Jelang Pilkada, Proses Perekaman Sudah Mencapai 96,6%

  • Bagikan
kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Pemalang
ADMINDUK: Masyarakat yang sedang melakukan perekaman di kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Pemalang, Rabu (2/12). (AFIFUDIN/ LINGKAR JATENG)

PEMALANG Dalam rangka mensukseskan pemilihan kepala daerah (Pilkada) 9 Desember mendatang, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Pemalang berupaya melakukan perekaman. Sampai saat ini proses perekaman yang dilakukan sudah mencapai 96,6% dari target yang ditentukan.

Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk, Sukendro mengatakan, perekaman masyarakat menjelang pilkada dengan jemput bola kemarin adalah hari terakhir. Perekaman untuk pelayanan Mobil Layanan Jemput Bola (Moyan Jempol).

“Hari ini (kemarin, red) terakhir pelayanan jemput bola. Lokasinya di Desa Ketapang Kecamatan Ulujami. Mengingat anggaran yang memasuki tahap akhir,” katanya.

Sukendro melanjutkan, bagi masyarakat yang belum melakukan perekaman tidak perlu khawatir. Karena pelayanan akan tetap buka setiap hari di kantor Disdukcapil dan seluruh kantor kecamatan di Kabupaten Pemalang.

Pelayanan tersebut akan tetap dibuka setiap hari. Bedanya pada Sabtu dan Minggu hanya buka pukul 08:00 sampai 12:00 siang.

“Hal ini kami lakukan demi memenuhi hak pilih masyarakat. Jadi bagi masyarakat yang jaraknya jauh dengan kantor Disdukcapil bisa datang ke kantor kecamatan,” lanjutnya.

Sukendro menambahkan, pihaknya juga menyediakan surat keterangan (Suket) sebagai antisipasi apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Sejauh ini, kendala yang dialami dalam proses perekaman terletak dari sisi geografis desa yang terpencil serta beberapa daerah yang susah sinyal (blank spot).

BACA JUGA:  Penyusunan RPMJD Libatkan Seluruh Stakeholder

“Karena kendala jaringan, balai desa yang biasa digunakan sebagai tempat perekaman dipindah di pinggir jalan atau lokasi yang jaringannya lebih kuat,” imbuhnya.

Selain mencari lokasi yang jaringannya kuat, pihaknya juga selalu menyediakan beberapa provider untuk menunjang kelancaran proses perekaman. Mengingat bukan hanya perekaman saja yang dilakukan oleh Disdukcapil melainkan pembuatan kartu keluarga, pembuatan akta dan lainnya.

Sukendro menyampaikan, untuk mencapai target 100% tentunya sangat sulit, mengingat setiap hari ada orang yang menginjak usia 17 tahun. Tapi menurutnya, dengan jumlah 99,6%, Sukendro merasa senang dengan kerjasama masyarakat dalam proses perekaman

“Dalam proses perekaman masyarakat juga antusias untuk mendapatkan e-KTP agar bisa melakukan hak pilihnya di Pilkada. Jumlah 99,6% tentunya sudah cukup dengan pemerintah pusat yang menargetkan 90% proses perekaman,” pungkasnya. (cr1/fat)

 

  • Bagikan