Jumat, Januari 22, 2021
Beranda Karesidenan Pati Pati Peluncuran Aplikasi E-Pustaka Mundur Desember

Peluncuran Aplikasi E-Pustaka Mundur Desember

PATI – Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) Kabupaten Pati dijadwalkan meluncurkan aplikasi perpustakaan online Desember ini. Hal tersebut diharapkan mempermudah masyarakat dalam mengakses buku untuk dibaca maupun dipinjam. Peluncuran tersebut mundur dari jadwal sebelumnya, yakni November lalu.

Staf Pustakawan Arpusda Pati, Sugiri mengatakan bahwa secara teknis aplikasi sudah siap. Hingga waktu peluncuran nanti pihaknya masih mengunggah koleksi buku setiap harinya.

“Sudah sekitar 1.200 judul buku yang kami unggah. Tinggal menunggu tembusan dari Satgas Covid untuk memastikan bisa digelar secara langsung atau harus virtual,” paparnya Rabu (2/12).

Selain disebabkan pembatasan sosial, peluncuran aplikasi ini juga dilakukan untuk mempermudah siapapun dan kapanpun untuk mengakses buku. “Ruang baca kami tutup sementara selama pandemi. Kalau tidak untuk kebutuhan yang sangat mendesak kami tidak melayani peminjaman buku secara fisik,” lanjutnya.

Sebelumnya, karena pandemi yang melanda, Dinas Arpusda Pati mengalihkan pengunjung mengakses iPusnas atau iJateng. Jika masyarakat memerlukan peminjaman buku, sementara aplikasi iPati yang tengah disiapkan belum bisa diakses.

Pendemi corona mengharuskan Arpusda menerapkan kebijakan sesuai protokol yang dikeluarkan pemerintah dalam hal pelayanan. Selain itu, terkait anggaran pun harus dikelola kembali.

BACA JUGA:  Droping Air Bersih di Sejumlah Titik, DPRD Provinsi Dorong Solusi Jangka Panjang

“Harusnya di bulan Oktober perpus digital sudah siap, karena ada pandemi otomatis tertunda karena kaitannya dengan anggaran. Para pembaca kami alihkan ke website provinsi iJateng, perpustakaan digital punyanya Jawa Tengah dan iPusnas atau perpustakaan digitalnya tingkat nasional,” sambungnya.

Diakui Sugiri, banyak yang dikeluhkan oleh warga Pati terkait fasilitas dari iPusnas dan iJateng. Mulai dari koleksi buku yang sama dari kedua aplikasi tersebut, hingga kurangnya koleksi buku bertema lokal daerah.

“Selama ini konten atau buku tema lokal Pati yang paling dicari para pembaca. Terbanyak adalah kalangan mahasiswa dan peneliti. Mereka kan tak bisa menunggu lama. Tentang wisata Pati, sejarah Pati itu kan ngga ada di iJateng. Jadi nanti di iPati akan kami angkat semuanya. Sudah kami siapkan,” pungkasnya.

Rencanannya iPati akan dikemas dalam sebuah aplikasi berbasis aplikasi android yang berisi koleksi buku, fitur administrasi daftar dan pinjam buku secara online. Aplikasi tersebut nantinya berbasis online baik dari segi perpustakaan dan pengurusan  administrasi. (cr4/fat)

Berita Populer

Pemohon Santunan Kematian Covid-19 Capai 185 orang

KUDUS - Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DSP3AP2KB) Kabupaten Kudus mencatat jumlah pemohon santunan kematian akibat penyakit Covid-19...

Plt Bupati Pacu Kinerja Perangkat Daerah

KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus terus mengupayakan yang terbaik untuk segala hal yang ada di wilayahnya. Hal ini dibuktikan dengan penyerahan penghargaan kepada...

8 Orang Alami KIPI Usai Divaksin

SEMARANG – Pelaksanaan vaksinasi terhadap sejumlah tenaga kesehatan di Jawa Tengah berjalan lancar. Dari 1.900 an tenaga kesehatan yang divaksin, hanya ada delapan orang...

Gus Yasin Sebut Para Santri Siap Sumbang Plasma Konvalesen

SEMARANG - Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen mendorong pondok pesantren untuk menjadi lumbung donor plasma konvalesen. Menurutnya, ponpes di Jateng yang sempat...

Dukungan Terhadap Calon Tunggal Kapolri Terus Mengalir

SEMARANG - Dukungan terhadap calon tunggal Kapolri Komjen Drs Listyo Sigit Prabowo, M.Si terus mengalir. Mulai dari kalangan tokoh agama, aktivis, hingga seniman. Ketua Forum...

Gunakan Mitos untuk Jaga Lingkungan

MAGELANG - Desa Margoyoso, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang memiliki cara unik untuk menjaga kelestarian lingkungan. Selain memiliki peraturan desa (perdes) yang mengatur tentang lingkungan,...

1.775 Hektare Sawah Terendam Banjir

PEMALANG - Curah hujan yang tinggi yang belakangan ini terjadi menyebabkan 1.775 hektare sawah di Kabupaten Pemalang mengalami kebanjiran dan dipastikan sebagian wilayah mengalami...

Ganjar Pastikan Tempat Isolasi Aman

SEMARANG - Kasus Covid-19 di Jawa Tengah belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Bahkan, per Selasa (19/1), total kasus kematian sudah menembus angka 7 ribu jiwa. Menurut...

Pemprov Wajibkan CPNS Tandatangan Setia NKRI dan Antikorupsi

SEMARANG - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) meminta Calon Pegawai Sipil Negara (CPNS) menjaga integritas selama menjalankan tugas. Untuk memastikan hal itu, mereka...

13 Ribu Penerima Vaksin Baru Diusulkan

SEMARANG - Sebanyak 13 ribuan penerima vaksin baru diusulkan. Mereka rencananya akan dimasukkan dalam kategori sumber daya manusian (SDM) kesehatan atau orang-orang yang bekerja...