Pemda Salurkan Bantuan Kepada Kelompok Tani

  • Bagikan
Bupati Pemalang Junaedi
SALURKAN: Bupati Pemalang Junaedi saat memberikan bantuan pompa air secara langsung kepada kelompok tani, Senin (30/11). (AFIFUDIN/ LINGKAR JATENG)

PEMALANG Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang melalui Dinas Pertanian (Dispertan) menyalurkan bantuan pompa air kepada 25 kelompok tani (Poktan) di Pemalang. Bertempat di kantor Dinas Pertanian, bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Pemalang.

Bupati Pemalang H. Junaedi mengatakan, sesuai apa yang disampaikan Presiden Jokowi. Bahwa petani adalah pejuang ketahanan pangan yang harus diapresiasi dan diperhatikan kesejahteraannya.

“Penyerahan bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap para petani serta negara yang selalu hadir untuk kesejahteraan petani,” katanya.

Junaedi melanjutkan, salah satu faktor yang dapat menekan angka inflasi adalah sektor pertanian. Selain itu Pemalang juga terkenal sebagai salah satu penyangga utama masalah ketahanan pangan, terutama padi.

“Saya sudah menyampaikan kepada pemerintah pusat untuk berupaya menambahkan bantuan pupuk di Kabupaten Pemalang,” lanjutnya.

Selain bantuan pupuk, pihaknya juga menyampaikan pada 2021 mendatang, Pemalang akan diberi alokasi bantuan pupuk khusus. Dimana akan diberikan kepada kelompok tani yang tidak mempunyai kartu tani.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Pemalang, Prayitno mengatakan, 25 kelompok tani yang menerima bantuan ini sudah diusulkan kepada kementerian pertanian. Menurutnya masih ada urgensi kebutuhan terkait pasokan air. Hal itu guna percepatan dalam tahap awal tanam dari jumlah sekitar 7.000 hektare lahan pertanian tadah hujan yang tidak masuk dalam wilayah cakupan irigasi permanen.

BACA JUGA:  Angka Perceraian Meningkat Selama Masa Pandemi

Salah satu perwakilan kelompok tani penerima bantuan dari Desa Tambakrejo, Dasir, mengaku senang dengan adanya bantuan ini. Menurutnya selama ini lahan pertanian desanya memang kesulitan dalam pasokan air untuk kebutuhan pertanian.

“Kalau masuk musim kemarau kita ambil air dari sungai melalui pompa. Jumlah luasan wilayah pertanian di desa kami sekitar 400 hektare, dengan adanya bantuan pompa air kami rasa cukup membantu,” ungkapnya.

Sementara itu, ada 2 jenis bantuan pompa air yang diserahkan kepada 25 kelompok tani. Dengan rincian pompa 3 inci untuk 16 kelompok tani, dan 4 inci untuk 9 kelompok tani. (cr1/fat)

  • Bagikan