Pembelajaran Tatap Muka Tak Bisa Digelar Serentak

  • Bagikan
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo
DIALOG: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengecek persiapan standar operasional prosedur (SOP) protokol kesehatan di SMK N Jawa Tengah, Kota Semarang, Selasa (1/12). (HUMAS/ JOGLO JATENG)

SEMARANG – Munculnya klaster penyebaran Covid-19 di sejumlah sekolah membuat Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus melakukan evaluasi. Menurut Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, rencana pembelajaran tatap muka pada Januari 2021 tidak bisa digelar serentak.

Ganjar mengatakan, dari ujicoba SMA maupun SMK yang sudah dilakukan, pihaknya telah mengevaluasi beberapa hal. Ia merasa, jika pada Januari mendatang, pembelajaran tatap muka tidak bisa dilakukan secara serentak.

“Nanti di bulan Januari saya punya gambaran, rasa-rasanya belum semua akan bisa mak regudug (tiba-tiba, red) masuk bareng itu saya rasa-rasa belum bisa. Tetap harus selektif. Ini bagian dari cara kita untuk berhati-hati,” katanya, Selasa (1/12).

Ia berkesimpulan demikian, usai mengecek persiapan standar operasional prosedur (SOP) protokol kesehatan di SMK N Jawa Tengah Semarang.

Ganjar menyambangi SMK N Jateng sekitar pukul 07.30 WIB. Ia didampingi sejumlah guru sekolah asrama tersebut, berkeliling dan menyapa para siswa yang pagi itu sedang bersih-bersih lingkungan sekolah.

“Hari, kamu dari mana?” tanya Ganjar menyapa seorang siswa yang menjawab berasal dari Grobogan.

Kepada Hari, Ganjar bertanya tentang bagaimana dirinya menjaga protokol kesehatan selama berada di asrama. Hari pun secara lugas menjawab pertanyaan orang nomor satu di Jateng itu.

BACA JUGA:  Gus Yasin: Covid-19 Uji Rasa Kemanusiaan

“Selalu menjaga jarak, cuci tangan dan memakai masker pak. Kalau di asrama tidak boleh berkerumun, dan kita hahya boleh berkumpul satu komunitas contohnya seperti satu kamar,” ucap Hari dengan sikap siapnya.

Ganjar juga mengecek ke salah satu ruang praktek SMK N Jateng. Di sana, Ganjar mendengarkan laporan bahwa sekolah menyiapkan setiap mesin digunakan sesuai absen para siswa. Sehingga lebih mudah pengawasannya.

Seusai melakukan pengecekan, Ganjar kemudian memberikan sejumlah evaluasi pada pengelola SMK N Jateng. Ia mengatakan, pihaknya mendapat gambaran terkait pelaksanaan pembelajaran tatap muka pada Januari 2021 mendatang.

“Kita evaluasi untuk persiapan, nanti di bulan Januari kita bisa mengerti kalau tadi kita lihat secara SOP sudah bagus, fasilitas sudah bagus, nah sekarang kita harus mendisiplinkan,” tegasnya.

Sebagai informasi, sebanyak 5 sekolah asrama di Jawa Tengah saat ini masih melakukan uji coba. Antara lain, SMK N Jateng Semarang, Pati dan Purbalingga, kemudian SMK Pradita Dirgantara Boyolali dan SMK Taruna Nusantara. (git/gih)

  • Bagikan