Dorong Keterampilan dan Produktivitas Pelaku UKM

  • Bagikan
pelatihan saat mengikuti pelatihan membuat hantaran, di Hotel Alitana, Temanggung
ANTUSIAS: Salah satu peserta pelatihan saat mengikuti pelatihan membuat hantaran, di Hotel Alitana, Temanggung, Kamis (3/12). (HUMAS/ LINGKAR JATENG)

TEMANGGUNG – Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Dinkop UKM) Provinsi Jawa Tengah, mengadakan Pelatihan Keterampilan Usaha Produktif Bidang Hantaran di Hotel Aliyana, Temanggung. Pelatihan yang dilaksanakan Selasa (1/12) sampai dengan Jum’at (4/12) diikuti oleh 15 peserta dari Kabupaten Temangung dan 10 peserta dari Kota Magelang.

“UMKM jangan selalu menunggu program pelatihan dari pemerintah, tetapi UMKM dapat mencari sendiri program pelatihan dari sumber manapun, baik offline maupun online untuk mengembangkan kompetensi dan mengasah kreatifitas dalam berwirausaha,” ungkap Kepala Balai Pelatihan Koperasi UKM Jawa Tengah, Hatta Hatnansya Yunus, belum lama ini.

Ia menjelaskan, kegiatan yang dilaksanakan merupakan pelatihan dasar untuk meningkatkan kemampuan UMKM. Dalam sisi produk yang harus diikuti dengan peningkatan kemampuan dalam pengelolaan keuangan, pemasaran, operasional dan sumberdaya manusia.

“Pelatihan Hantaran ini menuntut peserta kreatif dan berimajinasi dalam merangkai dan membentuk hantaran sesuai adat, budaya, kepribadian serta selera konsumen,” imbuhnya.

Eryna Nursanti, narasumber dari Rumah Ambu Art Craft Gift dan Souvenir Temanggung menjelaskan, melalui pelatihan yang diikuti, peserta diberikan materi dan praktik langsung tentang cara pembuatan media hantaran yang disesuaikan dengan budaya yang ada di wilayah masing-masing peserta.

BACA JUGA:  BPUM bagi UMKM Dibuka Kembali

“Pada dasarnya hantaran merupakan sebuah pemberian untuk seseorang yang dihormati, umumnya hanya masyarakat menggunakan hantaran untuk pengantin, tetapi sebenarnya hantaran bisa digunakan untuk ucapan terimakasih, kado untuk bayi, kado pernikahan, kado wisuda dan sebagainya,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan, hantaran juga bisa dipadukan dengan berbagai produk UMKM, make up, cokelat dan produk lain yang bisa mendukung untuk prosmosi penjualan.

“Selain itu media hantaran juga bisa digunakan untuk berbagai jenis produk seperti pakaian, perhiasan, peralatan ibadah, body care, tas, sepatu, makanan tradisional, buah-buahan dan produk lain dengan filosofinya masing-masing,” tambahnya.

Eryna berharap, dari pelatihan yang diikuti peserta yang sebagian besar merupakan pengrajin hantaran bisa mendapatkan keterampilan yang bisa dikembangkan sebagai industri rumahan untuk meningkatkan pendapatan keluarga. (hms/yos)

  • Bagikan