Juara Berkat Komitmen Bersama

  • Bagikan
Perpustakaan Delima, Desa Mutih Wetan
SUASANA: Anak-anak belajar di Perpustakaan Delima, Desa Mutih Wetan, belum lama ini. (AJI YOGA/ LINGKAR JATENG)

DEMAK – Belum lama ini, Perpustakaan Delima telah membanggakan Kabupaten Demak.  Perpustakaan Desa Mutih Wetan, Kecamatan Wedung itu berhasil menyabet juara dua lomba perpustkaan desa/kelurahan tingkat nasional. Kepala Desa Mutih Wetan, Supriyanto mengatakan, pihaknya sangat bersyukur dapat membanggakan Demak di tingkat nasional.

“Semoga ini dapat ditiru oleh desa/kelurahan yang lain di Kabupaten Demak. Kami sangat terbuka jika ada desa/kelurahan yang ingin belajar bersama,” ungkapnya saat diwawancarai di Grahadika Bina Praja, Rabu (2/12).

Ia mengatakan, komitmen yang kuat dari pemerintah desa (pemdes), pengelola perpustakaan dan dukungan masyarakatlah yang membuat Perpustakaan Delima dapat semaju sekarang ini. Setelah mendapatkan juarapun pihaknya terus berupaya memberikan inovasi-inovasi yang lain agar dapat lebih baik lagi.

“Bukan semata prestasi yang kami kejar, tetapi penguatan literasi di desa juga menjadi prioritas kami,” ujarnya.

Supriyanto menjelaskan, Perpustakaan Delima berdiri sejak 2016. Dahulu perpustakaan tersebut sebatas taman baca yang hanya dikelola Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Mutih Wetan.

“Sejak tahun 2017, kami lakukan perombakan-perombakan agar taman baca tersebut dapat menjadi perpustakaan desa yang nyaman untuk kegiatan-kegiatan literasi masyarakat. Baik sekedar membaca ataupun pelatihan-pelatihan skill yang menunjang kreatifitas,” jelasnya.

BACA JUGA:  Covid-19 Bisa Disembuhkan, Tapi Tetap Waspada

Lebih lanjut Supriyanto mengatakan bahwa pengelola perpustakaan berasal dari masyarakat desa yang memiliki komitmen kuat terhadap penguatan literasi masyarakat desa. Pihaknya juga terbuka menerima masukan dari masyarakat. “Hal tersebutlah yang membuat besarnya antusias masyarakat desa, karena semua merasa saling memiliki,” tuturnya.

Ia juga menuturkan bahwa pemdes terus mendorong adanya perbaikan-perbaikan kedepan. Terutama kelengkapan sarana dan prasarana yang dibutuhkan.

“Setiap tahun kami anggarkan dari dana desa untuk pengelolaan perpustakaan. Walaupun anggaran hanya seberapa, tetapi hal tersebut dapat bermanfaat, baik untuk sarana dan prasarana maupun penguatan literasi masyarakat,” paparnya.

Pihaknya juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah kabupaten yang terus mendukung dan pendampingan yang dilakukan secara berkala hingga saat ini. (cr3/gih)

  • Bagikan