Siap Laksanakan Pembelajaran Tatap Muka

  • Bagikan
Kepala Sekolah SMA N 8 Semarang, Sugiyo
SIAP: Kepala Sekolah SMA N 8 Semarang, Sugiyo saat menunjukkan sarana protokol kesehatan di sekolahnya, belum lama ini. (MUHAMMAD FATHONI/ LINGKAR JATENG)

SEMARANG – Belum lama ini Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengatakan bahwa pembelajaran tatap muka dapat dilakukan pada Januari 2021. Berbagai persiapan dilakukan untuk membuka kembali kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah.

Di Jawa Tengah, Gubernur Ganjar Pranowo mengecek persiapan standar operasional prosedur (SOP) protokol kesehatan dalam rangka persiapan pembelajaran tatap muka di sejumlah sekolah. Pekan lalu orang nomor satu di Jateng ini mengecek SMA N 3 Semarang, sedangkan pekan ini ia mengecek SMK N Jawa Tengah.

Sejauh ini sudah ada 34 sekolah yang uji coba pembelajaran tatap muka dengan aturan yang ketat. Ke-34 sekolah tersebut terdiri atas 16 Sekolah Menengah Atas (SMA) dan 18 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang tersebar di 13 cabang Dinas Pendidikan di Jawa Tengah.

Salah satu sekolah yang telah melakukan persiapn KBM tatap muka yakni SMA  N 8 Semarang. Berbagai persiapan mulai sarana prasarana sudah dipersiapkan pihak sekolah.

Kepala Sekolah SMA N 8 Semarang, Sugiyo mengatakan, pihaknya telah lama menyiapkan sarana prasana untuk protokol kesehatan di sekolah. Bahkan pihaknya telah membentuk Satgas atau panitia khusus jika pembelajaran tatap muka dilangsungkan.

“Mengedarkan angket ke orang tua, itu kita lakukan. Karena apapun yang namanya pembelajaran tatap muka itu harus melalui persetujuan orang tua,” ujarnya, Kamis (3/12).

BACA JUGA:  Dalam 5 Pekan, 38 Orang Terpapar Covid-19

Sugiyo menambahkan, saat ini yang belum dilakukan oleh pihanya yakni meminta izin ke Cabang Dinas Pendidikan. Karena, kata dia, untuk simulasi hanya ditunjuk beberapa sekolah.

Sementara itu terkait dengan sarana juga telah disiapkan, seperti tempat cuci tangan yang disediakan setiap kelas, sabun, thermogun dan juga hand sanitizer. Kemudian ruang transit juga telah disiapkan, jika nantinya ada siswa yang memiliki panas diatas 37 derajat. Bahkan pihak sekolah juga telah melakukan kerjasama dengan puskesmas terdekat.

“Kalau nanti ada anak yang mungkin terindikasi ada gejala-gejala itu kita langsung periksa. Karena mau tidak mau harus ahlinya,” imbuhnya.

Terkait dengan akan dimulainya KBM tatap muka, Sugiyo menyambut baik kebijakan tersebut. Meskipun nanti di awal masih dilakukan dengan cara daring dan luring.

“Kalau sekolah senang, pembelajaran jarak jauh itu sulit. Kita mengajar sasarannya apa, kena apa tidak, kita tidak tau. Karena akan mengikuti atau tidak tidak mengetahui. Terkadang ada anak yang fotonya tidak dihilangkan. Kalau tidak ada fotonya kan mereka bebas mau kemana-mana,” terangnya. (fat/gih)

  • Bagikan