Desain Sendiri Batik Tulis Motif Menara

  • Bagikan
Pengusaha batik Said Aminudin
KREASI: Pengusaha batik Said Aminudin saat memperlihatkan motif menara, Rabu (2/12). (AHMAD RIFA’I/ LINGKAR JATENG)

KUDUS – Pandemi tak membuat Said Aminudin berhenti berjualan dan memproduksi batik tulis. Pemilik kedai batik Sekar Jagad di Jalan Lambao RT 05 RW 04 Singocandi, Kudus, itu justru memamerkan batik motif menara ketika ditemui, Rabu (2/12).

Awal inisiatif membuat motif batik menara adalah karena keinginannya bahwa Kota Kretek memiliki khas batik tersendiri. Penjual batik yang menjual berbagai macam motif tersebut mengaku motif tersebut didesain langsung oleh istrinya.

Pengerjaan kain batik motif itu dilakukan di Kebumen. Mengingat di Kudus ia belum punya tempat produksi sendiri. “Ini semua pengerjaan kami lakukan di Kebumen. Saya punya tempat produksi di sana,” katanya.

Rencananya tahun depan ia akan membuka produksi sendiri di Kudus. Ia juga ingin membuka tempat pelatihan membatik. “Kami akan ajarkan teknik membatik yang baik, baik tulis maupun batik cap,” jelasnya.

Penjual batik yang memiliki koleksi motif dari berbagai daerah tersebut berharap, kedepan Kudus punya desa batik, seperti di daerah lain. Mengingat Kudus adalah kota wisata, banyak orang yang berkunjung, tentunya dengan adanya batik akan menambah khazanah oleh-oleh dari Kota Kretek.

BACA JUGA:  Atap Sekolah Ambruk

Selain menjual di kedainya, Said juga memasarkan batiknya melalui media online. Ia mengaku sudah menerima banyak pesanan untuk motif menara. “Pesanan sudah banyak, ada yang dari Kudus sendiri, ada juga yang dari luar kota. Kemarin juga ada yang pesan dari Kalimantan senilai Rp 30 juta,” paparnya.

Said menjelaskan, alasan kenapa motif itu dinamakan motif menara, karena di tengah-tengahnya tergambar Menara Kudus, salah satu ikon kebanggaan warga Kudus. Kemudian yang membuat unik dari yang lain menurut Said adalah adanya motif gabah utah dan dan daun tembakau di dalamnya. (cr5/gih)

  • Bagikan