Sampai Akhir Tahun, Minyak Curah Stabil Tinggi

  • Bagikan
minyak curah
TINGGI: Seorang penjual di salah satu pasar di Kabupaten Kudus sedang mengambil minyak curah yang diprediksi harganya tetap tinggi sampai akhir tahun. (AHMAD RIFA’I/ LINGKAR JATENG)

KUDUS – Saat ini minyak curah mengalami kenaikan harga, maka dari itu masyarakat disarankan untuk menggunakan minyak kemasan. Menurut Kepala Seksi (Kasi) Fasilitasi Perdagangan Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, Teddy Hermawan minyak kemasan jauh lebih higenis dan lebih murah.

Harga minyak curah di pasaran sekarang per kilo gram mencapai harga Rp12.700 untuk harga grosir. Sedangkan untuk harga ecer berkisar Rp13.000 sampai dengan Rp14.000 per kilogram. Ia menjelaskan harga minyak curah stabil di harga yang tinggi sejak beberapa bulan terakhir, yakni sebesar Rp12.000 per kilogram.

“Jadi tidak ada kenaikan yang signifikan,” ujarnya belum lama ini.

Ia menjelaskan, harga tinggi bukan dipengaruhi karena jumlah permintaan yang banyak maupun barang langka. Tetapi ia meyakini bahwa harga tinggi adalah karena biaya produksi tinggi.

“Sekarang minyak curah harganya segitu. Lebih baik masyarakat ke minyak kemasan saja. Jelas lebih baik secara kualitas dan lebih higenis,” umbuhnya.

Hal itu dibenarkan oleh Mohari, warga Pasuruan Kecamatan Jati yang berprofesi sebagai penjual minyak curah. Ia memprediksi harga tinggi akan sampai akhir tahun. Soalnya, sampai saat ini belum ada tanda-tanda harga akan turun.

BACA JUGA:  Begini Syarat dan Cara Mengurus Akta Perkawinan

“Harga segitu sudah dari lama. Sebelum pandemi pun sudah berada di kisaran Rp 11 ribuan. Kemudian di harga Rp 12 ribuan sudah sekitar tiga bulan ini,” tambahnya.

Ia berharap harga bisa cepat turun, karena dengan harga segitu hanya mendapat untung sedikit. Harga dari pabrik Rp12.400, kemudian ia jual dengan harga Rp 12.700. Untung perkilo hanya Rp300 saja.(cr/akh)

  • Bagikan