HIV Aids Didominasi Perilaku Seks Tidak Aman

  • Bagikan
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang, Yulies Nuraya
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang, Yulies Nuraya. (AFIFUDIN/ LINGKAR JATENG)

PEMALANG Hari HIV Aids sedunia biasa diperingati setiap tanggal 1 Desember. Khusus untuk peringatan tahun ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang menyelenggarakan perkumpulan konselor HIV Aids (PKVHI) cabang Pemalang lewat daring. Hal ini disebabkan karena kondisi Pemalang yang sampai hari ini masih dalam kondisi gawat darurat Covid-19.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang, Yulies Nuraya mengatakan, sampai sekarang pihaknya masih melakukan pembentukan warga peduli Aids (WPA). Selain itu, berbagai sosialisasi juga telah dilakukan.

“Dalam memahamkan masyarakat terhadap penyakit HIV Aids kami berupaya membentuk WPA, dan terus melakukan sosialisasi, baik media massa maupun media elektronik,” katanya.

Yulies melanjutkan, sampai saat penderita HIV Aids di daerah Pemalang mencapai 555 kasus. Mayoritas kasus itu didominasi oleh perilaku seks yang beresiko. Menurutnya hal ini disebabkan oleh kurangnya pemahaman masyarakat akan bahaya serta dampak dari perilaku seks yang tidak aman.

“Seks yang tidak aman merupakan perilaku seksual yang tidak menggunakan alat kondom dengan orang berbeda, melakukan hubungan seks dengan pengguna narkoba dan lain-lain.” lanjutnya.

BACA JUGA:  Bupati Pemalang Berharap Disiplin Prokes Ditingkatkan

Lebih lanjut Yulies menjelaskan, dalam menangani kasus HIV Aids, pihaknya menerima informasi dari masyarakat terkait adanya penderita HIV Aids serta melakukan temuan. Kemudian dilanjutkan dengan proses pengobatan secara masif.

Yulies berharap kepada masyarakat agar tidak ada diskriminasi terhadap orang dalam HIV Aids (ODHA). Mengingat penyakit ini rawan diskriminasi dalam kehidupan bermasyarakat.

“Selain diskriminasi, jangan sampai muncul stigma terhadap ODHA karena penyakit tersebut juga tidak akan menular melalui kontak fisik. Yang terpenting jauhi penyakitnya, bukan orangnya,” pungkasnya. (cr1/fat)

  • Bagikan