Pasarkan Olahan Labu Kuning ke Luar Jateng

  • Bagikan
Nur Hayati, pemilik usaha olahan labu kuning
INOVATIF: Nur Hayati, pemilik usaha olahan labu kuning yang berhasil dipasarkan sampai ke berbagai daerah di luar Provinsi Jawa Tengah. (AHMAD RIFA’I/ LINGKAR JATENG)

KUDUS – Warga Desa Bulungcangkring, Nur Hayati berhasil mengolah labu kuning menjadi berbagai kuliner seperti stik labu, bronis labu kukus, bronis labu kering, dawet, tiwul labu, donat labu, dan tepung labu hingga ke luar Pulau Jawa. Keahlian ini didapatkannya setelah mengikuti pelatihan UMKM pada tahun 2017 lalu.

“Pertengahan 2017 mengikuti kegitan pelatihan pengolahan labu yang diselenggarakan dinas UMKM, dari situ mulai tertarik untuk menggarap olahan dari labu,” katanya Rabu (2/12).

Ia menjelaskan, pemilihan labu kuning dipilih karena masyarakat sekitar banyak menanam tumbuhan tersebut. Nur juga mengatakan, olahan labu kuning yang dibuatnya mengandung gizi yang baik untuk tubuh.

“Labu ini mengandung betakarotin yang tinggi, jadi baik untuk orang diabetes, untuk orang berkebutuhan kusus, dan untuk campuran makanan bayi,” jelasnya.

Dia berhasil memasarkan produknya ke berbagai daerah seperti, Jogjakarta, Jakarta, Bogor, bahkan sampai Ternate. Penjualan ini dilakukan dengan sistem daring yang didapatkan dari berbagai pelatihan yang didapatkan. Saat ini ia telah memiliki dua karyawan, Nur Hayati berharap dengan usahanya bisa bermanfaat untuk orang lain.

BACA JUGA:  Hartopo: Semua Agenda Pada 2020 Berjalan Tepat Waktu

“Harapannya ya Elbina (nama kedainya) bisa bermanfaat untuk para petani labu, bisa mengharumkan nama Kudus. Karena ini satu-satunya di kota ini,” katanya.

Menurut, Pendamping UKM dari Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi dan UKM Kabupaten Kudus, Siti Mahmudah, usaha yang dilakukan Nurhayati sangat bagus. Bisa memberikan warna baru pada kuliner di Kudus. Harapannya produk ini bisa menjadi kebanggaan, bisa dikembangkan lagi, sehingga bisa menjadi produk unggulan Kabupaten Kudus.(cr5/akh)

  • Bagikan