Jelang Akhir Tahun, Stok Sembako Aman

  • Bagikan
Pasar Bitingan Kudus
STABIL: Salah satu pedagang beras yang berjualan di Pasar Bitingan Kudus. (SYAMSUL HADI/ LINGKAR JATENG)

KUDUS – Jelang akhir tahun, stok bahan pokok sembako di Kabupaten Kudus dikatakan aman. Kepala Seksi (Kasi) Fasilitasi Perdagangan Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, Teddy Hermawan mengatakan, jika nanti ada kekurangan, akan langsung didatangkan dari kota tetangga.

“Jika secara Nasional aman, Kudus ya aman. Karena jika bahan-bahannya nantinya menipis, bisa mengambil bahan dari Demak, Sragen, Jepara, Pati misalnya,” terangnya beberapa waktu lalu.

Stok beras di Kudus juga dirasa aman, karena ada di lumbung padi di Kecamatan Undaan. Namun, jika diketahui stok menipis, biasanya para pedagang lari untuk mencari bahan di kota lain.

“Seperti jagung, disini kan tidak ada yang panen. Namun mengambil dari daerah Jepara, Pati, dan Demak,” ucapnya.

Secara keseluruhan, lanjut Teddy, bisa dikatakan untuk menjelang akhir tahun bahan pokok sembako di Kabupaten Kudus aman. Kecuali di sektor sayuran, karena merupakan jenis musiman.

“Sayuran kan jenis musiman, jadi itu yang bisa menjadi langka dan stok nya tidak bisa diketahui, seperti sayuran selada dan sebagainya. Tapi cabai, bawang, masih banyak lah dijumpai. Meskipun beberapa bulan ini mengalami kenaikan dan stabil diatas,” jelasnya.

Pihaknya berupaya agar stok bahan-bahan pokok sampai akhir tahun bisa stabil. Karena serapan masyarakat di bulan-bulan ini sangat tinggi. Juga mengharapkan akan harga yang tidak mengalami kenaikan drastis.

BACA JUGA:  Resmikan Taman Celosia, Plt Bupati Harap Peningkatan Ekonomi Warga

Teddy menjelaskan, banyaknya perhelatan nikahan dan sebainya juga bisa menjadi faktor kecil minimnya stok bahan pokok sembako. Bencana alam yang bisa kapan saja terjadi dikhawatirkan juga mempengaruhi harga dan stok.

“Harapannya ya tidak adanya bencana alam yang terlalu serius, sehingga mempengaruhi proses produksi bahan sembako. Juga akses jalan muatan pembawa bahan pokok lancar,” imbuhnya.

Sementara itu, menurut Wanti, salah satu pedagang beras di Pasar Bitingan mengucapkan, tidak ada kenaikan yang serius. Harga masih standard dari beberapa bulan ini.

“Untuk ecer yang paling bagus Rp 11 ribu, grosir Rp 10.500 ribu per kilogramnya. Sedangkan yang paling rendah harga grosir mencapai Rp 7.500 ribu, jika ecer Rp 8 ribu,” ungkapnya.

Pedagang wanita asal Wilalung Demak tersebut, mengambil beras langsung ke tempat penggilingan beras. Ia mengungkapkan jika harga yang di banderol sudah stabil sejak dua bulan ini.

“Semoga untuk stok dan harga bisa stabil sampai akhir tahun. Tidak ada kenaikan atau kehabisan stok secara tinggi,” ujarnya.(sam/akh)

  • Bagikan