Rabu, Januari 27, 2021
Beranda Karesidenan Pati Kudus Lezatnya Lentog Tanjung, Salah Satu Ikon Kuliner Kota Kretek

Lezatnya Lentog Tanjung, Salah Satu Ikon Kuliner Kota Kretek

Kudus tak henti-hentinya menyajikan beragam pesona, baik kepada penduduk asli maupun para pendatang. Selain terkenal dengan jenang dan Muria-nya, bermacam kuliner di Kota Kretek juga siap memanjakan lidah. Salah satu sajian khasnya yakni lentog tanjung—dan inilah yang dikunjungi Joglo Jateng.

Pagi itu suasana warung “Lentog Tanjung Pak Marwan” kurang ramai. Menurut Sulikah, istri sang pemilik, warung biasanya ramai pada pagi ketika baru buka. Sebab warga sekitar menjadikan makanan tersebut sebagai menu sarapan.

“Buka biasa pukul 6 sampai pukul 10 pagi, dan biasanya sudah habis duluan,” ujarnya, kemarin.

Sulikah bersama suaminya berjualan lentog tanjung sejak 1994. Awalnya, mereka berjualan keliling memakai pikulan. Kala itu harganya masih 150 rupiah. Saat ini, di warungnya yang terletak di Jalan Bakti, Kelurahan Barongan, Kudus, harga per porsi Rp5.000.

Satu porsi lentog tanjung berisi lontong, tahu, tempe rebus, telur rebus, kemudian disiram dengan sayur nangka dan diberi sambal. Uniknya, ia tidak langsung sajikan dalam piring saja. Sebelum isi dimasukkan, piring dikasih alas daun pisang terlebih dahulu. Alas daun pisang dibarengi sensasi sayur nangka dan sambal menjadi khas tersendiri. Inilah yang membedakannya dengan lontong di daerah lain.

BACA JUGA:  Pemdes Bae Belum Bolehkan Kegiatan Berkerumun

“Lontong dan lentog itu sama. Hanya beda istilah karena daerahnya beda,” jelas Sulikah, sambil tersenyum. Soal nama “tanjung”, ia membeberkan sebab masakan itu berasal dari Desa tanjung, Kecamatan Jati.

Meski begitu, sebagian masyarakat mengatakan sesungguhnya “lentog” memiliki makna lain. Konon, dulu ada seorang wali bernama Mbah Sukesi yang hendak mendirikan padepokan, tetapi ia berhenti karena terganggu suara “tog tog tog” seperti orang sedang menanak nasi.

Mbah Sukesi yang marah bersabda siapa pun di daerah Tanjung takkan laris jika berjualan nasi. Akhirnya, penduduk sana menggunakan lontong sebagai pengganti. Dari sinilah nama lentog berasal, dari “tog tog tog” yang didengar sang wali.

Terlepas dari cerita tersebut, lentog tanjung kini telah jadi identitas Tanjung. Meski bumbunya terkesan sederhana, yakni bawang merah, bawang putih, cabai, kemiri, merica, laos, dan jahe. Ia tetap sedap disantap kapan pun. (cr5/abu)

Berita Populer

Ganjar Pesan 100 Unit GeNose

SEMARANG – Inovasi Universitas Gadjah Mada (UGM) mendapat sambutan baik oleh pemerintah pusat. Alat pendeteksi buatannya, yakni GeNose C19 resmi dijadikan alat uji resmi...

UPGRIS Terjunkan 954 Mahasiswa KKN di Tujuh Provinsi

SEMARANG - Di tengah wabah pandemi Covid-19, Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), kembali menerjunkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN), kemarin. Penerjunan mahasiswa dilakukan melalui aplikasi...

Resmikan Musala, Bupati: Semoga Berkah

KUDUS - Kehadiran Musala yang representatif di Blok D2 Pasar Kliwon diharapkan mendatangkan berkah bagi pedagang. Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kudus,...

DPRD Kawal Kartu Tani dan Distribusi Pupuk

PATI - Proses pembuatan kartu tani yang berbelit-berbelit ditengarai menjadi penyebab masih banyak petani kesulitan mendapatkan pupuk subsidi. Hal tersebut menjadi perhatian Dewan Perwakilan...

Pembebasan Lahan Ganjal Pembangunan Tol Semarang-Demak

SEMARANG – Pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak masih terus berlanjut. Meski begitu, pembebsan lahan masih menjadi problem utama. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo megatakan, kendala pembebasan...

KNKT Lanjutkan Pencarian CVR

JAKARTA - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) melanjutkan pencarian kotak hitam “Cockpit Voice Recorder” (CVR). Meskipun, operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) pesawat Sriwijaya Air...

31 Daerah di Jateng Canangkan Vaksinasi Serentak

SEMARANG -  31 kabupaten/ kota di Jawa Tengah akan mencanangkan vaksinasi hari ini, Senin (25/1). Hal itu menyusul sebanyak 248.600 dosis vaksin yang sudah...

Ganjar Sebut PPKM Berdampak Positif

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyebutkan, pelaksanaan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) jilid I berdampak positif. Hal tersebut mengacu pada tingkat keterpakaian...

Realisasi APBD 2020 Mampu Capai 97,93%

SEMARANG - Dihadapkan pada berbagai tantangan di masa pandemi, Pemerintah Kota Semarang tetap terus berkomitmen mengoptimalkan pelayanan. Tidak hanya pelayanan berbagai program pembangunan untuk...

Gus Yasin Ajak Warga Jaga Kebersihan Sungai

PEKALONGAN -  Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan sungai dan meningkatkan kewaspadaan saat musim hujan. Menurutnya, itu penting...