi oleh Pjs. Wali Kota Semarang, Tavip Supriyanto di sela-sela razia masker di jalan Pusponjolo, Semarang Barat, Senin (30/11).

Tavip mengatakan, ada dua faktor yang menyebabkan tingginya kasus Covid-19 di Kecamatan Tembalang. Yaitu adanya libur panjang akhir pekan dan adanya sejumlah penularan Covid-19 dari klaster keluarga.

“Ya benar, Tembalang sempat jadi yang tertinggi. Kasus Covid-19 di sana tinggi, selain karena adanya libur panjang, juga karena merebaknya klaster keluaga. Ini yang sangat tinggi di kota Semarang,” ujar Tavip.

Ia juga menyampaikan bahwa dalam keluarga, jika satu orang terkena Covid-19, maka sangat mungkin keluarga yang lain juga akan terkena. Menurutnya, tidak heran jika dalam sebuah keluarga yang terkena Covid-19 bisa sampai enam atau tujuh orang.

“Kalau satu kena, yang lain otomatis kena juga, kan sehari-hari bareng. Nah, klaster keluarga ini yang sangat mendominasi dalam satu dua hari terakhir,” jelasnya.

BACA JUGA:  Pariwisata Didorong Berlabel CHSE

Tavip juga menyoroti gelaran Pasar Pagi Sambiroto. Ia mengatakan, pihaknya akan mengevaluasi pasar tersebut yang digelar tiap Minggu. Rencana evaluasi itu menguat setelah adanya laporan kerumunan pada gelaran pasar tersebut.

“Untuk tempat publik yang ada kerumunan, akan kami evaluasi semuanya. Di Pasar Krempyeng (Sambiroto) Tembalang dan wilayah lain akan kami evaluasi,” tandasnya.

Ia pun menghimbau kepada masyarakat untuk tetap patuh pada protokol kesehatan agar kasus Covid-19 bisa segera melandai. Agar masyarakat bisa tenang saat gelaran Pilwalkot mendatang. (cr2/gih)

  • Bagikan