Masyarakat Harus Kencang Terapkan Prokes

  • Bagikan
Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Pemalang Tetuko Raharjo
INGATKAN: Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Pemalang Tetuko Raharjo sedang menyampaikan imbauan kepada masyarakat untuk terus menerapkan prokes, Rabu (2/12). (AFIFUDIN/ LINGKAR JATENG)

PEMALANG Perkembangan pandemi Covid-19 terus meningkat di Kabupaten Pemalang. Gugus tugas penanganan Covid-19 Kabupaten Pemalang mengimbau masyarakat untuk tetap kencang menerapkan protokol kesehatan.

Juru bicara penanganan Covid-19 Kabupaten Pemalang, Tutuko Raharjo mengatakan, hal ini dilakukan sebagai upaya untuk menekan angka perkembangan Covid-19. “Saya meminta tolong kepada seluruh masyarakat untuk tetap kenceng menerapkan protokol kesehatan, mengingat sampai sekarang belum ada obat untuk virus ini,” katanya.

Selain obat yang belum ada Tetuko melanjutkan, vaksin untuk virus ini juga sampai sekarang belum jadi. Menurutnya, satu-satunya cara untuk menghindari virus tersebut adalah dengan cara melindungi diri sendiri.

Sementara itu, update terakhir keseluruhan masyarakat Pemalang yang tercatat positif Covid-19 mencapai 1.200 orang. Dengan rincian 947 orang sembuh, 176 masih menjalani perawatan dan sisanya sebanyak 77 orang meninggal dunia.

“Sampai saat ini, Kabupaten Pemalang masih masuk dalam zona merah. Bahkan masuk dalam salah satu posisi tertinggi di Jawa tengah,” lanjutnya.

Tetuko menjelaskan, kenaikan jumlah pasien positif Covid-19 ini disebabkan adanya sebagian masyarakat yang masih menganggap sepele masalah ini. Serta masih banyaknya mobilitas masyarakat yang keluar masuk dari luar kota. Hal ini tentu menjadi sangat sulit di deteksi, mengingat kita tidak tau siapa orang yang membawa virus.

BACA JUGA:  Bupati Jajal Sirkuit Muntil Bukit Tanggeban

“Masih banyak masyarakat yang percaya takdir, sedangkan mereka lupa bahwa sebelum takdir kita wajib melakukan ikhtiar. Dalam hal ini tentu dengan mematuhi protokol kesehatan yang berlaku,” imbuhnya.

Selanjutnya, ia juga mengimbau masyarakat yang melakukan hajatan untuk tetap menggunakan protokol kesehatan. Dalam hal ini masyarakat harus cerdas dalam menghindari kerumunan guna menjaga diri dari Covid-19.

Menurutnya, Covid-19 bukanlah aib dan bisa menjangkit siapapun. Sehingga peran masyarakat untuk saling membantu dan mengawasi antar tetangga juga penting.

“Karena masih banyak orang yang terjangkit, uang negara terbatas, rumah sakit juga terbatas, maka solidaritas sosial masyarakat penting. Terutama bagi penderita yang menjalani isolasi mandiri,” pungkasnya. (cr1/fat)

  • Bagikan