Jumat, Januari 22, 2021
Beranda D.I. Yogyakarta Kelola Sampah Pasar Jadi Tugas Baru DLH

Kelola Sampah Pasar Jadi Tugas Baru DLH

YOGYAKARTA – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta mendapat tugas baru, yakni mengelola sampah yang dihasilkan pasar tradisional. Tugas ini merupakan tindak lanjut dari rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait pengelolaan sampah.

“Sebelumnya, sampah yang dihasilkan di pasar tradisional dikelola oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Yogyakarta. Namun, untuk menyatukan pengelolaan, saat ini masuk ke kami,” kata Sugeng Darmanto, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta di Yogyakarta, Selasa (1/12).

Sugeng melanjutkan, tak ada lagi depo (tempat pembuangan sampah) di pasar tradisional. Semua sudah tutup. Karenanya, sampah dari pasar akan diangkut oleh armada DLH untuk dibuang ke Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan yang berada di Kabupaten Bantul.

“Kami akan upayakan untuk memanfaatkan sampah dari pasar tradisional ini menjadi kompos karena sampah yang dihasilkan lebih didominasi sampah organik,” jelasnya.

Pemanfaat sampah menjadi kompos, imbuh Sugeng, akan membantu menekan volume sampah sebab umur teknis TPST Piyungan hanya dua sampai tiga tahun. TPST tersebut memang jadi induk pembuangan dari Kota Yogyakarta. Tidak ada lagi TPST lain.

BACA JUGA:  Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan Harus Dipetakan

Dalam sehari, rata-rata volume sampah yang dibuang dari Kota Yogyakarta ke TPST Piyungan mencapai sekitar 200 ton. Saat libur panjang, jumlah tersebut bisa naik 10 persen.

“Terkadang ada kendala di TPST Piyungan dan harus ditutup sementara. Kami di Kota Yogyakarta hanya bisa menyiasatinya dengan menampung sampah di depo dan truk yang kami miliki,” terang Sugeng.

Di luar masalah sampah tradisional, Sugeng mengaku akan meningkatkan efektivitas bank sampah untuk pengelolaan. (ara/abu)

Berita Populer

8 Orang Alami KIPI Usai Divaksin

SEMARANG – Pelaksanaan vaksinasi terhadap sejumlah tenaga kesehatan di Jawa Tengah berjalan lancar. Dari 1.900 an tenaga kesehatan yang divaksin, hanya ada delapan orang...

13 Ribu Penerima Vaksin Baru Diusulkan

SEMARANG - Sebanyak 13 ribuan penerima vaksin baru diusulkan. Mereka rencananya akan dimasukkan dalam kategori sumber daya manusian (SDM) kesehatan atau orang-orang yang bekerja...

Dukungan Terhadap Calon Tunggal Kapolri Terus Mengalir

SEMARANG - Dukungan terhadap calon tunggal Kapolri Komjen Drs Listyo Sigit Prabowo, M.Si terus mengalir. Mulai dari kalangan tokoh agama, aktivis, hingga seniman. Ketua Forum...

1.775 Hektare Sawah Terendam Banjir

PEMALANG - Curah hujan yang tinggi yang belakangan ini terjadi menyebabkan 1.775 hektare sawah di Kabupaten Pemalang mengalami kebanjiran dan dipastikan sebagian wilayah mengalami...

Pemprov Jateng Genjot Ekspor Produk Herbal

SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berusaha menggenjot ekspor produk herbal tahun ini. Produk ini dinilai banyak dibutuhkan sebagai salah satu penguat imun tubuh...

BBWS Menindaklanjuti Pembebasan Lahan Tanggul Jebol

KUDUS – Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana akan melaksanakan penguatan pembebasan lahan sungai yang membuat tanggul jebol beberapa waktu lalu. Yakni di...

KNKT Lanjutkan Pencarian CVR

JAKARTA - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) melanjutkan pencarian kotak hitam “Cockpit Voice Recorder” (CVR). Meskipun, operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) pesawat Sriwijaya Air...

Pemohon Santunan Kematian Covid-19 Capai 185 orang

KUDUS - Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DSP3AP2KB) Kabupaten Kudus mencatat jumlah pemohon santunan kematian akibat penyakit Covid-19...

Plt Bupati Pacu Kinerja Perangkat Daerah

KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus terus mengupayakan yang terbaik untuk segala hal yang ada di wilayahnya. Hal ini dibuktikan dengan penyerahan penghargaan kepada...

Terapi Plasma Konvalesen Beri Angin Segar

SEMARANG - Program terapi plasma konvalesen memberi angin segar penanganan Covid-19. Di Jawa Tengah sendiri, terdapat dua tempat yang dijadikan pengembangan terapi plasma, yakni...